Saturday, November 18, 2017

BAB l (psikologi pendidikan dan belajar)

BAB I
PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BELAJAR
 
1. Calon Guru Perlu Mempelajari Psikologi Pendidikan
     Sebagai calon guru sangat perlu mempelajari psikologi pendidikan, mengingat psikologi pendidikan mempunyai manfaat yang sangat besar. Dengan mempelajari psikologi pendidikan, seorang guru melalui pertimbangan-
pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat :
    a. Merumuskan tujuan pembelajaran secara tepat.
    b. Memilih strategi atau metode pembelajaran yang sesuai.
    c. Mampu memberikan bimbingan atau bahkan konseling.
    d. Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik.
    e. Menciptakan iklim belajar yang kondusif.
    f. Berinteraksi secara tepat dengan siswanya.
    g. Menilai hasil pelajaran yang adil.
      Karena pentingnya psikologi pendidikan maka setiap mata kuliah mencoba atau berusaha memberikan seperangkat pengetahuan atau keterampilan yang harus dimiliki oleh guru atau calon guru untuk memangku jabatan atau tugas pokoknya sebagai guru. Seperangkat pengetahuan atau keterampilan sering disebut kompetensi guru.
Ada empat kompetensi guru antara lain adalah sebagai berukut:
   1. Kompetensi pribadi atau kepribadian
   2. Kompetensi Pedagogik (kompeten dalam bidang pendidikan).
   3. Kompetensi profesional.
   4. Kompetensi sosial.
     Tugas pokok guru adalah bukan sekadar mengajar melainkan mendidik
(mengajar dan membimbing).
1. Kompetensi Pribadi atau kepribadian
    Kompentensi Pribadi adalah seperangkat pengetahuan dan keterampilan
yanng harus dimiliki oleh guru atau calon guru secara pribadi dengan ciri-ciri:
menunjukkan pribadi yang dewasa, bertanggungjawab, menjunjung tinggi
falsafah negara (Pancasila dan UUD 1945) dan mampu menerapkan nilai-nilai
budaya, bangsa kepada generasi penerus demi kemajuan bangsa dan negaranya.
    Dewasa adalah pribadi yang mampu menunjukkan prilakunya secara
verbal, prilaku secara verbal yaitu
   - mampu berbicara yang baik, sopan, dan santun.
   - mampu menceritakan atau menyampaikan idenya melalui bahasa yang baik,
sementara non verbal yaitu mampu menampilkan diri sesuai dengan norma yang
ada (cara berpakaian, prilaku, dan kesopanan).
     Dalam kaitannya dengan menjunjung tinggi falsafah, maka mengingat
guru dianggap figur model bagi peseta didik, guru diharapkan mampu
mengajarkan peserta didik pada proses pendidikan moral seperti bertegur sapa.
2. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi Pedagogik adalah seperangkat pengetahuan dan keterampilan
yang haru dimiliki oleh guru atau calon guru untuk mendukung tugas pokoknya
sebagai guru dengan ciri-ciri sebagai berikut:
    1) Mampu nguasai konsep-konsep pendidikan secara umum (Sains, Ilmu Pengetahuan Sosial, dan
        Ilmu Humaniora)
    2) Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi.
    3) Mampu menguasai karakteristik perkembangan peserta didik.
    4) Menguasai secara utuh faktor-faktor atau komponen-komponen interaksi dalam proses
         pendidikan.
3. Kompetensi Profesional
Kompetensi Profesional adalah seperangkat pengetahuan keterampilan
yang harus dimiliki oleh guru atau calon guru untuk mendukun pelaksanaan
tugas-tugas pokok sebagai guru dengan kemampuan-kemampuan sebagai berikut:
    1) Guru harus menguasai bahan atau materi ajar.
    2) Guru harus mampu memahami atau meguasai karakteristik perkembangan siswanya.
    3) Guru harus mampu memahami atau menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, serta strategi,
         metode, dan teknik pembelajaran (belajar-mengajar).
    4) Guru harus mampu memahami, menguasai, serta mengimplementasikan prinsip-prinsip
         bimbingan dan konseling.
    5) Guru harus mampu menguasai dan mengimplementasikan prinsip-prinsip evaluasi dan penilaian
         pendidikan.
    6) Guru harus mampu memahami dan dan menerapkan cara-cara untuk membimbing kelompok
         kecil.
    7) Guru harus mampu menguasai dan melaksanakan penelitia dibidang pendidikan untuk kemajuan
         dalam dunia pendidikan.
4. Kompetensi Sosial
    Kompetensi Sosial adalah seperangkat pengetahuan dan keterampilan atau
kemampuan guru atau calon guru yang dapat mendukung pribadinya sebagai guru
atau calon guru adalah dengan ciri-ciri sebagai berikut:
    1) Menunjukkan sikap toleran terhadap atasannya, sejawatnya atau kolega, dan anak didiknya.
    2) Menunjukkan rasa hormat, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diampunya
        kepada pimpinan atau atasan, anak didiknya, dan orang tua.
    3) Mampu bersosialaisasi dengan masyarakat sekitar.

