Tanya Jawab tentang Shalatul Lail

NOTULENSI JIHAD PAGI
Ahad, 28 Mei 2017/02 Ramadlan 1438
SHALATUL LAIL


PERTANYAAN DARI BROSURPertanyaan:
Nabi SAW shalat jamaah tarawih dengan sahabat hanya tujuh hari di bulan ramadhan, sisa 23 hari nabi SAW shalat munfarid? Di masjid atau dirumah?
Jawab :
عَنْ اَبىْ ذَرّ قَالَ: صُمْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص رَمَضَانَ. فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنَ الشَّهْرِ حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتِ السَّادِسَةُ لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتِ اْلخَامِسَةُ قَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ. ابو داود 2: 50، رقم: 1375

Dari Abu Dzarr, ia berkata : Kami berpuasa Ramadlan bersama Rasulullah SAW. Beliau tidak shalat (malam) bersama kami sehingga tinggal tujuh hari dari bulan itu. Lalu beliau shalat bersama kami hingga lewat sepertiga malam, kemudian beliau tidak shalat malam bersama kami pada malam yang keenam. Tetapi beliau shalat malam bersama kami pada malam yang ke lima hingga lewat tengah malam.
[HR. Abu Dawud juz 2, hal. 50, no. 1375]

Tinggal 7 hari terakhir, nabi tidak selalu shalat tarawih berjamaah di masjid.

عَنْ عَائِشَةَ اُمّ الْمُؤْمِنِيْنَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِى الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ. ثُمَّ صَلَّى مِنَ اْلقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ. ثُمَّ اجْتَمَعُوْا مِنَ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ اَوِ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ اِلَيْهِمْ رَسُوْلُ اللهِ ص فَلَمَّا اَصْبَحَ قَالَ:قَدْ رَأَيْتُ الَّذِى صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِى مِنَ اْلخُرُوْجِ اِلَيْكُمْ اِلَّا اَنّى خَشِيْتُ اَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ. وَ ذٰلِكَ فِى رَمَضَانَ. البخارى 2: 44

Dari 'Aisyah Ummul Mu’minin RA, bahwasanya pada suatu malam Rasulullah SAW shalat malam dimasjid, maka orang-orangpun turut shalat bersama beliau. Kemudian beliau shalat pula pada malam berikutnya, maka bertambah banyak orang yang mengikutinya. Kemudian malam ketiganya atau ke empatnya mereka telah berkumpul, tetapi beliau tidak datang. Maka setelah pagi harinya beliau berkata, "Sungguh saya telah mengetahui apa yang kalian lakukan tadi malam dan saya tidak berhalangan untuk datang kepada kalian, hanyasaja saya khawatir kalau shalat itu diwajibkan atas kalian". (Kata 'Aisyah), "Kejadian tersebut pada bulan Ramadlan". 
[HR. Bukhari juz 2, hal. 44]
Nabi SAW tidak selalu shalat tarawih di masjid. Kalau kita? Shalat tarawih peserta banyak, sedangkan shalat 5 waktu tidak banyak, seolah-olah shalat tarawih jamaah di masjid itu wajib.
Abu dzar ikut shalat jamaah bersama Nabi SAW di 7hari terakhir. Itupun tidak selalu hadir.
Nabi SAW shalat tarawih sampai lewat 1/3 malam. Karena pelaksanaan shalat santai, istirahatnya panjang.
Kalau melihat tarawihnya nabi SAW, sebetulnya kita ndak ada yang tarawih ( santai ). Yang mengatakan shalat tarawih bukan nabi SAW, tapi karena pelaksanaannya santai, sahabat menamakannya shalat tarawih.

