Sensasi dan Persepsi pada (indera pendengaran, perasa, penciuman, dan peraba)

Indera Pendengaran
   Dipengaruhi gelombang tekanan udara/zat pengantar tekanan  (intensitas, frekuensi, kompleksitasnya), berhubungan dengan pengalaman keras-lembutnya suara (amplitudo), pitch (tinggi-rendah), dan warna suara (timbre) yang didengar.
Reseptor pendengaran : sel-sel rambut di membran basilar, terletak di organ Korti (dalam koklea).
  Ketika hendak tentukan sumber suara, kita gunakan petunjuk berupa perbedaan tipis gelombang tekanan capai telinga kita.
  Sesudah dengarkan suara intens (kerasnya musik rock), dalam periode waktu lama, sel-sel rambut normal pada koklea babi Guinea (gambar kiri) rusak/hancur (gb kanan). 
  Pada manusia & hewan mamalia, sel-sel ini tak dapat perbaharui diri, dampaknya kerusakan pendengaran permanen.


Indera Perasa/Pengecapan
    Rasa: Sensasi Kelezatan 
 Pengecap/gustasi adalah indera kimiawi. Permukaan atas lidah, (papila), mengandung banyak tunas perasa. 
 Rasa-rasa dasar: asin, asam, pahit, manis, dan (gurih/umami). 
 Respons rasa tertentu tergantung perbedaan genetik antarindividu; beberapa merupakan ”supertaster” (dapat rasakan perbedaan kecil dalam rasa). 
 Kesukaan rasa dipengaruhi budaya & proses belajar, tekstur, suhu, aroma makanan.

Reseptor Perasa
Ilustrasi gb kiri tunjukkan bahwa tunas perasa berjajar di tepi papila pada permukaan lidah. Ilustrasi sebelah kanan tunjukkan gbran diperbesar sebuah tunas perasa.


Indera Penciuman Bau: Sensasi Keharuman
    Indera penciuman juga merupakan indera kimiawi.
Aroma miliki efek psikologis & dapat pengaruhi perilaku, (bahkan ketika orang tersebut tidak sadar akan pengaruhnya).
   Perbedaan budaya & individu pengaruhi respons seseorang terhadap aroma tertentu.
• Stimulus: bau
• Ada 6 bau utama yang dapat ditangkap oleh indera ini:
 – Bau rempah-rempah: Cengkeh
 – Bau harum: Panili
 – Bau eteris: Jeruk, eter, sereh
 – Bau damar: terpentin
 – Bau busuk: Telur busuk
 – Bau hangus: Ter
Reseptor Bau
Molekul-molekul kimia di udara (uap/gas) masuk hidung , bersirkulasi lewati rongga hidung tempat reseptor bau. Akson-akson reseptor bentuk saraf olfaktori/penciuman, bawa sinyal-sinyal menuju otak. Ketika hirup udara, bawa lebih banyak uap ke hidung & percepat sirkulasinya. Uap dapat juga capai rongga hidung via mulut , berjalan lewat tenggorokan.
Indera Peraba
    Sensasi pada kulit : sentuhan (tekanan), panas, dingin, rasa sakit, variasi lain (rasa gatal , geli). Kecuali tekanan, selama ini sulit temukan reseptor khusus setiap rasa di atas, tetapi ada reseptor rasa gatal tertentu, reseptor rasa dingin.
Pada bagian dermis/lapisan luar, terdapat reseptor
- panas (ujung syaraf Ruffini)
- dingin (ujung syaraf Krause)
- tekanan kuat (korpuskula Paccini)
- tekanan sentuhan (korpuskula Meissner)
Misteri Rasa Sakit
  Rasa sakit merupakan indera kulit dan indera internal.
  Teori gate-control: pengalaman rasa sakit tergantung apakah impuls saraf lewati ”gerbang” di sumsum tulang belakang & capai otak. 
  Revisi teori: sebuah matriks saraf dalam otak hasilkan rasa sakit (bahkan ketika tak ada sinyal dari saraf-saraf sensorik), yang bantu menjelaskan kejadian membingungkan tentang phantom pain.

Rasa sakit banyak macamnya, fisiologis & psikologis, dipengaruhi faktor genetik, harapan, & budaya.
Penelitian terbaru tunjukkan : ekspektasi & placebo pengaruhi persepsi rasa sakit seseorang melalui efeknya pada aktivitas otak & produksi endorfin.



