Tanya Jawab Tentang Anjuran bershadaqah

NOTULENSI JIHAD PAGI
Ahad, 14 Mei 2017/17 Sya’ban 1438




PERTANYAAN DARI BROSUR
Berarti kaya dan miskin sudah menjadi ketentuan Allah?
Jawab:
قُلْ اِنَّ رَبّيْ يَبْسُطُ الرّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَادِه وَيَقْدِرُ لَهُ، وَ مَآ اَنْفَقْتُمْ مّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُه، وَ هُوَ خَيْرُ الرّزِقِيْنَ. سبأ:39
Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezqi bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apasaja yang kamu nafqahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezqi yang sebaik-baiknya.
[QS. Saba’ : 39]
Iya, sudah ditentukan. Kaya dan miskin adalah ujian.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.
QS. Al-Anbiya’ (21) : 35

    Harta yang banyak itu menyenangkan, harta yang sedikit tidak menyenangkan. Namun semua itu merupakan ujian.
Walau ada sebagian beranggapan, kalau diberi harta yang banyak merasa dimuliakan Allah, kalau diberi harta yang sedikit merasa dihinakan Allah.

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku" .
QS. Al-Fajr (89) : 15-16

    Orang seperti ini, menanggap orang lain kalau miskin berarti tidak dimuliakan Allah, kalau kaya di muliakan Allah.
Padahal mulia di mata Allah tergantung pada takwanya.
Kaya dan miskin sudah ditentukan Allah, maka jangan terlalu bangga menjadi orang kaya, dan jangan terlalu sedih menjadi orang miskin

وَمِنْهُم مَّنْ عَاهَدَ اللّهَ لَئِنْ آتَانَا مِن فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ
Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.
فَلَمَّا آتَاهُم مِّن فَضْلِهِ بَخِلُواْ بِهِ وَتَوَلَّواْ وَّهُم مُّعْرِضُونَ
Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).
فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقاً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُواْ اللّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُواْ يَكْذِبُونَ
Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.
QS. Al-Taubah (9) : 75-77
    
      Orang seperti ini diuji oleh Allah dengan kekayaan tidak lulus, karena setelah kaya dijadikan orang munafiq sampai ketemu Allah. Orang munafiq tempatnya di neraka yang paling bawah.
Apapun kondisi saat ini disyukuri, mau beramal baik ya sekarang ini, tidak menunggu kalau sudah kaya. Kalau pandai bersyukur akan ditambah nikmatya oleh Allah.
Lihat sejarah majlis !! saat ngaji di kemlayan, di luar di bawah pohon, kalau angin besar uler, semut pada jatuh, hujan pakai paying, peserta ngaji belum ada mobil, kebanyakan sepeda onthel, paling balik sepeda motor. Sekarang Allah kasih gedung ahad pagi begini megah, mobil-mobil parkir sepanjang jalan bahkan tidak cukup, sepeda onthel sudah sangat jarang. Mari tingkatkan syukur !! dengan fasilitas yang saat ini semakin mudah.
Sebagai wujud syukur ( semakin menggencarkan dakwah ), menegakkan yang haq pasti diuji, kalau imannya benar menghadapi rintangan / cobaan tidak ragu-ragu. Orang ngaji koq koq dipagari jalannya, tidak normal otaknya. Kalau kita betul-betul beriman, pasti ada pertolongan dari Allah. Tidak akan ada yang bisa membendung pertolongan dari Allah.

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi ; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang . Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
QS. Al-Hajj (22) : 11

      Dalam suatu riwayat ada orang masuk islam, belum lama unta piaraan mati, kemudian kembali kafir.
Dia masuk islam ekonomi makin baik, rumah tangga makin baik, ekonomi lancar dengan tujuan semua serba kecukupan. Ternyata tidak? kembali berbalik ke belakang ( jadi kafir lagi ). Ibaratnya masuk islam lihat-lihat dulu, di tepian, tidak masuk secara keseluruhan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
QS. Al-Baqarah (2) : 208

Pertanyaan:

        Kalau sahabat dulu, mau berangkat perang, minta doa kepada istri supaya mati syahid. Ada suatu riwayat, pengantin baru habis kumpul dengan istri, ada perintah untuk perang, istri persiapkan peralatan perang, suami berangkat perang. Pamitnya doakan saya menemui syahid, akhirnya betul, suami mati syahid. Karena kumpul dengan istri belum sempat mandi janabat langsung berangkat perang. Dimandikan oleh bidadari dari syurga. Istrinya menjadi janda & senang, nanti ketemu di surganya Allah.
Sekarang nganten anyar, ada komando berangkat SAR aja ditahan istri. Padahal Al-Quran & Nabi yang dahulu ya yang sekarang ini, mengapa jadinya berbeda ? berangkat tugas koq ragu-ragu?
Apa yang dimaksud dengan “kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan yang sempurna”?
Jawab :
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّ?ى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ، وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللهَ بِه عَلِيْمٌ. ال عمران: 92
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafqahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafqahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
[QS. Ali 'Imraan ( 3 ) : 92]

      Memberikan sesuatu yang tidak baik, yang kamu melihatnya sudah tidak suka. dari pada nyepet-nyepeti mripat kasih orang saja. Kalau kamu memberi kepada yang lain barang yang sudah kamu tidak sukai, maka tidak dihitung benar-benar suatu kebaikan.
Menginfaqkan barang itu yang kamu suka !

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلاَّ أَن تُغْمِضُواْ فِيهِ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
QS. Al-Baqarah (2) : 267

      Maka memberi kepada orang lain, pilihkan yang baik-baik ! kalau yang jelek-jelek yang kamu tidak suka, maka tentu orang yang kamu beri juga tidak suka.
Umumnya kalau memberi yang jelek-jelek, ternyata Al-Quran melarang, bukan termasuk kebaikan, karena kamu sendiri tidak suka.

Pertanyaan:
Harta yang dibakhilkan akan dikalungkan di leher. Maksudnya apakah rumah, mobil, tanah, dll akan dikalungkan di leher karena tidak mau menzakati?
Jawab :
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ ا?ت?ىهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِه هُوَ خَيْرًا لَّهُمْ، بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ، سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِه يَوْمَ الْقِي?مَةِ، وَ للهِ مِيْرَاثُ السَّم?و??تِ وَ اْلاَرْضِ، وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ. ال عمران: 180
Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[QS. Ali 'Imraan (3) : 180]

Tidak dirinci oleh Allah, artinya harta apapun yang kamu miliki, di infaqkan di jalan Allah koq bakhil, hari kiamat akan dikalungkan di leher. Padahal yang memberi harta Allah

هَاأَنتُمْ هَؤُلَاء تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاء وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (kepada-Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.
QS. Muhammad ( 47 ) : 38

Harta dari Allah, suruh membelanjakan di jalan Allah, koq bakhil? Harta yang kamu bakhilkan setelah dipanaskan di neraka akan disetrikakan di punggungmu. Kalau Allah yang mengajak, pasti dituntun kepada jalan yang membahagiakan. Jangan dikira Allah miskin, kamu yang miskin, Allah yang kaya.
Kalau kamu bakhil, akan diganti oleh hamba Allah yang tidak bakhil. Balasan infaq di jalan Allah berlipat ganda, maka tidak ada orang yang jadi mlarat karena berinfaq.
Kalau orang mau infaq dilajalan Allah dibisiki setan, yang ini belum dibayar, yang itu belum dibayar, dll sehingga akan infaq di jalan Allah Engko Gek ( penyakit hati ). Setan membisiki kamu berbuat bakhil..