Pertanyaan:
Lebih utama yang mana shalat tarawih berjamaah di masjid atau munfarid di rumah?
Jawab :
Secara umum shalat jamaah lebih utama. Tapi kalau di rumah bisa tarawih, maka lebih utama yang bisa tarawih ( santai )
Kalau shalat jamaah tarawih lebih baik dari pada sendiri di rumah,tentu nabi sudah menganjurkan. Tapi karena shalat tarawih di masjid sendiri2, maka umar berpendapat lebih baik berjamaah. Ditunjuknya salah satu jadi imam, yang lain makmum. Itupun umar tidak ikut ( pergi ). Malam berikutnya umar cek ternyata sudah baik ( tidak sendiri-sendiri ). Maka ini termasuk bidah hasanah. Bidahnya pada mengaturnya. Kalau nabi SAW tidak mengatur sehingga berjamaah, tapi nabi SAW melaksanakan, sahabat yang melihat langsung ikut saja.

Pertanyaan:
Biasa yang saya kerjakan pada saat 1 atau ½ sebelum shalat subuh. 2 rekaat salam 2 rekaat salah lalu sahur sambil nonton tv, hampir masuk waktu subuh, saya witir 1 rekaat. Apa sudah benar?
Jawab :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص. صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى. فَاِذَا خَشِيَ اَحَدُكُمُ الصُّبْحَ
صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوْتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى. مسلم 1: 516

Dari Ibnu 'Umar bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang shalat malam. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Shalat malam itu 2 raka'at 2 raka'at. Maka apabila seseorang diantara kalian khawatir masuk Shubuh, hendaklah ia shalat witir 1 raka'at. Yang seraka'at itu mewitirkan untuk shalat yang telah ia kerjakan".
[HR. Muslim juz 1, hal. 516]
Sudah benar,

Pertanyaan:
Bagaimana kalau saya di undang untuk mengimami tarawih di masjid, dengan pelaksanaan 2,2, istirahat, 2,2 witir 3 rekaat. Jam 8 malam sudah harus selesai 11 rekaat. Apa sudah benar?
Jawab :
Yang mengharuskan jam8 malam harus selesai, yang mengharuskan siapa? Kamu ngimami boleh juga. Entah dikatakan tarawih atau tidak. Karena tarawih pelaksanaannya santai / rilex.
Dari 'Aisyah RA, katanya :
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُصَلّى اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِى اللَّيْلِ ثُمَّ يَتَرَوَّحُ فَاَطَالَ حَتَّى رَحِمْتُهُ. البيهقى 2: 497

Adalah Rasulullah SAW shalat 4 rekaat dimalam hari. Kemudian beliau beristirahat/bertarawih lama sekali, sehingga aku merasa kasihan kepadanya.
[HR. Baihaqi juz 2, hal. 497]
4 rekaat >> 2 rekaat salam 2 rekaat salam kemudian istirahat panjang.

Pertanyaan:
Apa ada tuntunannya, imam akan berdiri shalat mengomandoi para jamaah dengan mengucapkan Allahumma sholi ala Muhammad, dijawab jamaah : ya rasulullah dengan keras. Apa yang harus dilakukan imam, berdiri langsung? Lalu di ikuti makmumnya
Jawab :
Sampai hari ini saya belum tahu dalilnya, walau banyak orang yang praktek. Tidak perlu di komando, kalau melihat imam berdiri otomatis ikut berdiri.

Pertanyaan:
Di hadits ini nabi SAW mengerjakan witir di awal, pertengahan, akhir. Apa nabi tidak tidur? Karena di hadits yang lain, nabi juga shalat juga tidur
Jawab :
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: مِنْ كُلّ اللَّيْلِ قَدْ اَوْتَرَ رَسُوْلُ اللهِ ص مِنْ اَوَّلِ اللَّيْلِ وَ اَوْسَطِهِ وَ اٰخِرِهِ فَانْتَهَى وِتْرُهُ اِلىَ السَّحَرِ. مسلم 1: 512

Dari 'Aisyah RA, ia berkata, "Dalam seluruh (bagian) malam Rasulullah SAW pernah mengerjakan witir, di permulaan malam, dipertengahannya, dan di akhirnya, hingga witirnya selesai pada waktu sahur".
[HR. Muslim juz 1, hal. 512]
Maksudnya nabi SAW kadangkala witir di awal malam, kadangkala di pertengahan malam, kadangkala di akhir malam, setelah itu ya tidur.

