METODE PEMBELAJARAN INSIGHT DALAM PERSPEKTIF WOLFGANG KOHLER | belajar psikologi

FeedBurner

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

METODE PEMBELAJARAN INSIGHT DALAM PERSPEKTIF WOLFGANG KOHLER

                                                                   BAB I
                                                          PENDAHULUAN

A. Latar Belakang


    Semua makhluk hidup khususnya manusia akan selalu dihadapkan dengan proses pembelajaran hingga akhir hayatnya.
Pembelajaran tersebut dimulai dari sejak detik pertama manusia dilahirkan yang kemudian menjadi sebuah bekal dalam menghadapi proses kehidupan menuju tua hingga mati. Karena pembelajaran,
manusia mampu meningkatkan peradabannya mulai dari untuk bertahan dari seleksi alam dingga menjadi spesies yang paling unggul dan mendominasi di planet bumi ini.

   Belajar adalah suatu proses dimana perilaku yang dihasilkan atau dimodifikasi melalui pelatihan atau pengalaman.1 Belajar mempunyai banyak metode yang salah satunya adalah menitik beratkan pada penekanan kognitif.  Kognitif tersebut akan distimulasi sehingga menimbulkan sebuah pemahaman pada sebuah studi kasus yang kemudian pemahaman tersebut digunakan sebagai
problem solving.

   Pembelajaran seperti diatas lebih dikenal dengan insight (pemahaman) yaitu pengamatan atau pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu
situasi permasalahan.2 Metode insight tersebut lahir dari eksperimen Wolfgang Kohler terhadap simpanse sebagai objek eksperimennya.
Wolfgang Kohler merupakan seorang psikolog German – Amerika.
Kohler dan dua rekannya yaitu Max Wertheimer dan Kurt Koffka melahirkan psikologi Gestalt yaitu sebuah teori yang membahas tentang persepsi manusia melalui pengorganisasian kompenen,
hubungan, dan pola yang menjadi kesatuan. 
Wolfgang Kohler juga menyimpulkan bahwa pembelajaran bukanlah trial dan error namun
pembelajaran merupakan sebuah pemahaman (insight). 
Dari pembelajaran yang menitik beratkan pada proses insight diatas, maka pada makalah ini akan dibahas mengenai bagaimana sudut pandang seorang Wolfgang Kohler terhadap sebuah metode
pembelajaran yang menekankan insight. Dalam pembahasan kali ini disertakan beberapa contoh studi kasus yang dimana dalam studi kasus tersebut terdapat metode insight. Alat yang digunakan sebagai
studi kasus adalah beberapa video binatang yang dimana mereka menggunakan pemahamannya terhadap kondisi dan situasi sekitar untuk mendapatkan tujuannya.

B. Rumusan Masalah

   Dari pembahasan di atas terdapat beberapa rumusan masalah yang akan diajukan, yaitu:
a. Siapakah Wolfgang Kohler dan apa pengaruhnya dalam dunia psikologi?
b. Apakah pembelajaran insight itu?
c. Bagaimana pembelajaran insight dapat dimunculkan?

C. Tujuan Penulisan

   Dari rumusan masalah tersebut maka diharapkan adanya tujuan dari makalah ini dituliskan, antara lain:
a. Mengenal sosok Wolfgang Kohler dan pengaruhnya dalam dunia psikologi
b. Memahami dan mengerti apa itu pembelajaran insight

BAB II
PEMBAHASAN

A. Wolfgang Kohler

    Wolfgang kohler adalah seorang psikolog asal German – Amerika, ia lahir di kota Reval, Governorat Estonia, Kekaisaran Rusia.3 Wolfgang kohler dan dua orang rekannya Max Wertheimer
dan Kurt Koffka adalah penemu psikologi Gestalt. Wolfgang Kohler dibesarkan di lingkungan pendidik dan perawat yang dimana ayahnya adalah seorang kepala sekolah, saudarinya perawat dan
kakaknya (Willhelm) adalah seorang ilmuan terkemuka. Semasa kecilnya Wolfgang Kohler menggemari musik dan ilmu pengetahuan.

    Menginjak bangku kuliah Wolfgang Kohler memilih menempuh pendidikannya di Universitas Tubingen (1905-1906), Universitas Bonn (1906-1907), dan Universitas Berlin (1907-1909). Pada
pendidikan kuliah terakhirnya Kohler berkonsentrasi pada bidang Psikologi dan Fisika dengan didampingi gurunya yang merupakan seorang ilmuwan di bidangnya masing – masing, yaitu Max Planck dan Carl Stumpf. Di Berlin ia mendapatkan gelar Ph.D. nya di bawah bimbingan Carl Stumpf, disertasinya mengangkat aspek – aspek tertentu psiko – akustik.