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
QS. Ali-Imran ( 3 ) : 134
Pertanyaan:
Ada sahabat berinfaq, si A berinfaq 1 dirham, si B berinfaq 100.000 dirham tapi pahalanya lebih banyak yang berinfaq 1 dirham, koq bisa? Karena si A punya uang 2 dirham, yang 1 dirham di infaqkan.
Mohon penjelasan hadits berikut?
Jawab :
عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اَلْيَدُ اْلعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اْليَدِ السُّفْلَى. وَ ابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ. وَ خَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى. وَ مَنْ يَسْتَعِفَّ يُعِفَّهُ اللهُ. وَ مَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ. البخارى 2: 117
Dari Hakim bin Hizaam RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Tangan yang di atas itu lebih baik dari pada tangan yang di bawah. Dahulukanlah dalam pemberianmu kepada orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedeqah ialah yang lebih dari keperluan. Dan barangsiapa yang berlaku perwira, maka Allah akan memelihara keperwiraannya dan barangsiapa yang mencukupkan diri, maka Allah akan mencukupkannya". [HR. Bukhari juz 2, hal. 117]

Tangan yang di atas maksudnya memberi, tangan yang dibawah maksudnya yang menerima ( yang minta ). Kalau kamu punya harta utamakan diberikan kepada orang yang menjadi tanggungannya ( orang tua, istri, anak, dll ).
Jangan sedekahkan kepada yang lain, sedekah tidak mengalahkan kepentingan keluarga, tapi juga jangan semua untuk keluarga.
Menjaga keperwiraan maksudnya tidak meminta-minta. Keluarga juga baik, tidak pernah mengeluh, yakin Allah akan memberikan rejeki. Orang lain yang mengetahui semacam itu, punya kewajiban untuk berinfaq kepadanya.

لِلْفُقَرَاء الَّذِينَ أُحصِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ ضَرْباً فِي الأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاء مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لاَ يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافاً وَمَا تُنفِقُواْ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ
(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.QS. Al-Baqarah (2) : 273

      Siapa yang mencukupkan dirinya Allah akan mencukupkannya. Maksudnya seberapapun pemberian Allah, dicukup-cukupkan.
Orang yang kaya adalah orang yang banyak mengingat mati, yang berguna yang banyak amal di hadapan Allah.
Bukan berarti orang islam tidak boleh kaya, tapi harta ditangannya, namun tidak dibelenggu oleh hartanya. Misal mau berangkat ngaji pelanggan pada datang, takut pelanggan pergi akhirnya dilayani, yang seperti itu dibelenggu oleh hartanya.
Contoh lagi toko sedang rame, terdengar adzan shalat jumat, Allah perintahkan tinggalkan jual-belimu ! harta yang kamu cintai, akhirnya akan dipisahkan oleh Allah.

Pertanyaan:
Bagaimana kalau mempunyai sedikit? Apa untuk diri sendiri, anak & istri tidak diberi nafkah?
Mohon penjelasan kamu lebih mengetahui siapa yang harus kamu beri sedekah ?
Jawab :
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: تَصَدَّقُوْا. فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، عِنْدِي دِيْنَارٌ؟ قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ. قَالَ: عِنْدِي آخَرُ؟ قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى زَوْجَتِكَ. قَالَ: عِنْدِي آخَرُ؟ قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ. قَالَ: عِنْدِي آخَرُ؟ قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى خَادِمِكَ. قَالَ: عِنْدِي آخَرُ؟ قَالَ: اَنْتَ اَبْصَرُ. النسائى 5: 62
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Bershadaqahlah kalian". Lalu ada seorang laki-laki yang bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau saya punya uang satu dinar ?" Beliau bersabda, "Bershadaqahlah untuk dirimu". Orang laki-laki itu bertanya lagi, "Kalau saya punya yang lain ?". Beliau bersabda, "Bershadaqahlah untuk istrimu". Orang itu bertanya lagi, "Kalau saya punya yang lain lagi ?". Beliau bersabda, "Bershadaqahlah untuk anak-anakmu". Orang itu bertanya lagi, "Kalau saya masih punya yang lain lagi ?". Beliau bersabda, "Bershadaqahlah untuk pelayanmu". Orang itu bertanya lagi, "Kalau saya masih punya yang lain lagi ?". Beliau bersabda, "Kamu lebih mengetahui siapa yang seharusnya kamu beri shadaqah".
[HR. Nasaiy juz 5, hal. 62]

        Nabi SAW juga mengatakan berilah makan istrimu jika kamu makan. bukannya tidak mempedulikan anak istri, kalau kamu makan anak istri juga diberi makan. Kalau untuk dirimu sendiri tidak makan, bagaimana bisa memberi makan anak istri? << maksudnya begitu.