2. Psikologi dan Psikologi Pendidikan
    Berdasarkan etimologinya kata psikologi dapat dibagi menjadi dua kata yaitu
  •  Psyche artinya jiwa.
  •  Logos artinya ilmu.
    Jadi secara etimologi psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Psikologi dapat diartikan ilmu yang mempelajari tentang jiwa individu melalui manifestasi prilaku, baik prilaku yang tampak maupun yang tidak tampak.
Contoh prilaku yang tampak adalah menangis, berbicara, berjalan dan lain sebagainya, sementara perilaku yang tidak tampak yaitu menahan perasaan ketika diejek oleh teman.
    Karena banyaknya perilaku tampak dan tidak tampak serta kompleksnya
prilaku tersebut maka psikologi umum membuat cabang-cabang baru atau
psikologi khusus, diantaranya :
   a. Psikologi Pendidikan: mengkaji permasalahan dalam dunia pendidikan.
   b. Psikologi Sosial: mengkaji hal yang terkait dengan masalah bidang sosial.
   c. Psikologi Abnormal: mengkaji keabnormalan indovidu (gangguan jiwa).
   d. Psikologi Kepribadian: psikologi yang mengkaji atau mempelajari keprebadian manusia atau
       individu.
   e. Psikologi Kriminologi adalah ilmu psikologi yang digunakan untuk menganalisis permasalahan-
       permasalahan individu dalam kejahatan.
   f. Psikologi Phatologi adalah ilmu psikologi yang diterapkan dalam dunia kedokteran.
     Sementara, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
    Pendapat para ahli mengenai psikologi pendidikan yaitu
   a. H. C. Whiterington
       Psikologi pendidikan ialah suatu studi yang sistematis tentang proses- proses dan fakta-fakta
       yang berhubungan dengan pendidikan manusia.
   b. Lester D. Crow, Ph.D
       Psikologi pendidikan dapat dipandang sebagai ilmu pengetahuan praktis, yang berguna untuk
       menerangkan belajar sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan secara ilmiah dan fakta-fakta 
       sekitar tingkah lakumanusia.
   c. Carter V. Good
       Psikologi pendidikan adalah suatu studi tentang hakikat belajar.
   d. W.S Winkel
       Psikologi pendidikan ialah ilmu yang mempelajari prasyarat atau faktor-faktor bagi pelajar di
       sekolah, berbagai jenis belajar dan fase-fase dalam semua proses belajar.
   e. Drs. M. Dimyati Mahmud
     - Psikologi pendidikan ialah aplikasi atau penerapan prinsip-prinsip psikologi dalam dunia
        pendidikan. Batas ini bersifat abstrak dan umum atau belum begitu jelas.
     - Psikologi pendidikan ialah aplikasi atau penerapan prinsip-prinsip ilmiah tentang tingkah laku
        manusia dalam dunia pendidikan.
     - Psikologi pendidikan ialah aplikasi atau penerapan prinsip-prinsip ilmiah tentang tingkah laku
        yang mempengaruhi proses mengajar dan proses belajar.
   f. Arthur S. Reber (Syah, 1997 / hal. 12)
      Definisi Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan
      teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :
    - Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas.
    - Pengembangan dan pembaharuan kurikulum.
    - Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan.
    - Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah
       kognitif.
    - Penyenggaraan pendidikan keguruan.
    g. Muhibbin Syah
       Definisi psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang terjadi dalam dunia
       pendidikan.
    h. Barlow (Syah, 1997 / hal. 12)
       Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan
       serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru   
       dalam proses belajar mengajar secara efektif.
    i. Tardif (Syah, 1997 / hal. 13)
       Definisi Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan
       pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.
    j. Witherington (Buchori dalam Syah, 1997 / hal. 13)
       Psikologi pendidikan sebagai “ A systematic study of process and factors involved in the
       education of human being.
       Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang
       berhubungan dengan pendidikan manusia.
    k. Ensiklopedia Amerika, psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses
        pengajaran yang terlibat dengan penemuan-penemuan dan menerapkan prisip-prinsip dan cara
        untuk meningkatkan keefesien dalam pendidikan.
       Dari pengertian psikologi pendidikan menurut para ahli di atas, untuk menguraikan pengertian psiologi pendidikan dapat ditentukan kata kuncinya yaitu:
 ⚉Disiplin psikologi
 ⚉Riset ilmiah dan abstrak
 ⚉Implementasi dalam bidang pendidikan
 ⚉Bidang proses pembelajaran
 ⚉Peserta didik/siswa
 ⚉Pendidik/guru
 ⚉ Kurikulum/internasional (silabus, RPP, kelas)
     Jadi, psikologi pendidikan adalah disiplin psikologi yang bersifat ilmiah atau abstrak yang diimplementasikan dalam bidang pendidikan melalui interaksi antara komponen siswa, guru, instrumental pembelajaran, dll atau dapat dikatakan, Psikologi Pendidikan adalah sebagai salah satu cabang atau disiplin psikologi yang telah memiliki atau menemmukan hasil atau riset-riset yang
bersifat ilmiah dan hasil atau riset ilmiah inilah diimplementasikan (diterapkan) dalam bidang pendidikan dengan kajian interaksi antara komponen-komponen pendidikan (proses pembelajaran, siswa, guru/pendidik, instrumental, kondisi social dan non social pembelajaran). Kondisi sosial adalah lingkungna yang bergerak (manusia) dan kondisi non sosial adalah lingkungan yang tidak memiliki hubungan dengan manusia.
Sedangkan pengertian pendidikan menurut UU no 20 tahun 2003: Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari masalah psikologis dalam dunia pendidikan seperti:
 ⚈ Tingkah laku belajar siswa
 ⚈ Tingkah laku mengajar oleh guru
 ⚈Dan interaksi antara keduanya
    Adapun metode yang dapat digunakan untuk mempelajari individu dan interkasinya yaitu sebagai berikut:
 1. Metode observasi
 2. Metode interview/wawancara
 3. Metode pencatatan dokumen
 4. Metode studi kasus
 5. Metode biografi (sejarah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain)
 6. Metode autobiografi (sejarah hidup seseorang yang ditulis oleh orang itusendiri)
 7. Metode eksperimen
 8. Metode kuisioner/angket