Tingkat sensitivitas sakit pada tubuh Poin sakit berkisar 0 – 250 skala
- batok kepala (144)
- dahi (184)
- pelipis mata (172)
- hidung (44)
- leher (228)
- punggung (212)
- ulu hati (224)

- selangkangan (203)
- pantat (180)
- punggung tangan (188)
- ibu jari (60) 
- belakang lutut (232)
- lengkung telapak kaki (48)

Area kepekaan
Daerah peka rabaan
- kuduk
- sisi perut
- ketiak
Daerah peka suhu
-punggung tangan
Lingkungan Dalam
Kinestesis katakan pada kita di mana letak bagian-bagian tubuh kita dan ekuilibrium informasikan orientasi tubuh kita sebagai keseluruhan. 
Secara bersamaan, kedua indera ini beri gambaran akan tubuh.
Penari breakdance punya kemampuan kinestetis & ekuilibrium luar biasa.
  Kekuatan Persepsi: Asal-usul & Pengaruhnya 
Banyak kemampuan persepsi dasar bersifat bawaan/diperoleh saat dilahirkan. 
Dengan visual cliff, psikolog pelajari bahwa bayi-bayi sudah miliki persepsi kedalaman sejak usia 6 bulan & bahkan mungkin lebih awal. 
  Seorang ”pemanjat tebing” 
Bayi usia 6 bulan biasanya enggan merangkak melewati batas gambar tebing. Indikasikan bahwa mereka dapat persepsikan kedalaman.


Pengaruh psikologis pada persepsi hasilkan set persepsi), dipengaruhi oleh budaya, memungkinkan orang lakukan apa yang dinginkan berkaitan dengan pengalaman & pengaruh di atas.
Orang-orang sering melihat sesuatu yang ingin mereka lihat.  
Seorang pria di Nashville beli roti di kedai kopi & merasa lihat penampakan ibu Teresa di roti tersebut. 
Roti dipernis & dipajang di kedai kopi , ratusan pengunjung datang untuk melihatnya. Beberapa waktu kemudian, roti dicuri, mungkin oleh orang yang sangat beriman/sangat lapar. 

Teka-Teki Persepsi
Persepsi Bawah Sadar: Seberapa Persuasif? 
Penelitian dengan priming temukan bahwa pesan-pesan visual bawah sadar sederhana dapat pengaruhi perilaku, penilaian, dan keadaan motivasi tertentu, seperti rasa haus
Namun , tak terdapat bukti bahwa perilaku kompleks dapat diubah dengan gunakan rekaman ”persepsi bawah sadar”/ teknik-teknik bawah sadar serupa.
 
Persepsi Ekstrasensorik: Kenyataan atau Ilusi? 
Persepsi ekstrasensorik (ESP): kemampuan persepsi tanpa basis sensasi. 
Bem & Honorton: Psi (proses-proses transfer informasi/enerji secara tak lazim, saat ini belum bisa dijelaskan mekanisme fisik/biologisnya
Penelitian selama bertahun-tahun gagal hasilkan bukti meyakinkan tentang ESP.
Jenis-jenis ESP:
telepati: baca pikiran orang lain
clairvoyance: ketahui objek-objek tak terlihat/peristiwa-
peristiwa tak diketahui
prekognisi: mampu ceritakan peristiwa masa depan
psikokinesis: mampu sentuh benda-benda fisik hanya dengan kekuatan pikiran
Parapsikolog: individu yang pelajari psikologi & peristiwa-
peristiwa paranormal lainnya.
Cenayang ambil keuntungan dari keinginan masyarakat untuk percayai ESP, tapi yang dilakukan tidak berbeda dari trik-trik ahli sulap
Kisah ESP gambarkan fakta penting tentang persepsi manusia: persepsi manusia tak sekadar tangkap realitas objektif, tapi juga cerminkan kebutuhan, kecenderungan, & kepercayaan kita.
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadapPersepsi:
a. Perhatian yang selektif
b. Ciri-ciri rangsang
c. Nilai-nilai dan kebutuhan individu
d. Pengalaman terdahulu

Comments

Popular posts from this blog

OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia

Apa itu Filsafat?