Pertanyaan:
Bersodaqohlah untuk istrimu, istri kalau di ajak hubungan Cuma alesan-alesan, ngantuk dsb, kalau mau melayaninya tidak ikhlas?
Jawab :
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: تَصَدَّقُوْا. فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، عِنْدِي دِيْنَارٌ؟ قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ. قَالَ: عِنْدِي آخَرُ؟ قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى زَوْجَتِكَ. قَالَ: عِنْدِي آخَرُ؟ قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى وَلَدِكَ. قَالَ: عِنْدِي آخَرُ؟ قَالَ: تَصَدَّقْ بِهِ عَلَى خَادِمِكَ. قَالَ: عِنْدِي آخَرُ؟ قَالَ: اَنْتَ اَبْصَرُ. النسائى 5: 62
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Bershadaqahlah kalian". Lalu ada seorang laki-laki yang bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau saya punya uang satu dinar ?" Beliau bersabda, "Bershadaqahlah untuk dirimu". Orang laki-laki itu bertanya lagi, "Kalau saya punya yang lain ?". Beliau bersabda, "Bershadaqahlah untuk istrimu". Orang itu bertanya lagi, "Kalau saya punya yang lain lagi ?". Beliau bersabda, "Bershadaqahlah untuk anak-anakmu". Orang itu bertanya lagi, "Kalau saya masih punya yang lain lagi ?". Beliau bersabda, "Bershadaqahlah untuk pelayanmu". Orang itu bertanya lagi, "Kalau saya masih punya yang lain lagi ?". Beliau bersabda, "Kamu lebih mengetahui siapa yang seharusnya kamu beri shadaqah".
[HR. Nasaiy juz 5, hal. 62]
 
   Hadits di atas tidak ada hubungannya dengan kumpul suami istri. Istri di ajak tidur suami tidak mau, akan dilaknat malaikan sampai pagi. Maka, istri di ajak ngaji yang serius, sungguh-sungguh.

Pertanyaan:
Apakah maksudnya orang miskin yang bersedekah, mempunyai derajat lebih tinggi dari pada orang kaya yang bersedekah?
Jawab :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ اَلْفِ دِرْهَمٍ. قَالُوْا: وَكَيْفَ؟ قَالَ: كَانَ لِرَجُلٍ دِرْهَمَانِ تَصَدَّقَ بِاَحَدِهِمَا وَانْطَلَقَ رَجُلٌ اِلَى عُرْضِ مَالِهِ فَاَخَذَ مِائَةَ اَلْفِ دِرْهَمٍ فَتَصَدَّقَ بِهَا. النسائى 5: 59
Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Pahala shadaqah satu dirham bisa mengalahkan pahala shadaqah seratus ribu dirham". Para shahabat bertanya, "Bagaimana hal itu bisa terjadi, ya Rasulullah ?". Beliau bersabda, "Ada seseorang yang hanya punya uang dua dirham, kemudian ia menyedekahkan uangnya yang satu dirham. Dan ada orang yang kaya, ia menuju hartanya yang bertumpuk-tumpuk, lalu ia mengambil seratus ribu dirham, lalu ia shadaqahkan".
[HR. Nasaiy juz 5, hal. 59]

Nilai 1 dirham lebih berat karena hanya punya 2 dirham, separoh harta untuk fii sabilillah. Yang satu punya buuuanyak uang, tapi infaqnya hanya 100.000 dirham ( belum ada 1/3 atau 1/4 harta nya )

