Tanya Jawab Tentang Larangan Membuat Takut/Susah Sesama Muslim | belajar psikologi

FeedBurner

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tanya Jawab Tentang Larangan Membuat Takut/Susah Sesama Muslim

Ahad, 30 April 2017/03 Sya'ban 1438
"Larangan Membuat Takut/Susah Sesama Muslim"
05/02/2017




· PERTANYAAN DARI BROSUR
 Dalam QS. Al-Ahzab : 58. Apakah yang dimaksud kebohongan disini, apakah maksudnya menyakiti hati?
Jawab :
QS. Al-Ahzab : 58
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Apa alasan menyakiti? Menyakiti orang lain itu perbuatan dholim. Kalau memang tidak alasan, yang menyakiti mencari-cari kesalahan. Sehingga alasan nya bohong. Apalag menyebar fitnah. Menyakiti hati & fisik.
QS. Al-Buruj : 10
إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ
Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mu'min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.
Fitnah bisa diartikan cobaan ( menyiksa, menganiaya, dsb ). Termasuk dalam hal ini, menyiksa/memfitnah/menganiaya sesama muslim tanpa kesalahan. Ancamannya jahannam.
Jangan kamu kira berita bohong itu ringan bagimu, namun perkara besar di hadapan Allah
QS. An-Nur : 15
إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّناً وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
Sikap orang beriman kalau mendapatkan berita bohong adalah dengan tabbayun ( klarifikasi )
QS. Al-Hujurat : 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Untuk mengetahui fasik atau tidak si pembawa berita, uji dulu kebenarannya. Kalau berita tadi berita bohong? Berarti pembawa berita nya fasiq.
Jangan suka sebarkan berita, baik dari grup-grup WA, dll. Kalau berita itu berita bohong ?
QS. An-Nur : 11
إِنَّ الَّذِينَ جَاؤُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرّاً لَّكُم بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُم مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar .
Kalau ada berita, serahkan pada Rasulullah SAW / ulil amri. Kemudian akan dicek kebenarannya. Kemudian diambil sikap apa perlu diberitakan kepada yang lain atau tidak.
QS. An-Nisa : 83
وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri) . Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).
Maka, fahami syariat islam, dengan ngaji. Kemudian mengamalkan !
QS. An-Nisa : 69
وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً
Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Maka kalau tahu berita jelek, nasihati. Kalau tau berita jelek, tidak ikut memberitakan, seperti makan bangkai. Bangkai yang mestinya dikubur, malah di makan.
QS. Al-Hujurat : 12
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Menggunjing walaupun tidak benar tapi yang melakukan banyak yang melakukan banyak.
QS. Al-An’am : 116
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللّهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)
yang selamat adalah yang tidak umum, jumlahnya sedikit.
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اْلاِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيْبًا وَ سَيَعُوْدُ غَرِيْبًا فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَا اْلغُرَبَاءُ؟ قَالَ: اَلَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ. الطبرانى فى الكبير 6: 164، رقم: 586?
Dari Sahl bin Sa’d As-Saa’idiy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing, maka berbahagialah orang-orang yang asing”. Para shahabat bertanya, “Siapakah orang yang asing itu ya Rasulullah ?”. Beliau bersabda, “Yaitu orang-orang yang memperbaiki ketika manusia dalam keadaan rusak”. [HR. Thabrani dalam Al-Kabir juz 6, hal. 164, no. 5867]
Maka, yang beriman silahkan beriman, yang kafir silahkan kafir. Tidak ada yang memaksa masuk islam.
Orang kafir tidak suka Al-Qur’an dikaji itu wajar. Kalau orang islam sendiri tidak suka Al-Qur’an dikaji?
Katakana Muhammad, Kalau cinta kepada Allah ikuti Aku ( Nabi SAW => Al-Qur’an & Sunnah ).

