Warisan manusia untuk saling berpasangan, berbahasa dan berinteligensi

Warisan sebagai manusia: Bahasa
    Manusia satu-satunya spesies menggunakan bahasa untuk ekspresikan & kuasai ungkapan baru.
Noam Chomsky : kemampuan anak kecil tangkap bentuk tersurat ungkapan & kemampuan aplikasikan aturan tata bahasa sehingga dapat simpulkan bentuk tersirat, pasti tergantung kecakapan bahasa alamiah-alat pemerolehan bahasa-mampu menangkap tata bahasa universal—ciri umum semua bahasa.
  Temuan mendukung Chomsky:
1. Anak-anak berbagai budaya berbeda lewati tahap perkembangan bahasa yang sama.
2. Bahasa anak-anak penuh overregulasi, cerminkan aturan-aturan tata bahasa.
3. Orang dewasa tidak konsisten perbaiki kalimat anak. 

 







 
4. Kelompok anak yang tidak pernah dihadapkan pada bahasa orang dewasa kerap temukan bahasanya sendiri.

5. Bayi dapat temukan aturan bahasa dari serangkaian bunyi.
 Manusia: kapasitas dasar berbahasa berkembang (untuk kelangsungan hidup).

 Anak-anak Nikaragua tunarungu dapat membuat tata bahasa isyarat kompleks & sama sekali tak berhubungan dengan bahasa Spanyol/bahasa isyarat yang umumnya dipakai. 


   Pendidikan oleh orang tua, seperti upaya perbaiki susunan kalimat yang salah, membantu penguasaan bahasa anak.
Kesiapan biologis & pengalaman saling berinteraksi dalam perkembangan bahasa.

Meski kemampuan belajar bahasa dapat dibawa sejak lahir, orang tua anak dapat membina perkembangan bahasa anak melalui percakapan /membaca bersama. 




Warisan sebagai manusia: Berpacaran dan berpasangan
 Sosiobiologi & psikologi evolusi: sebagai reaksi terhadap masalah kelangsungan hidup, pria &wanita kembangkan strategi seksual & strategi berpasangan yang berbeda. 
  
                                             “Itu masalah antarpria.”  ➠

 
Pria lebih mungkin beradaptasi jika tidak pilih-pilih pasangan, tertarik pada pasangan yang lebih muda, & inginkan kesenangan baru dalam seks.
Wanita berlaku monogami, pemilih pasangannya, & lebih pilih keamanan daripada kesenangan baru.



   Sampai Agustus 2010, tercatat 494 perkara gugat cerai di PA Kota Jogja (tahun 2009 ada 548; 2008 ada 500). Mengapa terjadi demikian?


Preferensi Umur dalam Perkawinan
   Lelaki lebih suka menikahi perempuan yang lebih muda, sedangkan perempuan lebih menyukai pasangan yang lebih tua (Buss, 1995). Ahli psikologi evolusi: kecenderungan lelaki seperti itu berkaitan dengan masalah fertilitas pasangannya, sedangkan perempuan mendasarkan preferensinya pada sumber daya materi & status pasangan (bila lelaki lebih tua daripada perempuan, orang jarang berkomentar; tetapi bila pihak perempuan lebih tua, seperti kasus aktris Demi Moore & aktor Ashton Kutcher, orang menggunjingkannya).
 
   Penelitian lintas budaya & penelitian hewan dukung prediksi pendekatan evolusi mengenai proses berpasangan & hubungan seksual.


 Satu asumsi dasar pendekatan evolusi terhadap seksualitas: wanita di semua spesies miliki keterlibatan lebih besar dalam asuhan anak daripada pria. 
 Namun terdapat banyak pengecualian. Penguin kaisar betina, cuti setiap musim dingin, tinggalkan jantan untuk rawat anak-anaknya.


  Dalam penelitian, yang dikatakan mahasiswa tentang perilaku berpasangan & berkencan tidak selalu sama per orang; yang dikatakan tidak harus sama dengan yang sebenarnya dilakukan.

 Bertentangan dengan ahli teori evolusi: nenek moyang kita mungkin tidak miliki banyak calon pasangan dipilih (seleksi pasangan didasarkan persamaan & kedekatan).
 Seberapa besarkah pengaruh zaman masa lalu pada kebiasaan berpasangan & berhubungan seksual?
 











Keragaman manusia: masalah Inteligensi
   Perkiraan sumbangan faktor keturunan terhadap inteligensi (diukur dengan tes IQ): rata-rata sekitar 0,40-0,50 (anak-anak & remaja); 0,60-0,80 (dewasa)
   Dibandingkan kembar fraternal, kembar identik lebih perlihatkan kesamaan hasil tes IQ.
 Anak-anak adopsi tunjukkan korelasi skor lebih tinggi dengan orangtua biologisnya daripada dengan orangtua angkatnya (tapi tidak berarti bahwa gen tentukan inteligensi).
 Varian sisa skor-skor IQ, pasti sebagian besar terkait dengan pengaruh lingkungan.
Peneliti: temukan volume total substansi kelabu (grey matter) di otak (sebagai hal yang sangat diwariskan) berkorelasi dengan inteligensi umum.
 Anak cerdas: korteks serebral awalnya lebih tipis daripada anak-anak lain, namun berkembang lebih cepat & waktu yang lebih lama.
   Faktor-faktor lingkungan:kurang perawatan selama dalam kandungan, kurang gizi, racun, lingkungan keluarga buruk, berkaitan dengan rendahnya hasil tes inteligensi.
   Lingkungan sehat & suportif, aktivitas pengayaan, tingkatkan performa dalam tes inteligensi (di bbrp negara, selama beberapa generasi telah terjadi peningkatan skor IQ; cenderung disebabkan oleh program pola makan & pendidikan yang lebih baik,tingkat pekerjaan yang tuntut kemampuan berpikir abstrak).

Comments

Popular posts from this blog

OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia

Apa itu Filsafat?