   Wolfgang Kohler menikah diusia yang sangat muda yaitu pada usia 20 tahun dan menjadi ayah dari keempat orang anaknya. Lalu ia bercerai dengan istri pertamanya pada usia 30 tahun dan kemudian
menikah lagi dengan seorang mahasiswi. Tidak ada catatan khusus yang mendalam mengenai pernikahannya sehingga tidak ada informasi lebih lanjut yang dapat ditemukan mengenai
pernikahannya.

   Ditahun 1910 hingga 1913 setelah ia mendapatkan gelar doktornya, lalu ia bekerja sebagai seorang asisten di Institut Psikologi di Frankfurt. Di Frankfurt inilah awal dia bertemu dengan kedua rekannya yaitu Max Wertheimer dan Kurt Koffka yang merupakan sesama psikolog. Kohler dan Koffka berfungsi sebagai subjek Wertheimer untuk meneliti makalah klasiknya ditahun 1912 yang membahas tentang fenomena Phi (pergerakan yang nyata, seperti pada gambar yang bergerak).

   Di sini Wolfgang  Kohler, Max Wertheimer dan Kurt Kofka melahirkan psikologi Gestalt (Gestalt berasal dari bahasa German yang berarti “seluruh”. Dimaksudkan untuk membingkai keseluruhan
ide-ide mereka). Kelahiran psikologi Gestalt merupakan reaksi dari psikologi behavioristic, dicetuskan oleh J. B. Watson dan P. Pavlov yang memusat sebagian besar atas sifat alami persepsi. Saat ini psikologi Gestalt sudah banyak diaplikasikan keberbagai metode – metode learning.

   Kohler meninggalkan Frankfurt lalu menuju ke Teneriffe di Kepulauan Canary pada tahun 1913. Di sana ia dinobatkan sebagai direktur penelitian Akademi Ilmu Pengetahuan antropoid Prusia.
Ia tinggal di sana selama enam tahun, dan selama itu Kohler melakukan penelitian terhadap simpanse yang kemudian hasil dari penelitian tersebut dituliskan menjadi sebuah buku yang berjudul The Mentality of Apes (1917). Kohler melakukan percobaan pada simpanse menggunakan pisang, tongkan dan papan kayu. Pisang tersebut diletakkan pada tempat yang tidak bisa dijangkau oleh
simpanse, dan saat itu juga diletakkan tongkat yang nantinya dipergunakan oleh simpanse itu untuk meraih pisangnya. Dikasus lain terdapat susunan papan kayu, yang dimana susunan papan
kayu tersebut nantinya akan disusun ulang menjadi sebuah tangga oleh simpanse – simpanse itu untuk meraih pisang yang diletakkan di atas.

   Kohler menyimpulkan bahwa simpanse belum sampai pada metode trial and error (yang telah diklaim oleh psikolog Amerika Edward Thorndike sebagai dasar pembelajaran dari semua binatang,
melalui hukum efek), melainkan bahwa mereka telah mengalami wawasan (juga kadang-kadang dikenal sebagai "pengalaman aha"), di mana, setelah menyadari jawabannya, mereka kemudian
melanjutkan untuk melaksanakannya dengan cara.

   Di tahun 1920, Wolfgang Kohler kembali ke German yang kemudian menjabat sebagai direktur di Laboratorium Berlin selama satu tahun. Setelah itu, Kohler menjadi seorang professor di Universitas Berlin German sebagai pengganti Carl Stumpf dan menjabat direktur Institut Psikologi di Universitas Berlin, hingga tahun 1935. Selama lima belas tahun terakhir Kholer meraih prestasi yang gemilang seperti, menjabat sebagai direktur di sekolah bergengsi program pascasarjana psikologi, ketua pendiri jurnal psikologi yang sangat berpengaruh dengan judul Psychologische Forschung dan pengarang buku awal yang berjudul Gestalt Psychology (1929). Kohler adalah seorang pionir dalam memahami proses berpikir dan kesalahan di dalamnya, seperti dengan penilaian dan asosiasi.
Kontribusinya membuatnya mendapatkan banyak pengakuan dari beberapa asosiasi psikologis. Pada 11 Juni 1967, Wolfgang Köhler meninggal di New Hampshire.4

B. Teori Gestalt

   Secara umum psikologi Gestalt yaitu sebuah teori yang membahas tentang persepsi manusia melalui pengorganisasian kompenen, hubungan, dan pola yang menjadi kesatuan. Pendiri teori
Gestalt adalah Max Wertheimer, Wolfgang Kohler dan Kurt Koffka.
Dalam prosesnya pembentukannya, Max Wertheimer bertugassebagai peneliti persepsi yang terintregasi dalam gerak, Wolfgang Kohler yang meneliti tentang insight pada simpanse dan Kurt Koffka yang menguraikan secara rinci mengenai hukum-hukum persepsi.