Pertanyaan
 Bagaimana kalau saudara kita membenci kita karena tidak sepaham. Apa kita tetap mencintai mereka?
Jawab :
عَنْ اَنَسٍ عَنِ النَّبِيَّ ص قَالَ: لاَ يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلاَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ. البخارى
Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidak beriman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia cinta untuk dirinya sendiri”. [HR. Bukhari]
Iya, tidak boleh kita ikut membenci. Orang yang benci kita biasanya ingin membuat celaka kita, memutus persaudaraan, dll.
Sambung orang yang memutus persaudaraan dengan kita !! balas kebencian mereka dengan kebaikan, basas kedholiman mereka dengan memaafkan mereka. #Ajaran islam indah sekali
Wujud mencintai saudara seperti mencintai diri sendiri : kamu tidak suka digunjing, maka jangan menggunjing. Kamu tidak suka lapar, maka kasih makan saudaramu yang kelaparan.
Tidak memberi makan orang miskin dikatakan mendustakan agama.
QS. Al-Maa’uun : 1-3
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
Kalau belum bisa kita amalkan, islam kita bohong, baru pengakuan di mulut saja !

Pertanyaan
 Mohon penjelasan ?
Jawab :
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ اْلمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَ يَدِهِ. وَ اْلمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ. البخارى
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang Islam adalah orang yang mana orang Islam lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah itu adalah orang yang hijrah dari apa yang dilarang Allah”. [HR Bukhari]
Konsekuensi jadi orang muslim adalah selamatnya muslim yang lain dari lisan & perbuatanmu.

Jawab :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْمُسْلِمُ اَخُو اْلمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ، وَ لاَ يَخْذُلُـهُ، وَ لاَ يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى ههُنَا. اَلتَّقْوَى ههُنَا. اَلتَّقْوَى ههُنَا. وَ يُشِيْرُ اِلَى صَدْرِهِ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرّ اَنْ يَحْقِرَ اَخَاهُ اْلمُسْلِمَ. كُلُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى اْلمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَ عِرْضُهُ وَ مَالُهُ. مسلم
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Orang muslim itu saudaranya orang muslim lainnya, tidak boleh menganiayanya, tidak boleh mentelantarkannya dan tidak boleh merendahkannya. Taqwa itu di sini. Taqwa itu di sini. Taqwa itu di sini”. Beliau bersabda sambil menunjuk ke dada beliau. “Cukuplah seseorang berbuat jahat apabila dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap orang Islam terhadap orang Islam yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan hartanya”. [HR. Muslim]

Pertanyaan
 Bagaimana kalau berpalig dari saudara sesama muslim karena tidak suka akhlaqnya?
Jawab :
Tidak suka karena apa, kalau karena akhlaqnya kamu punya kewajiban menasihati. Kalau kamu yang salah maka kamu dinasihati. Siap menasihati & dinasihati.

Pertanyaan
 Tentang larangan menawar yang masih dalam tawaran orang lain. Bagaimana dengan lelangan ?
Jawab :
Lelangan boleh. Yang tidak boleh kalau si A mau beli kendaraan si B dengan harga sekian, belum putus. Si C menawar dengan harga lebih tinggi.

Pertanyaan
 Mohon penjelasan, bagaimana sikap kita dengan saudara yang mendemo lalu mengacungkan senjata untuk menakuti jamaah pengajian?
Jawab :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: لاَ يُشِيْرُ اَحَدُكُمْ اِلَى اَخِيْهِ بِالسّلاَحِ، فَاِنَّهُ لاَ يَدْرِى لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِى يَدِهِ، فَيَقَعَ فِى حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ. البخارى و مسلم
Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tidak boleh seseorang dari kalian mengacungkan senjata pada saudaranya. Karena ia tidak tahu barangkali syaithan mencabut dari tangannya dan menjerumuskannya ke lubang neraka”. [HR. Bukhari dan Muslim].
Ngaji koq mbok acungi arit, salahe opo? Boleh tidak suka, tapi jangan menghalangi yang suka ngaji.
Kalau ditanya alasanya pasti bohong. Sesungguhnya mereka memikul dosa yang nyata. Mendapatkan siksa yang membakar. Karena dengki terbakar hatinya.
Allah akan tetap menyempurnakan cahaya islam ( Al-Qur’an ), orang-orang musyrik walaupun akan memadamkan cahaya islam.
QS. Al-Maidah : 16
يَهْدِي بِهِ اللّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنِ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Revolusi mental yang dicanangkan presiden jokowi. Tanpa Al-Qur’an mental tidak mungkin.