Pertanyaan:
Maksud disaksikan itu apa maksudnya disaksikan malaikat / Allah. Saya pernah mendengar hadits bahwa Allah turun di sepertiga malam akhir untuk melihat hambanya, siapa yang berdoa dikabulkan?
Jawab :

عَنْ جَابِرٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ خَافَ اَنْ لَا يَقُوْمَ مِنْ اٰخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوْتِرْ اَوَّلَهُ وَ مَنْ طَمِعَ اَنْ يَقُوْمَ اٰخِرَهُ فَلْيُوْتِرْ اٰخِرَ اللَّيْلِ. فَاِنَّ صَلَاةَ اٰخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُوْدَةٌ وَ ذٰلِكَ اَفْضَلُ. مسلم 1: 520

Dari Jabir RA, ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, "Barangsiapa khawatir tidak akan bangun pada akhir malam, maka bolehlah berwitir pada awwal malam. Dan barangsiapa berkeyakinan mampu bangun di akhir malam, maka hendaklah mengerjakan witir pada saat itu, karena shalat di akhir malam itu disaksikan dan yang demikian itu lebih utama".
[HR. Muslim juz 1, hal. 520].
Witir di akhir malam bertepatan dengan Allah turun di langit bumi sehingga lebih utama dari pada di awal malam. Kalau khawatir tidak bisa bangun malam, witir di awal malam boleh.

Pertanyaan:
Witir menjadi penutup shalat malam, setelah shalat witir nabi shalat lagi 2 rekaat, mohon penjelasan?
Jawab :

عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ اِذَا صَلَّى الْعِشَاءَ دَخَلَ الْمَنْزِلَ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَهُمَا رَكْعَتَيْنِ اَطْوَلَ مِنْهُمَا، ثُمَّ اَوْتَرَ بِثَلَاثٍ لَا يَفْصِلُ فِيهِنَّ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ، يَرْكَعُ وَهُوَ جَالِسٌ، وَيَسْجُدُ وَهُوَ قَاعِدٌ جَالِسٌ. احمد 11: 498، رقم: 25278

Dari 'Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW apabila setelah shalat 'Isyak, beliau masuk ke rumah. Kemudian beliau shalat 2 rekaat, kemudian shalat lagi 2 reka'at yang lebih panjang daripada 2 reka'at yang pertama tadi, kemudian beliau berwitir 3 rekaat, dan beliau tidak memisahkan diantara tiga rekaat itu. Kemudian beliau shalat lagi 2 reka'at dalam keadaan duduk, beliau ruku' dalam keadaan duduk dan bersujud, dan beliau shalat dengan duduk".
[HR. Ahmad juz 11, hal. 498, no. 25278]
Tahajjud dulu ditutup dengan witir boleh, atau witir dulu baru tahajjud boleh. Nabi SAW tidak memisahkan witir ( 3 rekaat utuh ). Sebaik-baik shalat itu dirumah kecuali shalat wajib kecuali shalat sunnah.

Pertanyaan:
Apakah hadits ini masih berlaku sampai sekarang?
Jawab :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَرَأَيْتَ اِنْ عَلِمْتُ اَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اْلقَدْرِ مَا اَقُوْلُ فِيْهَا؟ قَالَ: قُوْلِي: اللّٰهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اْلعَفْوَ فَاعْفُ عَنّي. الترمذى، و قَالَ: هٰذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ، 5: 195، رقم: 3580