   Dalam aliran Gestalt  ada satu hukum pokok yaitu Hukum Pragnaz yang merupakan suatu prinsip dengan pernyataan kecenderungan terhadap apapun yang dipandang untuk menerima kemungkinan kondisi yang paling baik. Hukum Pragnaz digunakan sebagai petunjuk dalam mempelajari persepsi belajar dan ingatan serta tiga hukum tambahan, yaitu;
a. Law of Equivalence
   Hal – hal yang mirip antara satu sama lain, cenderung kitapersepsikan sebagai suatu kelompok atau suatu totalitas.
b. Law of Proximity
   Hal – hal yang dianggap saling berdekatan dalam waktu atau tempat, cenderung dianggap sebagai suatu totalitas.
c. Law of Closure
   Kita mempunyai tendensi untuk melengkapi atau mengisi pengalaman – pengalaman yang tidak lengkap, agar menjadi lebih berarti/ hal-hal yang cenderung menutup akan membentuk kesan totalitas tersendiri.

   Gestalt mempunyai prinsip pada persepsi, yaitu prinsip kontinuitas dan figure – ground relationship. Prinsip kontinuitas yaitu orang akan cenderung mengasumsikan pola kontinuitas pada objek- objek yang ada. Prinsip figure – ground relationship Suatu bidang persepsi dibagi menjadi suatu objek perhatian (figur) dan suatu bidang difusi yang merupakan latar belakang. Antara figur dan latar belakang itu saling berhubungan, tergantung perhatian kita.5

   Gestalt mempunyai pandangan tentang pembelajaran untuk mendapatkan insight yaitu, penyesuaian pertama, memperoleh respon yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Dalam pembelajaran yang terpenting bukanlah repetisi, melainkan insight.

C. Pengertian Insight Learning

    Insight yaitu pengamatan atau pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antar bagian-bagian di dalam suatu situasi permasalahan.6 Insight itu sering dihubungkan dengan pernyataan
spontan “aha” atau “oh, I see now”. Insight juga adalah pemahaman terhadap suatu situasi yang lebih mendalam daripada kata-kata dan secara sadar memahami masalah. Jadi insight adalah inti dari
pemahaman.7 Dalam teori gestalt, belajar adalah berkenaan dengan keseluruhan individu dan timbul dari interaksi yang matang dengan lingkungannya. Melalui interaksi ini, kemudian tersusunlah bentuk- bentuk persepsi, imajinasi dan pandangan baru. Dan kesemuanya, secara bersama-sama membentuk wawasan atau pemahaman (insight).

   Dalam proses pembelajaran pasti adanya trial dan error terlebih dahulu karena hal tersebut memiliki peranan dalam menimbulkan insight. Pada teori Thorndike tidak ada tujuan, otomatis, tanpa teori,
sedang pada Insight in learning ada tujuan dengan teori. Insight learning dapat digunakan dalam situasi yang serupa.

   Dalam pengalaman metode pembelajaran Insight umumnya sering mengalami tiga faktor, yaitu:
a. Semua kemungkinan dalam pemecahan masalah sudah habis dan tidak mendapatkan hasil
b. Upaya dalam memecahkan masalah yang tampak tak terpecahkan akhirnya berakhir.
c. Solusi tepat biasanya menyadarinya secara spontan.

D. Penerapan Insight Learning

    Pembelajaran insight yaitu belajar dalam pandangan kognitif sehingga teori ini memerlukan pemahaman dalam sebuah proses pembelajaran jadi bukan sistem pengulangan (hafalan). Dalam
pembelajaran insight terdapat enam sifat khas yang di kemukakanKohler, yaitu;
1. Insight bergantung pada kemampuan dasar.
  Kemampuan dasar tergantung pada umur, keanggotaan dalam spesies, perbedaan individu dalam spesies.
Contohnya manusia lebih cepat mencapai insight dibandingkan simpanse, tetapi kemampuan
antara manusia yang satu dengan yang lain juga berbeda, misalnya, umur, kemasakan, perkembangan, dan sebagainya.
2. Insight bergantung kepada masa lampau yang relevan.
  Contohnya simpanse dalam percobaan tersebut telah mencoba dengan kotak untuk meraih pisang tetapi belum berhasil, kemudian ia bermain dengan tongkat. Saat bermain dengan tongkat ia teringat pada pengalaman meraih pisang dengan tongkat.
Akhirnya terbentuk insight akan fungsi kotak dan tongkat untuk meraih pisang.
3. Insight bergantung kepada pengaturan secara eksperimental.
  Contohnya, dengan disediakannya kotak dan tongkat dalam eksperimen simpanse, dan dalam eksperimen simpanse tersebut dalam keadaan lapar.
4. Insight didahului oleh suatu proses coba-coba.
5. Belajar dengan insight dapat diulang dengan mudah karena sudah terbentuk pemahaman dalam diri organisme.
6. Insight yang telah diperoleh dapat digunakan untuk menghadapi situasi – situasi yang baru dan lain.