Pertanyaan
 Karena ia tidak tahu barangkali ia mencabut dari tangannya, dan menjerumuskan ke neraka. Mohon penjelasan?
Jawab :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: لاَ يُشِيْرُ اَحَدُكُمْ اِلَى اَخِيْهِ بِالسّلاَحِ، فَاِنَّهُ لاَ يَدْرِى لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِى يَدِهِ، فَيَقَعَ فِى حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ. البخارى و مسلم
Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Tidak boleh seseorang dari kalian mengacungkan senjata pada saudaranya. Karena ia tidak tahu barangkali syaithan mencabut dari tangannya dan menjerumuskannya ke lubang neraka”. [HR. Bukhari dan Muslim].
Kalau setan lewat, kebencian memuncak, sejata tadi akan kamu kenakan orang yang kamu benci tadi. Kalau sesame muslim saling membunuh, semua masuk neraka.

Pertanyaan
 Mengutus muad karena apa?
Jawab :
عَنْ اَبِى مُوْسَى قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذا بَعَثَ اَحَدًا مِنْ اَصْحَابِهِ فِى بَعْضِ اَمْرِهِ قَالَ: بَشّرُوْا وَ لاَ تُنَفّرُوْا وَ يَسّرُوْا وَ لاَ تُعَسّرُوْا. مسلم 3: 1358
Dari Abu Musa, ia berkata : Dahulu Rasulullah SAW apabila mengutus seseorang diantara shahabatnya untuk sesuatu urusan, beliau bersabda, “Gembirakanlah, jangan kalian buat lari, dan mudahkanlah, jangan kalian persulit”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1358]
Karena misi dakwah. Kemudian muad dipesan untuk menyampaikan islam apa adanya, mudahkanlah jangan dipersulit. Beri kabar kalau islam itu menyenangkan, jangan membuat takut.
Dengan islam ini Allah menghendaki satu kemudahan, bukan kesulitan.
QS. Al-Baqarah : 185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Pertanyaan
 Mengapa orang yang tersadar dari kantuknya ketakutan, padahal yang diambil Cuma panah, bukan emas?
Jawab :
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رض قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فِيْ مَسِيْرٍ فَخَفَقَ رَجُلٌ عَلَى رَاحِلَتِهِ، فَاَخَذَ رَجُلٌ سَهْمًا مِنْ كِنَانَتِهِ فَانْتَبَهَ الرَّجُلُ فَفَزِعَ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لاَ يَحِلُّ لِرَجُلٍ اَنْ يُرَوّعَ مُسْلِمًا. الطبرانى فى الكبير و رواته ثقات
Dari Nu’man bin Basyir RA ia berkata : Dahulu kami bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, lalu ada seseorang yang sedang ngantuk di atas kendaraannya. Kemudian ada seorang laki-laki lain mengambil anak panah orang yang ngantuk tersebut dari wadahnya. Maka orang itu terbangun dan terkejut ketakutan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal bagi seseorang membuat takut seorang muslim”. [HR. Thabrani dalam Al-Kabir, para perawinya orang-orang yang dapat dipercaya].
Panah itu senjata. Jangan-jangan yang mencabut musuh, untuk membunuh saya. Mestinya kalau membangunkan jangan ambil panahnya. Di bangunkan pelan-pelan.

