Thursday, March 2, 2017

Sensasi dan Persepsi (pada alat indera penglihatan)

 
1.Indera Penglihatan
   Penglihatan dipengaruhi oleh panjang gelombang, intensitas, & kompleksitas 
cahaya, yang hasilkan dimensi psikologis pengalaman visual—hue, brightness, & saturation.

Reseptor visual: sel batang & sel kerucut, terletak di retina mata.
Sel batang & sel kerucut mengirimkan sinyal ke sel-sel ganglia , berakhir di saraf optik, kemudian dibawa ke otak.
Sel batang: untuk penglihatan dalam pencahayaan rendah; sel kerucut: untuk melihat warna.

Struktur Umum Mata
Cahaya lewati pupil & lensa, terpusat pada retina (titik penglihatan paling tajam ada di fovea/bintik kuning).
Bayangan Retina
Ketika lihat sebuah benda, pola cahaya di retina berposisi terbalik dari posisi asli benda. Rene Descartes (1596-1650) , orang pertama yang tunjukkan fakta ini. Dia potong 1 bag dari bag belakang mata seekor sapi & ganti dengan selembar kertas. Ketika dia sinari mata sapi ini dengan cahaya, terlihat bayangan ruangan terbalik pada kertas tersebut.


Struktur Retina
  Untuk capai reseptor penglihatan cahaya harus lalui sel-sel bipolar & ganglia; serta aliran darah yang memberinya nutrisi (tak terlihat dalam gb).
  Biasanya, bayangan yang dihasilkan oleh jaringan sel dan pembuluh darah ini tak terlihat, karena bayangan selalu jatuh pada tempat yang sama di retina (gb stabil ini tidak terlihat).         
  Namun ketika dokter mata sinari mata dengan cahaya, bayangan pembuluh darah yang serupai pohon jatuh pada daerah retina yang berbeda-beda & Anda mungkin dapat melihatnya- sebuah pengalaman yang agak menakutkan.
  Teori penglihatan warna (teori trikromatik & opponent-process) berhubungan dengan tahap pemrosesan yang berbeda.
Pada tahap pertama (teori trikromatik), tiga jenis sel kerucut merespons secara khusus pada cahaya dengan panjang gelombang berbeda-beda.
Pada tahap kedua, sel-sel opponent-process dalam retina & talamus merespons dalam cara bertentangan terhadap cahaya dengan panjang gelombang pendek & panjang.
Cara kerja opponent-process
 • Sel-sel opponent-process merespons dalam cara saling bertentangan terhadap warna hijau-
merah/biru-kuning
– Mereka mengirimkan pesan sebagai respons pada salah satu warna tersebut dan mematikan respons untuk warna lainnya
 • Negatif afterimage : efek pantulan syaraf
– Sel-sel yang aktif atau tidak aktif sebagai respons terhadap warna “hijau” akan mengirimkan pesan yang bertentangan (“merah”) ketika warna hijau ini disingkirkan, dan sebaliknya
 
Warna Pokok ↻Teori Hering : Merah, Hijau, Kuning, Biru, Putih, Hitam
 ↻Teori Young : merah, hijau, dan biru
Buta Warna
 • Buta warna total
 – disebabkan oleh variasi genetik yang menyebabkan sel kerucut di retina berfungsi dengan tidak tepat, atau malah tidak ada sel kerucut sama sekali. Dunia visual hanya terdiri dari warna hitam, putih dan abu-abu
• Buta warna parsial
 – Defisiensi warna; orang ini tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau


 Dua paradigma Psikologi dalam memandang bagaimana persepsi terbentuk:
1. Strukturalisme
    Persepsi dibentuk oleh penjumlahan ribuan elemen sensasi.
    Persepsi bisa dibagi menjadi unit-unit/elemen yang lebih kecil
2. Gestalt
    Persepsi bukan sekedar penjumlahan sensasi, namun terdapat satu set pengaturan/ pengorganisasian elemen sensasi menjadi pola atau persepsi yang lebih bermakna.
 
Perceptual Organization

1. Prinsip-prinsip Gestalt
    (mengenai figur & latar belakang, kedekatan, ketertutupan, kesamaan, & kesinambungan) deskripsikan strategi visual otak untuk persepsikan bentuk.




Figur & Latar Belakang 
Apa yang pertama kali Anda amati dalam gambar M.C. Escher-ikan, bangau, atau salamander? Itu tergantung pada apakah Anda melihat bagian biru, merah, atau emas sebagai figur/latar belakang.




HUKUM PRAGNANZ 
1. Law of Proximity 
   Objects or shapes that are close to one another appear to form groups. 