   Dari sifat di atas, pembelajaran insight dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ini menitik beratkan pada proses dari sebuah studi untuk mendapatkan sebuah pemahaman sehingga metode insight 
ini sangat bisa diterapkan dalam sebuah sistem pengajaran. Trial dan error tentu diperlukan untuk memancing sebuah pemahaman dari suatu studi. Sebagai catatan, dalam melaksanakan metode
pembelajaran ini, siswa diharapkan mempunya kemampuan pemahaman yang baik untuk bisa dikatakan berhasil sepenuhnya dalam metode pembelajaran insight ini.

   Teori yang dikemukakan oleh Wolfgang Kohler memberikan prisip yang berharga, antara lain:
1. Manusia mereaksi terhadap lingkungan secara keseluruhan, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara fisik, emosional, sosial, dan sebagainya.
2. Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan. Seorang belajar jika ia dapat bertindak dan berbuat sesuai dengan apa yang dpelajarinya.
3. Manusia berkembang sebagai keseluruhan fetus atau bayi dalam kandungan sampai dewasa. Dalam tiap fase perkembangan manusia itu senantiasa manusia lengkap yang berkembang
dalam segala aspeknya.
4. Belajar adalah perkembangan kearah diferensiasi yang lebih luas.
5. Belajar hanya berhasil bila tercapai kematangan untuk meperoleh Insight.
6. Belajar tak mungkin tanpa kemauan untuk belajar. Motivasi memberi dorongan yang menggerakkan seluruh organisme.
7. Belajar berhasil kalau ada tujuan yang mengandung arti bagi individu.
8. Dalam proses belajar anak itu senantiasa merupakan suatu organisme yang aktif, bukan suatu bejana yang harus diisi, atau suatu otomat yang digerakkan oleh orang lain.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

   Wolfgang Kohler adalah seorang Psikolog dan juga seorang ilmuan dibidang psikologi yang bersama Max Wertheimer dan Kurt Koffka menumukan Psiokologi Gestalt yaitu sebuah teori yang
membahas tentang persepsi manusia melalui pengorganisasian kompenen, hubungan, dan pola yang menjadi kesatuan. Selain itu Kohler melalui percobaannya dia menemukan sebuah metode pembelajaran insight yang berarti pemahaman. Pembelajaran ini menitik beratkan pada kemampuan pemahaman pada sebuah studi dan bukan repetisi.

   Metode pembelajaran insight dapat dipicu menggunakan trial dan error sehingga ada sebuah proses pemahaman di dalamnya. Selain itu kemampuan dasar dari siswa dalam memahami suatu studi
diperlukan demi keberhasilan metode pembelajaran insight ini. Pengajar dapat memberikan beberapa stimulasi yang bisa menimbulkan sebuah pemahaman dari peserta didik.

B. SARAN

   Metode insight ini sangat bagus jika diterapkan kepada seseorang yang memiliki daya ingat buruk tetapi baik di penalaran karena pembelajaran yang berhasil adalah jika siswa mampu memahami dan tahu dengan apa yang tengah dia pelajari. Metode ini juga dapat diaplikasikan pada seseorang  dengan melatih fungsi kognitif mereka dengan cara trial dan error. Insight dapat dijadikan sebagai sistem pembelajaran untuk menghasilkan pemikiran kritis dan terkonsep karena sudah mengantongi banyak pemahaman dari proses belajarnya.


DAFTAR PUSTAKA

Lativa, Eva. 2012. Pengantar Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT. Pustaka Insan Madani.
Neisser, Ulric. 2002. National Academic of Sciense: Wolfgang Kohler 1887– 1967 A Biographical Memoir. Washington: The National Academy Press.
Nur Hidayati, Titin. Implementasi Teori Belajar Gestalt pada Proses Pembelajaran.
Semanto, Wasty. 2006. Psiklogi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Syah, Muhibbih. 1999. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. LOGOS.

0 Response to "METODE PEMBELAJARAN INSIGHT DALAM PERSPEKTIF WOLFGANG KOHLER"

Post a Comment