Pertanyaan
 Pemahaman kami dilarang melototi sesama muslim, tapi hadits dhoif. Meskipun hadits nya dhoif, melototi sesasa muslim tidak baik?
Jawab :
Dari Abdullah bin „Amr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memandang kepada saudaranya dengan pandangan yang menakutkan, maka Allah memberi ketakutan padanya pada hari qiyamat”. Dalam riwayat yang lain : “Barangsiapa memandang orang muslim dengan pandangan yang menakutkan, maka Allah memberi ketakutan padanya pada hari qiyamat”. [HR. Baihaqi, dalam Syu'abul iimaan juz 6. Hal. 50, no. 7468, dla'if karena dalam sanadnya ada perawi bernama 'Abdur Rahman bin Ziyaad bin An'um]
Walaupun hadits ini dhoif, bersesuaian dengan hadits shohih. Senyummu pada saudaramu itu shadaqah. Sehingga bisa dipakai

Pertanyaan
 Mohon penjelasan : Sebelum dinar & dinar tidak berlaku?
Jawab :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلَمَةٌ ِلأَخِيْهِ مِنْ عِرْضٍ اَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اْليَوْمَ مِنْ قَبْلِ اَنْ لاَ يَكُوْنَ دِيْنَارٌ وَ لاَ دِرْهَمٌ اِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ اُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ. وَ اِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ اُخِذَ مِنْ سَيّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ. البخارى و الترمذى
Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa yang pernah berbuat dhalim kepada saudaranya, baik tentang harta atau berupa apa saja, maka hendaklah minta halalnya (ridlanya) pada hari ini, sebelum dinar dan dirham tidak berlaku. (Karena) jika orang yang berbuat dhalim itu mempunyai amal shalih akan diambil darinya seukur perbuatan dhalimnya itu. Dan jika orang yang berbuat dhalim itu tidak mempunyai kebaikan-kebaikan, maka diambilkan dari dosanya orang yang di dhalimi itu, lalu diberikan kepada orang yang berbuat dhalim itu”.[HR. Bukhari dan Tirmidzi]
Maksudnya sebelum mati. Maka, mohonlah kepada saudaramu ridhonya.

Pertanyaan
 Apa hadits ini tidak bertentangan dengan QS. An-Najm : 38-39?
Jawab :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَ تَدْرُوْنَ مَا اْلمُفْلِسُ؟ قَالُوْا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ لَهُ وَ لاَ مَتَاعَ، قَالَ: اِنَّ اْلمُفْلِسَ مِنْ اُمَّتِى مَنْ يَأْتِى يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَ صِيَامٍ وَ زَكَاةٍ، وَ يَأْتِى وَ قَدْ شَتَمَ هذَا وَ قَذَفَ هذَا وَ اَكَلَ مَالَ هذَا وَ سَفَكَ دَمَ هذَا وَ ضَرَبَ هذَا، فَيُعْطَى هذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَ هذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَاِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ اَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ اُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِى النَّارِ. مسلم و الترمذى
Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kalian siapa orang yang pailit itu ?”. Para shahabat menjawab, “Orang yang pailit di kalangan kami adalah orang yang tidak mempunyai dirham dan orang yang tidak mempunyai barang-barang”. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang pailit dari umatku ialah orang yang datang pada hari qiyamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat. Tetapi disamping itu dia telah mencaci ini, menuduh ini, memakan hartanya ini, menumpahkan darahnya ini dan memukul ini. Maka diberikan kepada ini dari kebaikan-kebaikannya dan kepada ini dari kebaikan-kebaikannya. Kemudian jika telah habis kebaikan-kebaikannya padahal belum lunas yang menjadi tanggungannya, maka diambilkan dari dosa-dosanya orang yang pernah didhalimi itu dan diberikan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke neraka”. [HR. Muslim dan Tirmidzi].
Kalau hadits shahih bertentangan dengan Al-Qur’an, maka pemahamannya yang harus dibenarkan
Hadits ini menerangkan untuk yang punya hutang di dunia, segera di sahur di dunia. Kalau belum disahur di dunia, di akherat akan ditagih. Saat ditagih tidak punya apa, kecuali kebaikan. Bayarnya dengan amal kebaikan tadi.
QS. An-Najm : 38-39
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى
(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,
contohnya seperti kirim ganjaran untuk simbah, tidak bisa.