Pertanyaan:
Allah tidak mau menerima sedekah kecuali dari usaha yang halal. Bagaimana dengan orang yang bersedekah, dari hasil yang tidak halal ( bank plecit/bank harian/bank titil/rentenir )?
Apa yang disedekahkan disisi Allah akan tumbuh?
Jawab :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيّبٍ، وَ لاَ يَقْبَلُ اللهُ اِلاَّ الطَّيّبَ، وَ اِنَّ اللهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبّيْهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبّى اَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ اْلجَبَلِ. البخارى 2: 113
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang bersedeqah senilai satu biji kurma dari hasil usaha yang halal, dan Allah tidak mau menerima kecuali dari usaha yang halal, maka Allah akan menerima sedeqah itu dengan tangan kanan-Nya, kemudian dipelihara-Nya baik-baik untuk yang bersedeqah itu, sebagaimana salah seorang diantara kamu memelihara anak kudanya, sehingga sedeqah satu biji kurma itu menjadi sebesar gunung.
[HR. Bukhari juz 2, hal 113]

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
QS. Al-Baqarah (2) : 261
      Kalau yang di infaqkan dari hasil usaha yang haram, Allah tidak akan menerima. Orang kafir yang beramal dengan harta sebanyak apapun, seperti debu di atas batu tertimpa hujan lebat, sia-sia.
Kalau dulunya kafir, berinfaq. Setelah menjadi orang islam, infaq yang dulu dicatat sebagai kebaikan.

Pertanyaan:
Saya punya usaha batik/sablon/printing. Kadang kala hasil kurang bagus, kalau sudah bagus, yang kurang bagus saya sortir jadi barang BS. Kadang kala orang yang beli jarik yang baik saya kasih orang yang BS, saya tidak memicingkan mata kepada barang yang BS, karena kalau dikumpulkan banyak bisa dijual pula. Saya beri barang BS apa kena ayat tersebut?
Jawab :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلاَّ أَن تُغْمِضُواْ فِيهِ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
   Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
QS. Al-Baqarah : 267

Tidak kena ayat ini, barang BS itu bisa kamu jual pula.

Pertanyaan:
Shadaqah di waktu subuh, apa keutamaanya menurut Quran & Sunnah?
Jawab :
Saya belum tahu, kapan saja shadaqah baik. Allah akan memberi balas berlipat ganda.
..
..
..
PERTANYAAN MINTA DIJAWAB SEGERA
      Ustadz, saya sedang menggenggam bara api. 5 bulan aktif dengarkan kajian di radio/mtatv. 2 bulan mengikuti kajian di cabang. Saya beritahu ibu bahwa saya dan suami ikut ngaji di MTA, waktu itu ibu menjawab : saya tidak akan ikut agama kamu, karena saya sudah haji. Selang 2 minggu ibu sms : saya tidak boleh injakan kaki di rumah ibu, tidak mau diberi, memutuskan hubungan sehidup semati. Kalau ibu meninggal tidak boleh melayat. Apa Allah menerima ibadah saya, karena ridho Allah tergantung ridho orang tua? Mohon nasihatnya ustadz, karena 1 dusun yang ngaji baru saya?
Jawab :
       Mestinya ibu kamu dekati, kasihan. Ditanyakan agama ibu apa? kalau ibu menjawab agamanya ahlussunah wal jamaah, jawab agama hanya islam. Kalau ibu mengaji ahlussunah wal jamaah, ibu menyalahi sunnah, karena kalau ada yang memutus hubungan, supaya disambung. Kalau ibu tidak mau disambung, itu bukan ahlussunah, tapi ahli maksiat. Apalagi kalau tidak boleh menshalatkan ( kalau mati ) itu ahli neraka. Kadang orang tidak tahu ahlussunah, yang perilakunya melanggar sunnah semua.
Ridho Allah tergantung ridho orang tua itu selama orang tua meridho anaknya yang benar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ آبَاءكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاء إَنِ اسْتَحَبُّواْ الْكُفْرَ عَلَى الإِيمَانِ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
QS. At-Taubah (9) : 23

     Kalau ibumu muslim, tentu tidak benci dengan Al-Qur’an & Sunnah. Ukuran haji bukan karena mengerti tuntunan agama.
Dalam Al-Qur’an kalau memutus hubungan tidak mau disambung maka termasuk orang fasik.