3. Pengertian Belajar
a. Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia
Belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah
tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.
b. Pengertian belajar menurut beberapa ahli
  1. Menurut james O. Whittaker (Djamarah, Syaiful Bahri , Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
      Belajar adalah Proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau
      pengalaman.
  2. Winkel
      Belajar adalah aktivitas mental atau psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
      lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman,
      ketrampilan, nilai dan sikap.
  3. Cronchbach
      Belajar adalah suatu aktifitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
      pengalaman.
  4. Howard L. Kingskey
      Belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.
  5. Drs. Slameto
      Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan
      tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di
      dalam interaksi dengan lingkungannya.
  6. (Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar; Rineka Cipta; 1999)
      Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
      sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut
      kognitif, afektif dan psikomotor.
  7. R. Gagne
      Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan,   
      kebiasaan dan tingkah laku
  8. Herbart (swiss)
      Belajar adalah suatu proses pengisian jiwa dengan pengetahuan dan pengalamn
      yang sebanyak-banyaknya dengan melalui hafalan
  9. Robert M. Gagne dalam buku: the conditioning of learning mengemukakan bahwa: Learning is
      change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not
      simply ascribable to process a groeth.
      Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus
      menerus, bukan hanya disebabkan karena proses pertumbuhan saja. Gagne berkeyakinan bahwa
      belajar dipengaruhi oleh faktor dari luar diri dan faktor dalm diri dan keduanya saling
      berinteraksi.
 10. Lester D. Crow and Alice Crow
      Belajar adalah acuquisition of habits, knowledge and attitudes. Belajar adalah upaya-upaya untuk
       memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap.
 11. Ngalim Purwanto (1992)
      Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku, yang terjadi sebagi
      hasil dari suatu latihan atau pengalaman.
 12. Nasution
      Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku
      sebagai hasil terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya  
      perilaku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau adanya perubahan sementara
      karena suatu hal.
 13. Ernest H. Hilgard
       Belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar atau bila kelakuannya
       berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi daripada sebelum itu
 14. Whiterington
       Belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam
       perubahan penguasaan pola-pola respon tingkah laku yang baru nyata dalam perubahan
       ketrampilan, kebiasaan, kesanggupan, dan sikap Berdasarkan pengertian belajar di atas dapat
       disimpulkan, belajar ialah usaha sadar dan sengaja, dilakukan secara terus menerus dari orang 
       dewasa (guru, orang tua, masyarakat, dan lain-lain) yang bertanggung jawab kepada individu
       yang belum dewasa agar tercapai perubahan prilau yang relatif bersifat tetap atau permanen, 
       untuk menuju kedewasaan baik secara kognitif (pemikiran), afektif (perasaan dan emosi), dan
       faktor psikomotorik (prilaku).