Pertanyaan
 Suami dulu dijodohkan, tapi lebih memilih saya. Selelah menikah saya sering didholimi mertua? Mertua mendholimi saya ? Apa saya berhak minta tanggung jawab mertua. Beliau berumur 70 tahun, rajin shalat tapi sering bicara kotor. Apa saya harus menaati sumpah beliau, setelah meninggal? Sejak awal beliau bersumpah tidak akan menyentuh saya sampai mati? Apapun yang saya kasih kepada beliau ditolak, kecuali uang. Dalam hati saya berkata sekarang saya terima perlakuan beliau, titonono sok neng akherat, saya mau minta keadilan sama Allah?
Jawab :
Kalau kamu ngaji, amalkan hasil kaji. Orang bertaqwa punya sifat menahan amarah, memaafkan orang lain.
Kalau usia dekat 70 tahun, jangan-jangan sudah mendekati pikun, kalau sudah pikun apa-apa sudah tidak dicatat. Kamu jangan ikut pikun.
Perbuatan ibumu nanti urusan dengan Allah, maafkan, jangan dendam.

Pertanyaan
 Berkaitan dengan QS. Al-Hujurat : 12. Saat saya sekolah dulu, teman-teman saya menggunjing kerabat dekat saya ( pacaran ). Teman-teman saya lebih tahu dan menceritakan kepada saya, akhirnya saya iyakan. Akhirnya hubungan pacaran kerabat saya rusak, karena saya laporkan kepada guru BK?
Jawab :
Tidak hanya kena QS. Al-Hujurat : 12. Tapi juga QS. An-Nur 15
QS. An-Nur : 15
إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّناً وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
Maka, klarifikasi / tabayunkan berita tersebut.

· PERTANYAAN LANGSUNG
 Arifin_NTB
Lombok terkenal dengan wisatanya, banyak yang mencari pencaharian di sana, banyak wisatawan asing membuka aurat. Bagaimana mensikapi nya? Kita kerja di wilayah pantai
Misalkan saya bersumpah demi Allah tidak akan menggunjing. Apabila menggunjing akan puasa 2 bulan. Saya melanggar sumpah tersebut dan tidak mampu puasa, bagaimana cara membatalkan sumpah tersebut?
Jawab :
Tidak di bali / Lombok, turis ya seperti itu. kamu sebagai nahkoda speedboat untuk antarkan dan antarkan saja, jangan kamu melototi para wisatawan tadi. Semaksimalnya menjaga diri.
QS. Al-Maidah : 89
لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).
Kafarah sumpah :
- 10 makan orang miskin, biasa makan sehari berapa, kwalitas sama dengan yang biasa dimakan sehari-hari untuk keluarga
- 10 pakaian orang miskin, yang bisa menutup aurat.
- Memerdekanan seorang hamba sahaya
- ( kalau tidak mampu ) maka puasa 3 hari.

Pertanyaan
 Erik_bali
Saya bekerja di sebuah restoran, setiap mau bekerja mengadakan breafing, di situ saya masukin kajian seperti membahas brosur. Pada saat itu teman-teman sudah menikah semua. Brosur yang saya sampaikan brosur yang berjudul kewajiban suami kepada istri / kewajiban istri kepada suami. Sedangkan saya belum menikah. Saya ingat QS. Ash Shaff : 2 – 3. Pada saat itu saya menganggap teman-teman sangat butuh materi itu?
Jawab :
Kamu belum punya istri, dan akan punya istri. Lebih baik kalau kamu belajar sebelum mengamalkan. Boleh saja kamu menjelaskan seperti itu. menerangkan kepada orang lain hakekatnya menerangkan kepada diri sendiri.