Pertanyaan:
Mendekati bulan ramadhan biasanya banyak yang ziarah kubur, kalau ziarah kubur apa yang dibaca? Kalau doa jenasah apa benar?
Jawab :
     Ziarah kubur tidak harus bulan sya’ban ( ruwah / menjelang ramadhan ). Kemudian kebiasaan orang kalau ziarah pakai air kembang, kalau sampai punya keyakinan air bunga tadi bisa menghapus siksa kubur, atau yang meninggal menjadi senang? Kenapa harus sebelum ramadhan, kenapa tidak setiap hari, koq anak bakhil banget.
Maka, hal seperti itu hanya pikirannya orang yang masih hidup, dibayang-bayangkan, seolah-olah…..
Yang sesuai syariat, Assalamu’alaikum yaa ahladdiyar minal mu’minin,dst….
Boleh doakan yang meninggal, kalau selama hidup shalat… siapapun didoakan boleh, Allahummaghfir lil mukminin wal mukminat, wal muslimin wal mukminat…
Doa : allhummaghfirlaha war hamha, dst >> boleh.
Nabi saat ziarah kubur, menangis tidak boleh doakan ibunya, bolehnya hanya menziarahi.

Pertanyaan:
Hari jum’at ada acara tahunan ( sadranan ), dhadiri petugas kelurahan, saya ditugasi untuk membuat tumpeng? Apa yang harus saya lakukan
Jawab :
     Kalau kamu ngaji, ndak usah Tanya apa yang akan kamu lakukan. Kalau kamu mau mengamalkan islam, katakan saja apa adanya. Resikonya akan diboikot warga sekampung. Kalau imanmu benar, tidak akan ragu-ragu walau diboikot manusia, yang penting tidak di boikot Allah.
Kita tidak perlu melarang mereka ! silahkan kalau mau selamatan dikuburan, tapi tidak usah ikut. Negara kita berdasarkan bhineka tunggal ika, walau berbeda tetap saling menghormati. Yang selamatan biarkan selamatan, yang tidak mau selamatan ya jangan dipaksa ikut.
Yang sama-sama fahamnya dilaksanakan bersama, yang tidak sepaham, masing-masing melaksanakan menurut keyakinan sendiri-sendiri.
Kebanyakan yang gembar gembor NKRI HARGA MATI, MENGABAIKAN KEBHINEKAAN.

PERTANYAAN MINGGU LALU
Batal atau tidak sesudah wudhu makan/minum?
Jawab :
Tidak. Yang batal itu kalau kamu makan/minum pas puasa.

Pertanyaan:
Imam belum fasih, saya ingin berjamaah, bagaimana?
Jawab :
Dikandani saja imamnya, dari hati kehati, datang ke rumah.

Pertanyaan:
Saya punya impian ingin bangun masjid & rumah untuk ketiga anak saya, apa yang harus saya lakukan agar segera terkabul?
Jawab :
Kalau sudah ada dana, segera dibangun. Kalau kamu ndak punya apa2? Impian itu boleh, tapi kalau tidak punya apa-apa?

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas .
QS. Al-A’raff (7) : 55

     Doa boleh, tapi jangan melampaui batas, jangan teriak-teriak. Sesuai kenyataan, jangan melampui batas kemampuan. Disamping berdoa juga bekerja keras.

Pertanyaan:
    Saya menikah, kata istri mas kawinnya palsu, bukan mas asli? Padahal sudah nikah 2 tahun yang lalu?
Jawab :
    Yang nyebutkan dulu gimana? Kalau bilangnya “cincin 3 gram”, tidak pakai “mas” maka tidak menipu. Mas kawin itu cincin dari besi saja boleh.

Pertanyaan:
Apakah boleh menggaduhkan sapi? Tapi yang menggaduh tidak mau merumput, tapi sapi di lepas, sore di bawa pulang?
Jawab :
Kalau tidak boleh kenapa? Yang gaduh tidak mau merumput, tapi yakin kalau sapinya dilepas jadi kenyang ( makan rumput sendiri ). Boleh saja.

Pertanyaan:
Apa aib seseorang akan di buka oleh Allah ( di akherat )? Misal dia sudah berusaha menutup dengan amal baik?
Jawab :
    Di hadapan Allah, semua dibuka, karena buku catatan amal akan dikasihkan.