2. Law of Closure
   Objects that are incomplete force the viewer to “fill in the gaps.”
 



3. Law of Symmetr
Asymmetrical objects tend to force the viewerto search for symmetry.

4. Law of Good Continuation
Viewers tend to continue shapes beyond their ending points.














5. Law of Similarity
   Objects that appear to be similar will be grouped together in the viewer’s mind.
 6. Law of Figure-Ground Segregation
     Figures should stand out from the background in order to be seen.




















Quiz
Which law of Gestalt theory is poorly implemented in this picture?




a.Proximity

b.Closure

c.Symmetry

d.Figure-Ground Segregation

e.Good Continuation

f.Similarity

your answer..............?



2. Persepsi Kedalaman
Letak benda-benda dalam ruang visual: gunakan petunjuk monokular &
  binokular (kedalaman posisi benda).   

 Petunjuk binokular
: konvergensi & disparitas retina.

Petunjuk monokular
: pencahayaan & bayangan, interposisi, paralaks pergerakan, ukuran relatif, kejelasan relatif, gradien tekstur, & perspektif linear.

Pencahayaan & Bayangan
Kedua atribut ini berikan tampilan 3-D pada objek-objek terlihat.
Ukuran relatif
Semakin kecil bayangan objek di retina, objek
akan tampak semakin jauh.
Interposisi
Sebuah benda yang halangi/tutupi sebagian benda lain pasti
berada di depan benda tertutupi sehingga terlihat lebih dekat.














Paralaks pergerakan
Ketika seorang pengamat bergerak, objek-
objek tampaknya bergerak dalam kecepatan berbeda & arahnya berbeda pula. Semakin dekat objek tersebut, tampak semakin cepat gerakannya; benda-benda dekat tampak bergerak mundur ke belakang, & benda yang jauh terlihat seperti bergerak ke depan.





Kejelasan relatif
Karena adanya partikel-partikel di udara-debu, kabut, asap-objek yang jauh terlihat berkabut, pudar, kurang detil.












Gradien tekstur
Bagian-bagian jauh, dari sebuah permukaan yang
seragam, tampak terlihat lebih padat; elemen-elemen
penyusunnya tampak terletak lebih dekat satu
dengan yang lain.


















  

Perspektif linear
Penampilan covergence dari garis yang berjajar diinterprestasikan sebagai sebuah petunjuk kejauhan.
Makin besar covergence, makin besar kejauhan yang diterima.
Konstansi persepsi
memungkinkan persepsikan objek sebagai sesuatu yang stabil meski terjadi perubahan di pola sensorik objek tersebut.


















3. Persepsi Gerak
Gerakan semu terjadi bila ada dua rangsang yang berbeda muncul hampir bersamaan waktunya.
Ada 2 macam gerakan semu:
1. Efek Otokinetik ↠ bila kita memandang setitik cahaya dalam keadaan gelap gulita, cahaya tersebut akan nampak bergerak ke atas ke bawah, ke samping, kiri dan kanan.
2. Gerakan Stroboskopik ↠ terjadi karena dua rangsang yang berbeda yang muncul hampir bersamaan. ↠ Phi Phenomenon













4. Ilusi : terjadi ketika petunjuk-petunjuk sensorik tak tepat arahkan, atau ketika salah artikan petunjuk.
Ilusi Muller-Lyer
Dua garis pada gb (a) sama tepat panjangnya. Jika tertipu, hingga persepsikan berbeda karena otak maknai garis dengan cabang ke luar sebagai lebih jauh, seperti sudut jauh bangunan; & garis dengan cabang ke dalam sebagai lebih dekat, seperti sudut dekat bangunan (b).
• Are the horizontal lines the same length?
• Which line is longer, the horizontal or thevertical line?

Memperdaya Mata
Persepsi biasanya akurat, tapi dapat memerperdaya. Gb (a), kucing-kucing berukuran sama; Gb (b), garis-garis diagonal semuanya sejajar.
Untuk lihat ilusi dalam (c), letakkan ke2 jari telunjuk dalam jarak 5-10 inci di depan mata (seperti gb), & fokuskan pandangan jauh ke depan.
Apakah Anda lihat ”tautan ujung jari seperti sosis” mengambang?
Dapatkah Anda perbesar/perkecil bayangan ini?

Warna dalam Konteks
Persepsi sebuah warna tergantung pada warna di sekitarnya.
Karya Joseph Albers, X di tengah ke2 gb sebenarnya miliki warna sama, tapi karena berada di atas latar belakang berbeda, warna X terlihat berbeda.



Ilusi terjadi karena kondisi rangsang terlalu kompleks

No comments:
Write komentar

ads

Translate

FeedBurner

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Author

Author
myself