Dari ‘Aisyah, ia berkata : Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapat engkau apabila aku mengetahui bahwa malam itu malam Lailatul Qadr, apa yang harus aku baca ?”. Beliau bersabda, Bacalah Alloohumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fafu annii (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku).
[HR. Tirmidzi juz 5, hal. 195, no. 3580]
Ada perbedaan pendapat :
Malam lailatur qodr turun setiap bulan ramadhan
Turun saat itu saja ( saat turunnya Al-Quran )
Kalau lailatul qodr itu dikatakan malam turunnya Al-Quran, turunnya saat nabi SAW hidup? atau sampai sekarang?
Sekarang ini ibaratnya mengenang saja, mengenang masa dahulu turunnya Al-Qur’an, di isi dengan perbuatan kebaikan ( tafsir fii dhillalil qur’an oleh sayd qutb )

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Diturunkan Al-Quran ya saat itu saja. Bukan sampai sekaang.

Pertanyaan:
Yang 2 rekaat terakhir shalat apa? yang sering saya lakukan setelah witir langsung tidur.
Jawab :
عَنْ عَائِشَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ اِذَا صَلَّى الْعِشَاءَ دَخَلَ الْمَنْزِلَ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى بَعْدَهُمَا رَكْعَتَيْنِ اَطْوَلَ مِنْهُمَا، ثُمَّ اَوْتَرَ بِثَلَاثٍ لَا يَفْصِلُ فِيهِنَّ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ، يَرْكَعُ وَهُوَ جَالِسٌ، وَيَسْجُدُ وَهُوَ قَاعِدٌ جَالِسٌ. احمد 11: 498، رقم: 25278

Dari 'Aisyah bahwasanya Rasulullah SAW apabila setelah shalat 'Isyak, beliau masuk ke rumah. Kemudian beliau shalat 2 rekaat, kemudian shalat lagi 2 reka'at yang lebih panjang daripada 2 reka'at yang pertama tadi, kemudian beliau berwitir 3 rekaat, dan beliau tidak memisahkan diantara tiga rekaat itu. Kemudian beliau shalat lagi 2 reka'at dalam keadaan duduk, beliau ruku' dalam keadaan duduk dan bersujud, dan beliau shalat dengan duduk".
[HR. Ahmad juz 11, hal. 498, no. 25278]
Nabi SAW mengatakan ada 3 amalan yang kalau bisa jangan ditinggalkan :
Witir sebelum tidur
Shalat dhuha 2 rekaat
Puasa pada 13,14,15
Kalau sebelum tidur sudah witir, bangun malam kemudian tahajjud, tidak perlu witir.

Pertanyaan:
Apakah ada hadits shalat tarawih 23 rekaat?
Jawab :
b. Bilangan Raka'atnya
Shalat Sunnah Tarawih ini, bilangan raka'at yang biasa dikerjakan oleh Nabi SAW adalah sebelas raka'at beserta witirnya. Dan sebanyak-banyaknya tak terbatas, berapa saja seseorang mampu melaksanakan-nya hingga habis waktu shalat sunnah tersebut, yaitu masuk waktu Shubuh.

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُصَلّى مَا بَيْنَ اَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلَاةِ اْلعِشَاءِ اِلىَ اْلفَجْرِ اِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً، يُسَلّمُ بَيْنَ كُلّ رَكْعَتَيْنِ، وَ يُوْتِرُ بِوَاحِدَةٍ. مسلم 1: 508

Dari 'Aisyah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW shalat antara beliau selesai dari shalat 'Isyak hingga fajar, 11 rekaat. Beliau salam antara tiap-tiap 2 rekaat, lalu berwitir 1 rekaat".
[HR. Muslim juz 1, hal. 508].

Nabi SAW biasa melaksanakan tidak lebih dari 11 rekaat. Jumlah rekaat tidak ditentukan, yang ditentukan waktunya dari setelah shalat isya sampai subuh.

