Laporan penelitian



1. Laporan Penelitian
    Pada bagian kali ini kita akan membicarakan laporan penelitian. Kaitannya dengan materi sebelumnya adalah pada bagian setelah kita membuat proposal penelitian. Setelah proposal itu dibuat, kemudian dilaksanakan, maka perlu dibuat laporan penelitiannya.
Laporan penelitian ini akan berhubungan sangat erat dengan artikel ilmiah, sebab artikel ilmiah biasanya diturunkan dari penelitian. Sebagai mahasiswa yang bergelut dengan dunia akademik dan ilmiah, maka sudah sepantasnya dan seharusnya, mengetahui, memahami, kemudian mampu untuk membuat laporan penelitian untuk kemudian merangkainya menjadi artikel ilmiah (kita pernah mengambil banyak sampel dari jurnal-jurnal imliah, akan kita diskusikan sekali lagi dalam pertemuan terakhir).

a. Abstrak
    Secara mudah dipahami, abstrak adalah ringkasan penelitian. Abstrak ada setelah penelitian dilakukan. Bagaimana cara meringkas atau mengambil intisari dari penelitian yang banyak jumlahnya menjadi paragraf padat? Kita sebenarnya hanya mengambil poin-poin utama dari bagian penelitian itu sendiri. Dengan demikian, kita mendapati asbtrak memiliki bagian: (1) masalah yang diteliti dan atau tujuan penelitian; (2) metode; (3) temuan yang dihasilkan dan pembahasan; dan (4) simpulan, implikasi, dan atau saran.
Empat bagian utama tersebut disusun secara berurutan. Penyampaiannya hanya pokok-pokoknya saja. Di absrtak ini pula, disertai kata kunci pada bagian setelahnya atau di bawahnya. Kata kunci berisi kata-kata yang mereferensikan poin utama penelitian ini. Di kelas, kita pernah membahasnya dan bagaimana menurunkan judul ke dalam kata kunci. Kita juga pernah membahas mengapa harus ada abstrak. Untuk mengingat kembali, abstrak ada salah satunya untuk mempermudah pembaca mencari penelitian-penelitian terkait bidangnnya dan yang diperlukan. Hal ini dibantu dengan kata kunci di bawahnya.
b. Pendahuluan
    Bagian pendahuluan antara proposal dengan laporan hakikatnya tidak jauh berbeda. Namun, secara konsep perbedaannya terletak pada sebelum dan sesudah. Proposal belum dilakukan penelitian sehingga ia menggunakan frasa yang semakna dengan “akan dilakukan”, sedangkan laporan penelitian karena telah diteliti maka menggunakan frasa yang semakna dengan “telah dilakukan”. Secara struktur masih sama. Di sana terdapat latar belakang penelitian, permasalahan, pentingnya masalah diteliti, tujuan, dan manfaat.
c. Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka
    Landasan teori berisi teori-teori yang dipakai sebagai dasar pemecahan masalah yang sedang diteliti. Tinjauan pustaka berisi bandingan-bandingan hasil penelitian lain yang relevan dengan penelitian yang sedang dijalankan. Bedakan antara teori dan pustaka. Kita sudah pernah membahas dan melihat contoh di kelas bagian tentang ini.
d. Metode Penelitian
    Pembeda yang paling kentara dari metode penelitian di dalam proposal dan di dalam laporan terdapat pada rencana dan apa yang sudah terjadi. Misalnya, di dalam langkah-langkah yang ditempuh dalam rencana waktunya berbeda. Secara esensial, isinya sama; metode, pendekatan, teknik, dan tahap-tahap penelitian.
e. Hasil dan Pembahasan
