Pengertian & Kode Etik Wawancara

Wawancara

  Pengertian Wawancara
➛Wawancara adalah:
   ⤷Tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapat tentang suatu hal atau masalah
   ⤷Proses komunikasi berpasangan dengan suatu tujuan yang serius sesuai rancangan yang telah ditetapkan sebelumnya dan kegiatannya melibatkan tanya jawab.
➛Wawancara dilakukan oleh 2 pihak:
   ⤹Pewawancara (interviewer): orang yang bertanya
   ⤹Yang diwawancarai (interviewee): orang yang diwawancarai

Definisi wawancara
➛Percakapan antara individu yang ingin memperoleh informasi (pewawancara) untuk tujuan tertentu dengan individu lain yang menjadi sumber informasi (responden)
➛Interaksi dalam wawancara melibatkan aspek verbal & non-verbal.
➛Wawancara dilihat sebagai bentuk percakapan daripada bentuk pertanyaan:
   ⤷Pewawancara membuat pernyataan untuk merangkum atau memberikan stimulasi

Kapan menggunakan wawancara?
→ Responden buta huruf
→ Responden terlalu muda untuk mengisi skala atau tes psikologi
→ Responden terlalu sibuk mengisi skala atau tes psikologi
→ Topik yang diukur bersifat pribadi, individual, & rahasia.

Sebagai pengumpul data
→ Wawancara menggantikan alat ukur psikologis yang lain
→ Wawancara menjadi pelengkap pengumpul data alat ukur psikologi yang lain
→ Alat pengumpul data kuantitatif
→ Alat pengumpul data kualitatif

Pedoman wawancara (Hadi, 1992)
→ Memberikan bimbingan tentang pokok-pokok yang ditanyakan
→ Menghindarkan kemungkinan lupa tentang beberapa persoalan yang relevan terhadap pokok  
   penyelidikan
→ Meningkatkan wawancara sebagai metode yang hasilnya memenuhi prinsip komparabilitas

Pedoman wawancara
Wawancara terstruktur
⤷ Tentukan tujuan wawancara
⤷ Buat batasan dari tujuan secara operasional
⤷ Jabarkan operasionalisasi tujuan dalam rincian
⤷ SARAN: tanyakan pada diri sendiri, mengapa mengajukan suatu pertanyaan?
Wawancara tidak terstruktur
⤷ Tentukan tujuan wawancara
⤷ Jabarkan tujuan dalam garis besar informasi yang ingin diperoleh
⤷ Tidak perlu ada pertanyaan rinci, gunakan pedoman bahwa “peneliti/pewawancara adalah alat”

Mengapa menggunakan wawancara?
1) Dapat mengajukan pertanyaan yang tidak dapat dilakukan dengan metode lain
2) Memberikan kesempatan bagi pewawancara untuk mendapat data tentang minat, tingkat
    pemahaman, kecerdasan, dan kemampuan komunikasi subjek
3) Memberikan kesempatan bagi pewawancara untuk menilai aspek-aspek subjektif, reaksi
    non-verbal, tampilan emosi, dan aspek lain yang diperlukan.

Fungsi wawancara
1) Sebagai metode primer:
➮ digunakan sebagai satu-satunya alat pengambil data
2) Sebagai metode pelengkap:
➮ digunakan sebagai alat untuk mencari informasi-informasi yang tidak dapat diperoleh dengan cara 
    lain
3) Sebagai kriteria:
➮ digunakan untuk menguji kebenaran dan kesesuaian data yang diperoleh dengan metode 
    pengumpulan data yang lain.

Fungsi & kegunaan wawancara
→ Dalam psikologi, wawancara memiliki beberapa fungsi yaitu:   


Kelebihan wawancara
1) Pewawancara dapat memotivasi  subjek untuk menjawab  dengan  bebas dan terbuka terhadap
    pertanyaan­ pertanyaan yang diajukan.
2) Pewawancara  dapat mengembangkan  pertanyaan­ pertanyaan sesuai dengan situasi yang
    berkembang.
3) Pewawancara dapat menilai kebenaran jawaban, yang diberikan dari gerak ­gerik dan raut wajah
    subjek.
4) Pewawancara dapat menanyakan kegiatan ­kegiatan khusus yang tidak selalu terjadi.

Kelemahan wawancara
1) Proses wawancara membutuhkan waktu  yang lama, sehingga relatif mahal dibandingkan
    dengan tehnik yang lainnya.
2) Keberhasilan hasil wawancara sangat tergantung dari kepandaian pewawancara untuk
    melakukan hubungan antar manusia.
3) Wawancara tidak selalu tepat kondisi, dalam tempat tertentu, misalnya di lokasi ramai .
4) Wawancara dapat menyita waktu subjek karena bila waktu yang dimilikinya sangat terbatas.

Perbedaan antara wawancara dan percakapan sehari-hari
1) pewawancara dan subjek biasanya belum saling kenal mengenal sebelumnya.
2) responden selalu menjawab pertanyaan, pewawancara selalu bertanya.
3) pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu jawaban, tetapi harus selalu bersifat
    netral.
4) pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang telah dibuat sebel umnya, pertanyaan
    panduan ini dinamakan panduan wawancara (Interview Guide.

Jenis-jenis wawancara
→ Berdasarkan jenis panduan wawancara dan jumlah responden:


PERBEDAAN
Wawancara terstruktur
⤷ ADA PANDUAN WAWANCARA
⤷ Pertanyaan & jawaban bersifat tertutup
⤷ Pewawancara menjaga jarak
⤷ Tujuan: mencari penjelasan suatu fenomena
Wawancara tidak terstruktur
⤷ TIDAK ADA PANDUAN WAWANCARA
⤷ Pertanyaan terbuka, jawaban lebih luas & bervariasi
⤷ Pewawancara tidak menjaga jarak & tidak apriori
⤷ Tujuan: mencari pemahaman suatu fenomena

Jenis wawancara berdasarkan fungsi
➛ Wawancara penelitian:
  ⤷ Dilakukan sebagai metode memperoleh data/informasi tertentu tentang suatu fenomena yang
     diteliti
➛ Wawancara diagnostik/asesmen :
  ⤷ Berfungsi untuk melakukan pemeriksaan psikologis
➛ Wawancara terapiutik
  ⤷ Fungsinya untuk konseling, terapi, pemulihan, dan bentuk pendampingan psikologis lainnya

Jenis wawancara berdasarkan tujuan
➛ Wawancara pekerjaan
  ⤷ Untuk kepentingan bekerja, seleksi, & promosi
➛ Wawancara informatif
  ⤷ Untuk memperoleh informasi/berita jurnalistik
➛ Wawancara administratif
  ⤷ Untuk mendisiplinkan aturan, misal: siswa yang bolos
➛ Wawancara konseling (intake interview)
  ⤷ Untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada klien untuk membantu mengatasi
     permasalahan klien

 Kode etik wawancara

1) Inform consent subjek (persetujuan)
2) Kerahasiaan subjek
3) Kerahasiaan data subjek
4) Perlindungan  terhadap kenyamanan & keamanan
5) Proses diseminasi informasi terhadap para profesional & komunitas ilmuwan
6) Mencegah kecurangan & penipuan terhadap subjek
7) Penggunaan oleh dirinya atau pihak lain untuk kejahatan


No comments:

Post a Comment