Pertanyaan
 Musthofa_wirosari
Saya pernah membaca sebuah hadits, pelacur yang masuk surga karena merasa iba dengan seorang anjing. Apakah tidak bertentangan dengan ayat yang artinya barang siapa yang timbangan amal baiknya lebih banyak maka masuk surge? Yang masuk surga hanya orang bertaqwa padahal pelacur tadi tidak bertaqwa
Saat sekolah dulu setelah olahraga biasa urunan untuk beli minuman, sekarang belum bayar, orangnya ( yang mau di bayar ) sudah tidak ketemu?
Jawab :
Yang masuk surga itu yang beriman dan beramal shaleh. Tidak mungkin pelacur yang tidak beriman masuk surga.
Beda kisah dengan orang musafir yang kehausan, kemudian masuk sumur ambil air. Sampai atas liat anjing yang mencakar-cakar menjilat tanah. Orang ini faham kalau anjing tadi kehausan. Akhirnya turun ke sumur lalu ambil air dengan sepatunya. Kemudian memberikan air kepada anjing. Berita itu sampai kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW mengatakan orang itu masuk surga karena memberi minum anjing.
Pemahamannya, kalau dengan anjing saja kasihan apalagi dengan sesame manusia, dan itu cerminan iman dalam hatinya.
Kamu tidak masuk surga kecuali beriman, dan tidak beriman kecuali dengan kasih sayang.
Salah satu wujud kasih sayang kepada binatang ( kambing / sapi / unta / ayam / dll ) dengan menajamkan pisaunya, supaya yang disembelih cepat mati.
Hutang saat masih sekolah, jumlah sedikit banyak harus dibayar. Cari orang yang dihutangi. Kalau tahu rumahnya, misal dia sudah meninggal, sahurkan pada ahli warisnya.

Pertanyaan
 Warsono_kutaikartanegara, Kaltim
Karena belum ada cabang, setelah silaturahim banyak sms masuk. Ada saudara sekitar kutai bersedia untuk gabung. Harapanya akan ada cabang/perwakilan?
Sebelum ngaji di MTA saya sudah tinggalkan kenduri/tahlilan. Ada warga yang mengatakan pak warsono ini apa bukan islam ( Karena tidak ikut kenduri ). Maka, saya datang tidak mengamini, sekaligus menjelaskan kenapa tidak ikut kenduri?
Kalau terlambat jum’atan, apa shalat 2 rekaat / 4 rekaat?
Jam ustadz on air disorekan?
Saya bekerja juga sebagai penagih hutang, kalau sudah capek nagih, saya katakana “ nanti biar malaikat yang nagih “?
Jawab :
Kalau sudah banyak yang ingin gabung. Dihimpun saja, adakan kajian rutin, bahas brosur. Kalau sudah rutin ngajukan permohonan ke MTA Pusat, akan dikirim guru ke sana, untuk menjadi calon perwakilan.
Sampaikan ayat yang sudah diketahui, jangan sampaikan yang belum diketahui.
Musafir kalau di hari jum’at ya jum’atan ( shalat jum’at ), tidak menggugurkan shalat jum’atnya.
Pukul 18.00-20.00 untuk tahsin, tahsin juga penting. Kalau memang kepingin mendengarkan utuh, jangan suruh geser waktunya, ngantuknya yang dihilangkan.
Begitulah watak orang yang punya hutang, hutangnya seolah wajib, nyaurnya mubah. Penundaan orang bayar hutang, walaupun mampu berarti dholim.

Pertanyaan
 Asih_banyuwangi
Saat shalat dhuhur, matikan HP !
Benarkan ustadz sukino memasang tarif perjodohan, kalau laki-laki berapa juta? Kalau perempuan berapa ratus?
Ustadz sukino diberitakan di luar membenci nikah siri?
Jawab :
Berita seperti itu karena kebencian, semua bohong. Tidak pernah tahu, langsung menuduh.
Untuk nikah siri, di MTA ini saya larang. Umumnya kalau nikah siri, ada sebab yang disembunyikan. Yang jadi korban wanitanya.
Contoh mahasiswa untuk menghindari pacaran nikah dulu biar sah. Padahal syariatnya kalau belum mampu untuk puasa.
Nikah itu terbuka, Nabi SAW kalau ada orang menikah suruh buat rame-rame, bukan disembunyikan.
Bukan saya membenci, mau nikah siri silahkan, tapi untuk warga MTA jangan nikah siri !
Kalau shalat jamaah di sini, HP dimatikan semua !!