Pertanyaan:
Apa yang dimaksud “tidak diketahui jarh-tadilya”?
Jawab :

عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ بْنِ اَبْزَى عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص، كَانَ يُوْتِرُ بِسَبّحِ اسْمَ رَبّكَ اْلاَعْلٰى، وَ قُلْ يٰۤاَيُّهَا اْلكَافِرُوْنَ، وَ قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. فَاِذَا فَرَغَ قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ اْلقُدُّوْسِ، ثَلَاثًا وَ يَمُدُّ فِى الثَّالِثَةِ. النسائى 3: 247

Dari Qatadah dari Zurarah dari ‘Abdur Rahman bin Abza dari Rasulullah SAW, biasanya beliau SAW di dalam shalat witir membaca surat Al-A’laa, Al-Kaafirun dan Al-Ikhlash. Setelah selesai lalu beliau mengucapkan, Subhaanal Malikil Qudduus (Maha Suci Allah Raja yang Maha Quddus) 3 kali, dan beliau memanjangkan pada bacaan yang ketiga.
[HR. Nasaaiy juz 3, hal. 247]

Dan menurut riwayat Thabaraniy, setelah bacaan tersebut ada tambahan Rabbul malaaikati war ruuh (Tuhan nya para Malaikat dan Ruuh), namun tambahan ini tidak shahih, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Isa bin Yuunus, yang tidak diketahui jarh - tadilnya.
Maksudnya tidak diketahui baik / buruknya.

Pertanyaan:
Tarawih di masjid, witir di rumah apa boleh?
Jawab :
Boleh, mari hidup-hidupkan bulan ramadhan dengan tarawih.

Pertanyaan:
Tarawih dikerjakan 4 rekaat 4 rekaat, bagaimana?
Jawab :
Dari 'Aisyah RA, katanya :

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يُصَلّى اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِى اللَّيْلِ ثُمَّ يَتَرَوَّحُ فَاَطَالَ حَتَّى رَحِمْتُهُ. البيهقى 2: 497

Adalah Rasulullah SAW shalat 4 rekaat dimalam hari. Kemudian beliau beristirahat/bertarawih lama sekali, sehingga aku merasa kasihan kepadanya.
[HR. Baihaqi juz 2, hal. 497]
عَنْ اَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمٰنِ اَنَّهُ سَأَلَ عَائِشَةَ رض كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُوْلِ اللهِ ص فِي رَمَضَانَ؟ فَقَالَتْ: مَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص يَزِيْدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى اِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلّي اَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُوْلِهِنَّ ثُمَّ يُصَلّي اَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَ طُوْلِهِنَّ ثُمَّ يُصَلّي ثَلَاثًا. البخارى 2: 47، مسلم 1: 509

Dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman, bahwasanya ia pernah bertanya kepada 'Aisyah RA, "Bagaimanakah shalatnya Rasulullah SAW di bulan Ramadlan ?". Maka 'Aisyah berkata, "Rasulullah SAW tidak melebihkan di bulan Ramadlan maupun di luar Ramadlan atas sebelas rekaat. Beliau shalat empat rekaat, jangan kamu tanya bagusnya dan panjangnya. Kemudian beliau shalat empat rekaat, jangan kamu tanya bagusnya dan panjangnya. Kemudian beliau shalat (witir) tiga rekaat". [HR. Bukhari juz 2, hal. 47; Muslim juz 1, hal. 509]
Keterangan :
Maksud hadits tersebut, Nabi SAW shalat 2 raka'at salam, 2 raka'at salam lalu istirahat. Dilanjutkan lagi 2 raka'at salam, 2 raka'at salam lalu istirahat. Kemudian beliau shalat witir 3 reka'at.
Namun hadits tersebut bukan merupakan batasan dari Nabi SAW, tetapi hanya menunjukkan bahwa biasanya Nabi SAW shalat malam sebelas raka'at.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ ص عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص. صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى. فَاِذَا خَشِيَ اَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوْتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى. مسلم 1: 516

Dari Ibnu 'Umar bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang shalat malam. Maka Rasulullah SAW menjawab, "Shalat malam itu 2 raka'at 2 raka'at. Maka apabila seseorang diantara kalian khawatir masuk Shubuh, hendaklah ia shalat witir 1 raka'at. Yang seraka'at itu mewitirkan untuk shalat yang telah ia kerjakan".
[HR. Muslim juz 1, hal. 516]

Yang 2 rekaat salam dan yang 4 rekaat salam tidak bisa sama, saling menghormati.