    Bagian ini tidak terdapat dalam proposal. Hasil dan pembahasan hanya terjadi dan ada setelah penelitian dilakukan. Secara esensial, ia menyajikan paparan mengenai penelitian yang sudah dipertanyakan di dalam rumusan masalah. Oleh karena itu, ruang lingkupnya tidak lepas dari ruang lingkup yang ditanyakan dalam rumusan masalah. Tipikalnya bisa berbeda. Ada yang hasil penelitian dan pembahasan dipisah. Ada yang digabung. Ada yang hanya menyajikan hasilnya saja tanpa pembahasan. Hal ini tergantung jenis penelitiannya. Anda akan mendapatkan hal lebih dalam di mata kuliah penelitian. Sebagai pijakan, sebaiknya kita memahami inti-inti dasar dari setiap bagian penelitian dan mengetahui ragamnya, baik secara intenal-ilmiah itu sendiri, maupun secara gaya masing-masing instusi akademik, sebagaimana pernah kita bandingkan di kelas. Termasuk juga bagaimana membuat kalimat pasif di dalam teks ilmiah.
f.  Penutup
     Penutup pada umumnya meliputi kesimpulan dan saran. Mengapa demikian? Cerdas jika Anda mempertanyakannya. Pada bagian awal, pendahuluan, terdapat dua hal pokok yang membuat Anda melakukan penelitian. Pertama, hipotesis atau praduga tentang penelitian. Kedua, tujuan penelitian itu sendiri. Kesimpulan inilah yang kemudian menyampaikan jawab kebenaran hipotesis tersebut. Kesimpulan ini pula tempat untuk tempat untuk memaparkan sejauh mana tujuan penelitian telah tercapai.
Bagian saran ada kalanya dirangkai atau diikuti dengan impilikasi. Kita mulai dari saran. Mengapa harus ada saran? Baik, kita lihat hakikatnya. Secara mendasar, ini adalah kesadaran tentang ketidaksempurnaan; bisa berupa penelitian lanjutan yang perlu dilakukan, atau hal lain. Dengan cara seperti ini ilmu pengetahuan memberikan tongkat estafet antar peneliti. Para peneliti lain yang membacanya dapat melanjutkan penelitian atau melakukan hal-hal tertentu berdasarkan saran yang diberikan oleh peneliti. Sampai di sini, saya berpendapat, sudah waktunya bagi Anda tidak bingung mencari judul penelitian, sebab banyak saran yang ditemukan di laporan-laporan penelitian dan Anda bisa menemukan gagasan cemerlang dari sana. Implikasi? Itu adalah efek, dampak, akibat, atau yang sejenis dari penelitian yang telah dilakukan.
g. Daftar Pustaka
    Belajar terbaik tentang daftar pustaka bukanlah tentang teori susunannya, tetapi tentang mengapa harus ada daftar pustaka? Kita pernah membahasnya mengapa harus ada daftar pustaka dalam penelitian. Jika Anda masih ingat, salah satunya adalah untuk melihat validasi teoretis dan rujukan-rujukan yang digunakan oleh penulisnya; dengan demikian kita menghargai hak-hak intelektual baik diri sendiri maupun orang lain. Untuk belajar menulisnya, gampang sekali. Anda tinggal melihat contoh, baik yang berdasar buku maupun non-buku.
h. Lampiran
    Untuk lebih jelasnya, silahkan Anda melihat langsung contoh lampiran-lampiran penelitian. Biasanya tersebar dalam beberapa item, tergantung masing-masing penelitiannya; (1) Lampiran data-data penelitian; (2) panduan dan transkrip wawancara; (3) dokumen analisis; (4) surat-surat perijinan; dan (5) foto atau vidio kegiatan penelitian, dan hal-hal lainnya.



___________0O0__________











“Dia hanya bisa omong dan nyanyi-nyanyi lalu pamer angka-angka tak jelas dalam kertas, tetapi ia tidak becus membaca rasi bintang, arah angin, membelah ombak, mengarah tombak, apalagi mencecap asin air dan jernih gelombang untuk menerka di mana ikan-ikan berkumpul.”
___”Ikan Kaleng”, Eko Triono, Harian Kompas, Mei 2010.

Comments

Popular posts from this blog

OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia

Struktur Otak & Fungsinya