Pertanyaan
 Sukiman prayoga_wonosobo
Saya mendengar bahwa MTA melarang wanita kerja di luar negeri. Umpama kerja di kesehatan bagaimana? Orang kecil seperti saya ini menyekolahkan anak dengan jual tanah, setelah selesai kuliah cari kerja sulit, malu dan ingin kerja di luar negeri saja, di bidang kesehatan, bukan sebagai pembantu rumah tangga?
Resepnya bagaimana ngaji berjam-jam koq tidak ke belakang ( kencing )?
Jawab :
MTA memang melarang warganya wanita kerja di luar negeri. Kenapa harus tinggalkan suami / anak? Kenapa keroyo-royo gadis cari uang di luar negeri? Padahal di dalam negeri ada uang. Wanita musafir tanpa mahrom ada laranganya.
Kerja di luar negeri ada yang tidak digaji, apalagi kalau tidak kuat iman, pulang bisa bawa anak. Kalau terjadi seperti itu siapa yang bertanggung jawab?
Pemimpin itu bagai penggembala, kalau kamu lepaskan gembalaanmu bagaimana pertanggung jawabanmu?
Bapak juga jangan salah didik, sekolah jual sawah, kalau lulus untuk mengembalikan?
Kalau menyekolahkan anak jangan untuk jadi pegawai, tapi merupakan kewajiban orang tua mendidik / mendewasakan anaknya.
Nabi SAW mengatakan kalau orang yang beruntung itu orang yang beriman yang rejekinya di negeri sendiri
Wanita tidak dituntut mencari nafkah. di luar negeri tidak bisa ngaji, lingkungannya bukan orang-orang ngaji.
Warga putra pun saya suruh pertimbangkan !! bani israil dulu bersama dengan nabinya ( Musa AS ), hanya kurang makanan yang bermacam-macam, makanan nya hanya manna dan salwa. Usul kepada nabi untuk mendatangkan kacang adas, timun, dll. Wujud tidak syukur, nabi menjawab : apakah kamu akan mengambil yang rendah, kamu buang yang lebih baik? Pergilah kamu ke kota, kamu nanti akan dapati hekekat apa yang kamu minta.
Bani israil ditegur, di abadikan dalam Al-Qur’an, sebagai pelajaran ! jangan ditiru!
QS. Al-Baqarah : 61
وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُواْ مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَآؤُوْاْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ذَلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas
Hakekat yang diminta itu tidak kerasan bersama Nabi Musa AS. Kalau salah di ingatkan, merasa terkekang. Karena pergi yang didapat adalah kemurkaan Allah.
QS. Al-Kahfi : 28
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
Kalau lupa mengingat Allah, hatinya dipimpin oleh hawa nafsu, hidupnya akan tersesat.
Maka, nasihatkan kepada anak kalau sekolah tinggi supaya pinter + dilandasi iman. Yang memberi rejeki itu Allah.
Kerja apapun tidak usah malu, yang penting halal + thoyyib. Didik anak kalau bisa menjadi majikan, tidak menjadi buruh.
Resep agar sehat dan lancar ngaji, ceritakan yang baik-baik pada yang lain, sakitnya dirasakan sendiri, mohon pada Allah, spy sakitnya tidak mengganggu dakwah.
Maka gunakan 5 perkara sebelum 5 perkara, salah satunya sehatmu sebelum sakitmu ! saat sehat manfaatkan sebaik mungkin untuk beramal, jangan hanya berangan-angan saja saat sakit ( kalau sudah sehat akan …. , ….., …… )
Jaman Nabi SAW ada kisah sahabat yang selesai shalat langsung pulang tanpa dzikir. Nabi SAW mengatakan kalau kamu ini seperti orang munafiq, sebelum dzikir sudah meninggalkan tempat. Sahabat menjawab saya ingin shalat awal waktu, istri saya juga ingin shalat awal waktu, sedangkan pakaian untuk shalat hanya 1. Minta doa kepada Rasulullah SAW supaya bisa kaya, rajin infaq, dan beramal maksimal. Setelah kaya yang terjadi sebaliknya : bakhil & tidak rajin ibadah.

0 Response to "Tanya Jawab Tentang Larangan Membuat Takut/Susah Sesama Muslim"

Post a Comment