Pertanyaan:
Bagaimana kalau mengikuti jamaah di masjid, yang witir nya 2 + 1?
Jawab :
Nabi SAW mengatakan shalat witir dengan 3 rekaat tidak dipisahkan. Kalau kamu belum tahu ilmunya, maka amalkan yang sudah jelas tahu dalilnya.

Pertanyaan:
Di tempat kami tadi malam imam/khotib dalam menjalankan shalat tarawih lupa, 2 > 2 > 2 > 1. Setelah salam makmum di belakang imam baru mengingatkan. Kemudian imam menambah 2 kemudian 1?
Jawab :
Imam dan makmum sama-sama bingung, yang sudah ya sudah besok lagi jangan seperti itu. maka, makmum kalau melihat imam salah langsung di ingatkan ! Kecuali kalau nabi SAW yang melaksanakan ( di ingatkan setelah selesai ), karena untuk pedoman hukum.

Pertanyaan:
Shalat tarawih 23 rekaat, dengan alasan pahala tambah banyak, suratnya diperbanyak dengan surat al ikhlas. Apa ada dalilnya?
Jawab :
Tanya yang melaksanakan! sekiranya itu lebih baik, maka tentu sudah dicontohkan Nabi SAW.

TAUSIAH : Dr.(H.C.) DZULKIFLI HASAN, S.E., M.M. ( KETUA MPR RI )
Pengajian di Teras 1 ( Bentangan, Boyolali ), itu termasuk radikalisme, intoleransi. Harusnya aparat tidak perlu tanya, namun langsung ditindak.
Tidak mungkin indonesia merdeka tanpa peran ulama & umat islam. Maka tidak tepat kalau agama, kebangsaan, Negara dipisah, namun itu saling melengkapi.
Sedang ramai di sosmed soal pancasila & kebhinekaan. Kalau orang islam melaksanakan ajaran agamanya itu pancasilais. Pancasila sebagai pandangan hidup sehingga menjadi perilaku rakyat indonesia.
Sila Pertama : ketuhanan yang maha esa. Negara ini Negara yang bertuhan, dan menolak faham anti tuhan. Menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing secara leluasa. Kalau umat islam ingin punya gubernur islam, itu hak umat islam, itu pancasilais. Kalau ngaji dipagar bamboo, itu yang anti pancasilais.
Sila kedua : kemanusiaan yang adil dan beradap. Maksudnya, saling menghormati dan menghargai.
Sila ketiga : persatuan indonesia. Negeri ini telah bersumpah, untuk melindungi segenap tanah airnya, melindungi segenap rakyatnya. Kalau ada rakyat ada yang tidak bisa makan, ada rakyatnya yang mau pengajian digembok, maka Negara harus hadir !
Pelayanan mendasar public : makan, minum, pelayanan umum, mau pengajian, dll. Kalau pemimpin tidak memperhatikan hak-hak dasar rakyatnya maka tidak pancasilais.
Sila keempat : kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Maksudnya tentang musyawarah. Kalau tidak ketemu dalam suatu perkara, maka musyawarah mufakat.
Sila kelima : keadilan social bagi seluruh rakyat indonesia. Sebagai cita-cita bangsa indonesia.
Itulah perilaku yang harus dilaksanakan oleh para pemimpin, pak RT, kepala desa, bupati, gubernur, dll. Harus pancasilais.
NKRI maksudnya kalau saya orang lampung, datang ke Jakarta, statusnya sama, haknya sama. Orang jawa yang tinggal di sumatera hak nya sama dengan penduduk pribumi.
BHINEKA TUNGGAL IKA. Kata Alm KH.Hasyim Muzadi. Yang beda jangan disama-samakan, yang sama jangan dibeda-bedakan. Maka, saling menghormati & menghargai.
Tulisan Bung Hatta, September 1931:
Rakyat yang mempunyai kedaulatan dan kekuasaan. Rakyat itu jantung hatinya bangsa, hidup mati indonesia tergantung pada rakyat. Semua itu akan berarti kalau dibelakangnya ada rakyat yang sadar bahwa merekalah yang berdaulat, merekalah yang berkuasa.”
Kalau rakyat sadar berkuasa, dalam memilih pemimpin islam tidak mungkin kalah. Kekuasaan itu pentiiiiing sekali.
System ketatanegaraan indonesia adalah demokrasi pancasila. Yang berdaulat / yang berkuasa itu rakyat. Yang milih bupati, gubernur, dll adalah rakyat. Rakyat yang menentukan.
Maka memilih harus secara sadar, bukan karena sembako, dll. Yakin kalau yang dipilih orang baik.
Indonesia Negara hukum, punya rasa keadilan, karena MTA di bentangan, boyolali ngaji dipagari.
3 hal yang belum dicapai :
Demokrasi melahirkan kesenjangan, karena rakyat dalam memilih pemimpin tidak sadar, sehingga ada politik transaksional atau politik pencitraan. Wakil rakyat yang tidak jujur, untuk suap rakyat butuh dana. Cari raja baru ( pengusaha ). Sehingga setelah jadi memihak rajanya ( bukan rakyat, tapi pengusaha yang mendanai ). Kebijakan penguasa memihak kepada siapa yang mendanai, bukan rakyat.
Bung Karno tambang emas di irian jaya, kalau putra putri indonesia belum bisa ya tunggu dulu sampai ada yang bisa, karena tidak akan busuk . Sekarang tambang di obral murah kepada para investor.

