Amar Ma'ruf dan Nahi Munkar.

Ahad, 19 Maret 2017/20 Jumadil akhir 1438
Brosur No. : 1846/1886/IA




Firman Allah SWT :

Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.
[QS. Ali 'Imraan : 104]
~
Kamu adalah ummat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq.
[QS. Ali 'Imraan : 110]
~
Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma‟ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka tha‟at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS. At-Taubah : 71]
~
Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya.
[QS. Al-Anfaal : 25]
~
Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
[QS. Al-Maaidah : 78 - 79]

Hadits-hadits Nabi SAW :

Dari Abu Sa'id, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merobahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu maka (hendaklah merobah) dengan lesannya. Dan jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman".
[HR. Muslim juz 1, hal. 69]
'~
Dari Abu Sa‟id Al-Khudriy, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya sebesar-besar jihad adalah mengucapkan kebenaran (keadilan) kepada penguasa yang dhalim”.
[HR. Tirmidzi juz 3, hal. 318, no. 2265, ini hadits hasan gharib]
~
Dari Hudzaifah bin Yaman dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Demi Allah yang jiwaku ada ditangan-Nya. Sungguh kamu sekalian akan menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar atau (kalau tidak) pasti Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, kemudian kalian berdo'a kepada Allah, namun Dia tidak mengabulkan do'a kalian".
[HR. Tirmidzi juz 3, hal. 316, no. 2259, ia berkata : Ini hadits hasan]
~
Dari „Aisyah, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Suruhlah kepada yang ma‟ruf, dan cegahlah dari kemunkaran sebelum kalian berdoa (kepada Allah) namun tidak dikabulkan”.
[HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1327, no. 4004]
~
Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, ia berkata : Wahai ummat manusia, bukankah kamu telah membaca ayat (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu. Orang yang sesat tidak akan mendatangkan madlarat kepadamu bila kamu telah mendapat petunjuk". [QS. Al-Maaidah : 105] Sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Apabila ada sekelompok manusia melihat seseorang melakukan kedhaliman, kemudian mereka tidak mencegahnya, maka hampir-hampir Allah akan menurunkan adzab-Nya kepada mereka secara merata".
[HR. Tirmidzi, juz 3, hal. 316, no. 2257]
~
Dari Qais, ia berkata : Abu Bakar (Ash-Shiddiq) berkhutbah, setelah ia memuji Allah dan menyanjung-Nya, ia berkata, "Wahai para manusia, sesungguhnya kalian telah membaca ayat ini, tetapi kalian keliru dalam memahaminya, yaitu ayat (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu. Orang yang sesat tidak akan mendatangkan madlarat kepadamu bila kamu telah mendapat petunjuk". [QS. Al-Maaidah : 105]. Sesungguhnya kami mendengar Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya sekelompok orang apabila mereka melihat kedhaliman, lalu mereka tidak mencegahnya, hampir-hampir Allah akan meratakan siksa kepada mereka". Dan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah suatu kaum yang di dalamnya dilakukan kema'shiyatan-kema'shiyatan, sedangkan mereka mampu mencegahnya tetapi mereka tidak mau mencegahnya, melainkan Allah mendatangkan adzab secara merata kepada mereka".
[HR. Abu Dawud, juz 4, hal. 122, no. 4338]
~
Dari Abdullah bin Mas‟ud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pertama-tama terjadinya kekurangan agamanya pada Bani Israil adalah seorang menjumpai orang lain (yang sedang melakukan kejahatan) lalu berkata, “Hai orang ini, takutlah kepada Allah dan tinggalkanlah apa yang kamu perbuat, karena hal itu tidak halal bagimu”. Kemudian hari berikutnya ia sudah tidak menegurnya lagi. Bahkan ia makan, minum dan duduk bersama mereka. Setelah mereka melakukan hal yang demikian, maka Allah menjadikan hati mereka itu sama buruknya. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat (yang artinya) :" Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan ‘Isa putra Maryam …. sampai … orang-orang yang fasiq" – Al-Maaidah : 78-81. Kemudian beliau bersabda, “Tidak, demi Allah, sungguh kamu sekalian harus amar ma‟ruf dan nahi munkar, sungguh-sungguh mencegah perbuatan orang yang dhalim, dan sungguh-sungguh mengembalikannya kepada kebenaran, dan sungguh-sungguh menahannya untuk tetap dalam kebenaran”.
[HR. Abu Dawud 4, hal. 121, no. 4336]
~
Dari Nu'man bin Basyir RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Perumpamaan orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang yang tidak menthaatinya, adalah seperti perumpamaan orang-orang yang sama-sama naik dalam sebuah perahu, sebagian mereka ada yang di bagian atas, dan sebagian yang lain berada di bawah. Mereka yang berada di bawah apabila memerlukan air, ia mesti melewati orang-orang yang di atas. Lalu mereka berpikir, "Seandainya kami melubangi di tempat kami ini, tentu kami tidak mengganggu orang-orang yang di atas kami". Kalau mereka membiarkan kehendak orang-orang yang di bawah itu, niscaya mereka binasa semuanya. Tetapi jika mereka mencegah kehendak orang-orang yang di bawah itu, maka orang-orang yang di bawah itu akan selamat, dan selamatlah semuanya".
[HR. Bukhari juz 3, hal. 111]
'~
Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Hati-hatilah kalian dari duduk-duduk di pinggir jalan". Para shahabat menjawab, "Ya Rasulullah, kami tidak mungkin bisa menghindarinya, karena kami biasa berbincang-bincang padanya". Rasulullah SAW bersabda, "Apabila kalian tidak bisa menghindarinya dan tetap duduk-duduk di situ, maka berikanlah haknya pada jalan". Para shahabat bertanya, "Apa haknya jalan itu, ya Rasulullah ?". Beliau bersabda, "Menundukkan pandangan, mencegah gangguan, menjawab salam, amar ma'ruf dan nahi munkar".
[HR. Muslim juz 4, hal. 1704]
~
Dari Abu Dzarr bahwasanya para shahabat Nabi SAW mengadu kepada Nabi SAW, “Ya Rasulullah, orang-orang yang mempunyai harta bisa banyak mendapatkan pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bisa bersedeqah dengan kelebihan harta mereka”. Rasulullah SAW bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian apa-apa yang kalian bisa bersedeqah ?. Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedeqah, setiap takbir adalah sedeqah, setiap tahmid adalah sedeqah, setiap tahlil adalah sedeqah, amar ma‟ruf adalah sedeqah, mencegah dari kemungkaran adalah sedeqah, dan pada kemaluan kalian adalah sedeqah”. Para shahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah seseorang dari kami apabila melampiaskan syahwatnya itu mendapat pahala ?”. Beliau menjawab, “Bagaimana pendapat kalian, seandainya dia menyalurkannya pada yang haram, bukankah dia berdosa ?. Maka seperti itulah apabila dia menyalurkannya pada yang halal, dia akan mendapat pahala”.
[HR. Muslim juz 2, hal. 697]

Comments

Popular posts from this blog

OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia

Apa itu Filsafat?