PERTANYAAN LANGSUNG
Yosep Anang_Bintan
    Islam rahmatan lil alamin. Artinya kalau mengamalkan berdasarkan Al-Qur’an & Sunnah akan masuk surga. Bagaimana menurut ustadz dengan pembubaran HTI?
Katanya, Kalau meninggal tidak ditahlilkan koq seperti ngubur kucing saja?
Jawab :
    Pembubaran HTI itu bukan urusan kita, urusan politik. Ini belum dibubarkan, akan menempuh jalur hukum. Saya yakin HTI pun mempunyai pembela ( penegak hukum ). Ini baru di usulkan, belum diputuskan. Urusan politik, biar mereka yang mengurusi.
Orang meninggal kalau tidak ditahlilkan seperti ngubur kucing. Wong “katanya” aja. Kata ustadz abdul aziz tahlilan 7 hari, 40 hari, dst itu ajaran hindu. Yang masih begitu silahkan. Yang benar, kalau bisa baca tahlil saat sakaratul maut matinya masuk surga.


Sidiq_pangandaran
Pertanyaan:
Doa sesudah fajar yang benar?
Adzan & iqomah untuk bayi lahir & orang meninggal? “qoddomati qiyamah”?
Jawab :
Doa sesudah fajar apapun boleh saja.
Adzan iqomah bayi lahir memang ada haditsnya , tapi dhoif.
عَنْ اَبِى رَافِعٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص اَذَّنَ فِى اُذُنَيِ اْلحَسَنِ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ. احمد 9: 230، رقم 23930
Dari Abu Rafi' ia berkata, "Saya pernah melihat Rasulullah SAW membaca adzan (sebagaimana adzan) shalat, pada kedua telinga Hasan ketika dilahirkan oleh Fathimah".
[HR. Ahmad juz 9, hal. 230, no. 23930, dla’if karena dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Ashim bin ‘Ubaidillah]

Keterangan :
Hadits tersebut diriwayatkan juga oleh Hakim dan Baihaqi dan juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Tirmidzi dengan lafadh yang agak berbeda. Dan hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Imam Ath-Thabrani sebagai berikut :
عَنْ اَبِى رَافِعٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص اَذَّنَ فِى اُذُنِ اْلحَسَنِ وَ اْلحُسَيْنِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا حِيْنَ وُلِدَا وَ اَمَرَ بِهِ. الطبرانى فى المعجم الكبير 1: 313، رقم: 926
Dari Abu Rafi’ bahwasanya Nabi SAW membaca adzan pada telinga Hasan dan Husain RA ketika keduanya dilahirkan. Dan beliau menyuruh yang demikian itu.
[HR. Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabiir juz 1, hal. 313 no. 926]

      Hadits-hadits tersebut kesemuanya diriwayatkan melalui jalan 'Ashim bin 'Ubaidillah.
Tentang ‘Aashim bin ‘Ubaidillah ini, Bukhari berkata : Ia mungkarul hadits. Abu Zur’ah berkata : Ia mungkarul hadits. Abu Hatim berkata : Ia mungkarul hadits. Daruquthni berkata : ia matruukul hadits. Nasa’iy berkata : Ia dla’if. (Lihat Mizaanul I’tidal juz 2 hal. 353 no. 4056; Tahdziibut Tahdziib juz 5, hal. 42, no. 79).

Sutarjo_Bantul, Jogja
Pertanyaan:
Dari QS. Al-Baqarah : 1-20 dijelaskan. Ada manusia beriman, kafir, munafiq. Dalam ayat yang lain yang beriman masuk surga, yang kafir & munafiq masuk neraka. Kami takut masih di anggap munafiq oleh Allah, tidak takut di anggap munafiq oleh manusia?
Jawab :
      Innasholati wa nusuki wamahyaya wa mamati lillahi robbil alamin.. apa kata orang tidak usah didengar.
ada hadits, kalau kamu menuduh saudara sesame muslim orang yang munafiq / kafir. Kalau tidak benar tuduhan itu, tuduhan itu akan kembali kepada diri sendiri.
QS. An-Nisa’ : 61
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُوداً
Apabila dikatakan kepada mereka : "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.
QS. An-Nisa’ : 61