PERTANYAAN LANGSUNGPertanyaan:
Bahran_boyolali
Usul : tolong panggil kapolri ! supaya memerintahkan kepada kapolres boyolali untuk mengatasi masalah MTA Teras 1. Karena sudah inkrah, MTA Teras 1 telah di ijinkan melaksanakan pengajian.
Bambang_Kasihan
Dengan kejadian di MTA Teras 1. Tindakan apa yang segera akan dilakukan?
Harianto tanjung_padang
Sejak pilkada Jakarta kapolri seperti raja diraja. Ulama dikriminalisasi, sampai ada yang masuk penjara?
Cucu darmawan_wonogiri
Saat ini sedang berkembang politik transaksional. Melihat kasus MTA Teras 1, yang sudah diputus oleh PTUN dan MTA menang. Apakah ini merupakan bagian dari politik, yang seharusnya pihak yang salah yang harus di amankan, koq mendapatkan dukungan dari pemerintah?
Setiap kali ada pemaparan dari pejabat, mestinya ada langkah nyata, tidak hanya janji-janji !
Jawab :
MPR akan langsung konsultasi dengan presiden, boleh panggil kapolri juga. Nanti kami akan rapat kepada kapolri hasilnya akan kami sampaikan kepada warga MTA.
MPR akan rapat dengan menteri dalam negeri, karena hubungannya dengan pemerintah daerah.
Waktu pilkada DKI, 3 calon muncul. Ada yang pertahanan ada penentang. Yang 1 bertahan yang 2 penentang, dimana kalau dari 2 kalah salah satu, maka yang kalah dukung yang menang. Agus-silfi kalah, dukung yang menang.
Demokrasi yang sekarang tidak bisa satu komando seperti jaman pak harto. Gubernur belum tentu taat kepada presiden ( karena beda partai ).
Akan kami perjuangkan mati-matian kasus Teras 1, inginnya berhasil. Tentang hasilnya cepat atau lambat wallahualam.
Saya mengikuti pengajian oleh Al-Ustadz, sangat senang.. yang tarawihnya 2 rekaat, 4 rekaat. Saling menghormati. Agar islam kuat, tidak terpecah-pecah.
Tantangan umat islam ekonominya masih lemah, maka :
Bekali anak-anak dengan ilmu
Galakkan interpreneur, ajari kewirausahaan.
Tidak mungkin bangsa kuat / maju. Kalau umat islam tidak maju. Indonesia tidak mungkin menjadi hebat, kalau umat islamnya tidak hebat.