4. Ciri-ciri belajar
    Hakekat belajar adalah perubahan tingkah laku sehingga menurut Djamarah(2002:15) belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
   1. Belajar adalah perubahan yang terjadi secara sadar.
   2. Perubahan dalam belajar bersifat fungsional.
   3. Perubahan dalam belajar bersifat fungsional.
   4. Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif.
   5. Perubahan dalam belajar tidak bersifat sementara.
   6. Perubahan dalam belajar bertujuan atau terarah.
   7. Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku.

5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar
    Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar, secara singkat dapat diamati
dari bagan berikut,

                            


     Dari bagan diatas, dapat diamati bahwa keberhasilan seseorang dalam mengikuti kegiatan belajar sangat ditentukan oleh banyak faktor. Adapun faktor- faktornya, yaitu sebagai berikut:
 1) Faktor internal
     Adalah faktor yang mempengaruhi belajar yang berasal dari dalam siswa.
Faktor ini dapat dibagi dari dua aspek, yaitu:
   a. Aspek fisiologis yagn meliputi: kesehatan, keadaan, fungsi-fungsi jasmani (mata dan telinga)
   b. Aspek psikologis yang meliputi intelegensi, bakat, minata, motivasi.
 2) Faktor eksternal
     Adalah faktor yang mempengaruhi belajar yang berasal dari luar siswa.
     Adapun faktor eksternal ini dapat dilihat dari dua aspek, yaitu sebagai berikut:
   a. Faktor lingkungan
    ● Lingkungan social, yang meliputi keluarga (orang tua, saudara), sekolah (guru, teman, dll),
       masyarakat (tetangga, teman permainan)
    ● Lingkungan non social yang meliputi: suhu, cuaca, waktu, tempat belajar, alat-alat belajar
   b. Faktor-faktor metode, yang meliputi:
    ● Metode belajar
    ● Metode mengajar

No comments:

Post a Comment