Mulyanto_Cilacap
Pertanyaan:
     Dalah brosur halaman 10 ada kata-kata tidak boleh menarik kembali suatu pemberian, kecuali pemberian orang tua kepada Anak. Tahun 1997 orang tua berikan hibah pada salah satu putranya nomor 8, dengan luas tanah 2500m2 sudah di balik namakan. Ahli waris yang lain secara langsung memberikan pernyataan setuju, karena takut kepada orang tua, ahli waris yang lain ada yang belum diberi. Anak yang lain ada yang mengingatkan, mbok ya di atasnamakan 2 anak, jangan 1 anak. Anak yang lain, kalau adik kesulitan ekonomi, apa boleh di jual. Tahun 2011 anak ke-8 menjual tanah itu senilai 300juta, ketahuan orang tua, untuk menutupi malu, tanah dibeli lagi oleh orang tua. Anak ke-8 dipanggil, tanah itu dikembalikan kepada orang tua. Anak ke-8 setuju. Pada tahun 2013 orang tua meninggal dunia, ..
Apa adik berdosa? Bagaimana status tanah yang tadi kembali dibeli orang tua?
bagaimana ahli waris yang lain? Ada perjanjian bahwa tanah itu tidak akan dijual, sekarang dijual?
Jawab :
       Adiknya bapak tadi ( anak ke-8 ) sudah mengingkari janji. Kalau anak ke-8 faham aturan islam, tanah sudah menjadi hak orang tua, walaupun sertifikat masih atas nama nya. Kalau orang tua meninggal, maka jadi hak ahli waris.

Anwar_gondangrejoPertanyaan:
Kalau ada saudara yang meinggal kewajiban ada 4 macam, memandikan, menghafani, menshalatkan, mengkubur. Di waktu ngubur jenazah, kuping diletakkan pada tanah, dihadapkan kiblat. Ada aturannya atau hanya ilmu otak atik saja? Padahal di bali kalau ada orang meninggal, Cuma diletakkan dibawah pohoh. Di arab saja ada sumur yang ada pintunya, kalau ada orang meninggal jenazah dimasukkan sumur kemudian ditutup lagi. Di daerah wonogiri, yang meninggal perempuan, tidak tahu dishalatkan atau belum, jenazah dimasukkan peti mati, di dalam peti mati dimasuk’I piring, gelas, sisir, pacul kecil. Ada aturannya atau tidak?
Jawab :
     Bapak, ngaji aja agama islam yang benar, tidak bingung begitu. Kalau haji meninggal, dishalatkan bersama-sama, kemudian di kubur. Kalau menurut syariat dihadapkan ke kiblat, dibuatkan liang landak.
#Bapak beli buku janaiz di toko depan gedung.



Wati_purwodadi
Pertanyaan:
Teman saya di perjalanan mendengar adzan, teman tidak tahu di masjid belum iqomah ( shalat duluan ). Setelah shalat saat berdoa terdengar iqomah. Hukumnya gimana? Apa shalat sah atau tidak? Beserta dalilnya?
Jawab :
    Shalat tidak harus nunggu iqomah / adhan, kalau sudah masuk waktu shalat boleh shalat. Kalau misal musafir, segera ngejar pesawat, shalat duluan tidak menunggu iqomah boleh ( waktu shalat sudah masuk )

Ari lestari_pangandaranPertanyaan:
Hukum bershadaqah dengan niat menolak balak / rejeki lancar? Apa syirik / mengurangi pahala shadaqah?
Jawab :
    Innasholati wanusuki wamahyaya wa mamati lillahi robbil alamin
Jangan shadaqah agar rejeki lancar, jangan shalat malam karena punya keinginan, Puasa senin-kamis agar mudah mengerjakan ujian itu salah niat ! itu termasuk penyimpangan dari tujuan.

Comments

Popular posts from this blog

OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia

Struktur Otak & Fungsinya