Sukardi_semarang
Pertanyaan:
Perubahan UUD45 lebih menguntungkan pihak tertentu bukan rakyat. Apakah MPR sudah merencanakan kembali kepada UUD45?
Sila keempat dengan memilih wakil rakyat dengan memilih MPR / DPR / DRPD, untuk presiden, gubernur, bupati dll supaya dipilih lagi oleh MPR, itu cocok untuk demokrasi indonesia, bukan demokrasi barat?
Jawab :
592 anggota MPR ( DPR + DPD ) , ini kertas warna putih, kalau yang 500 bilang hitam, maka jadinya hitam. Maka pilih wakil itu pentiiiiiiiiiiiiiiiiiiing sekali, betul-betul menentukan.
Dari 11 perubahan amandemen, baru disetujui 1, yaitu adanya haluan Negara. Tapi harus disetujui 3/4 MPR. Kami + PKB + PKS tidak ada 150 kursi, sehingga kalah.

Inggus_Sragen
Pertanyaan:
Masalah MTA Teras 1 sudah di PTUN kan, harusnya sudah selesai. Kenapa masih ada yang meradikalisasi?
Negara penuh pencitraan, karena ada kepentingan. Bapak sebagai pengawas / pengontrol pemerintah, kami mengharapkan segera tuntas. Senarnya tidak perlu sampai pihak kapolri, kapolrespun sudah cukup. Pasti adal aktornya! maunya apa? selesai.
Jawab :
Karena di tingkat bawah tidak selesai-selesai, maka akan dibawa ke atas.

Agus_solo
Pertanyaan:
Pendapat MPR mengenai penegakan syariat islam? Kalau bicara syariat, di anggap bertentangan dengan pancasila. Padahal yang dimaksud syariat 98% syariat + 2% hukum.
Jawab :
UI riset dengan kebenaran 99%. Orang indonesia menganggap 2 hal yang penting yaitu agama & diri, kalau diganggu >> marah.
Di indonesia konstitusi yang berlaku, indonesia Negara pancasila, bukan Negara islam. Maka untuk mengubah konstitusi, pilih anggota DPR/MPR dengan benar, sehingga yang berhak merubah konstitusi.

Farid_karanganyar
Pertanyaan:
Bagaimana rakyat sadar bahwa berdaulat, kalau sehari-hari diperlihatkan di tv dengan acara yang tidak mendidik, konten negative. Situs porno kenapa tidak diblokir?
Jawab :
Ada undang-undang ITE ada undang-undang penyiaran, soal implementasi soal penegakan hukum. Kadang ada yang lelet, miring, tumpul ke atas. Tv sekarang jadi tim sukses, demo 1 juta dibilang 50rb.

Aditya_aceh
Pertanyaan:
Tarif listrik naik tinggi, biasa isi token 50rb untuk 1 bulan, sekarang 50rb untuk 1 minggu. MPR nya koq diam-diam saja?
Jawab :
Harga minyak naik, harga listrik naik, gas naik. Dan naiknya sekarang tidak pakai permisi, maka ini masukan. Yang di DPR suarakan ini, pejabat itu wakil rakyat, melayani rakyatnya untuk memperjuangkan aspirasi sesuai undang-undang yang berlaku.

CLOSING AL-USTADZ
Dikatakan oleh Bapak Dzulkifli Hasan ( Ketua MPR ), melihat kasus Teras 1, kalau yang memagari itu MTA pasti sudah dianggap radikalisme, bahkan terorisme.
Maka yang biasanya menggembar gemborkan NKRI HARGA MATI, berarti dia tidak faham KEBHINEKAAN.

No comments:

Post a Comment