Saturday, March 25, 2017

Mengapa perlu belajar FILSAFAT?

 Selamat Datang di Kelas Filsafat

Secara spontan, apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata FILSAFAT?

Quotes...
“The unexamined life is not worth living.” ― Socrates

“By all means marry; if you get a good
wife, you'll be happy. If you get a bad
one, you'll become a philosopher.” ― Socrates

“By all means marry; if you get a good
wife, you'll be happy. If you get a bad
one, you'll become a philosopher.” ― Socrates

“Strong minds discuss ideas, average minds
discuss events, weak minds discuss people.”
Socrates
Pernah berpikir begini?
➛ Filsafat itu ilmu yang maharumit...”njlimet” ...”bikin” susah diri.
➛ Filsafat itu ilmu yang mengawang- awang; tidak mendarat, tidak membumi; ilusi!
➛ Filsafat itu tidak praktis, tidak bisa “buat cari uang” dan cari pekerjaan
➛ Filsafat itu bisa membuat seseorang menjadi ATEIS, murtad atau sekurang- kurangnya meragukan agama!
➛ Filsafat itu menyebalkan; provokator, suka mempertanyakan hal yang sudah biasa!
FAKTANYA
➤Semua yang di dunia dan “nanti” tampak lebih mudah, menarik, terpahami, mudah dijelaskan jika telah terbiasa berfilsafat.
➤ Banyak pengalaman riil, sehari-hari, baru “jelas”dan bermakna setelah ditanyakan dengan berfilsafat; dan teori filsafat sering dikutip ‘di jalanan”; filsuf tak pernah terjebak ilusi!
➤ kebanyakan filsuf “laku” di mana-mana, dan terkenal, terkenang selalu, orang-orang “berutang budi” padanya.
➤ hampir semua pemuka agama manapun belajar dan berfilsafat!
➤ Tanpa filsafat, dunia ini MEMBOSANKAN!

Mengapa Berfilsafat? Belajar filsafat?
“Karena pada suatu saat Anda secara tidak sadar sudah bergelut dengan suatu permasalahan filsafat, yang dengan sendirinya menjadi bahan pemikiran Anda.”
Contoh:
1. Seorang neuropsikolog yang meneliti korelasi fungsi otak manusia dengan rasa sakit, kecewa,
dll, mulai sangsi, apakah “akal budi” sungguh berbeda dengan otak?
2. Seorang psikolog beraliran behaviorisme yang berhasil memprediksi perilaku manusia, mulai bertanya, adakah tindakan manusia yang dapat dikatakan “bebas”?
3. Seorang ibu yang bertekad mempertobatkan anaknya yang komunis, terpaksa harus membaca karya Karl Marx, Communist Manifesto
Jadi, pertanyaan bukan lagi haruskah kita menangani permasalahan filsafat, melainkan bagaimanakah caranya!

Apa itu permasalahan filsafat?
Seperti apakah ciri permasalahan filsafat itu?
#1 Berkaitan dengan ide-ide dasar
  ◦ Ide dasar: ide di mana bergantung kebenaran ide-ide lain yang spesifik.
  ◦ Ide dasar bersifat umum (cakupan semua) dan pervasif (meluas ke berbagai bidang)
#2 Berkaitan dengan kebenaran, makna dan hubungan logis antar ide dasar
#3 Tidak bersifat empiris langsung

Jadi...Filsafat itu tentang:
Finding answers to serious questions about ourselves and about the world we live in:

  ◦ What is morally right and wrong? And why?
  ◦ What is a good life?
  ◦ Does God exist?
  ◦ What is the mind?
  ◦ What is art?
  ◦ Is the world really as it appears to us?
  ◦ What can we know?
  ◦ ...and much, much more
  ◦ Questioning existing knowledge and intuitions to get closer to the truth
Lantas, Filsafat itu apa sih?
Secara praktis, filsafat dapat dipahami sebagai:
1. ‘Philosophy’ as an academic discipline
2. ‘Philosophy’ as a set of beliefs or worldview
3. ‘Philosophy’ as a study or inquiry


Filsafat semacam apa yang mau kita gapai
?
Philosophy as Rational Inquiry
Philosophy in this sense is (like definition 1, but unlike definition 2) an activity: it is something you do.
In particular, doing philosophy is using our rationality in trying to figure out the answers to difficult questions (related to any subject matter).

Apa relevansi telaah filsafat?
➭Semakin mandiri secara intelektual, lebih toleran terhadap perbedaan sudut pandang, dan semain membebaskan diri dari dogmatisme; karena luas dan mendalamnya kajian filsafat.
➭ Semakin berpikir kritis. Filsafat bukan sekadar meninjau ulang teori-teori, tetapi juga menilainya secara kritis.
➭ Inti filsafat adalah membentuk pemikiran, bukan sekadar mengisi kepala dengan fakta-fakta.

Apa saja yang Anda lakukan ketika mempelajari Filsafat?
Filsafat itu berbeda dengan berbagai bidang ilmu lain.
  ◦ To study philosophy you have to do philosophy
BELAJAR FILSAFAT BERARTI KITA HARUS BERFILSAFAT!
Kita menganalisis dan mengkritisi argumen-argumen yang sudah ada (We analyze and criticize existing arguments)
Kita menyusun argumen-argumen kita sendiri (We construct our own arguments)
  ◦ Tentu saja dengan dasar pemikiran yang lebih kuat.

Persiapkan diri belajar filsafat
1. Sikap batin:
  a) berani menguji keyakinan secara kritis;
  b) berani memberikan hipotesis dan tanggapan awal pada teori-teori filsafat sekonyol apa pun itu;
  c) menempatkan upaya pencarian kebenaran di atas kepuasan menang atau kalah;
  d) memisahkan kepribadian seseorang dari diskusi.
2. Berfilsafat itu keterampilan yang harus selalu dilatih; berlatihlah terus!
3. Kita belajar filsafat sekaligus berfilsafat.
4. Tidak hanya berpegang pada pendapat sendiri; belajar gagasan lain.
5. Jangan mencampuradukkan berfisafat dan praktek psikologi; melihat latar belakang psikologis seseorang.
6. Selalu memiliki dua sisi: kritis dan konstruktif; sampai pada insight.
7. Ukurlah juga, seberapa kuat kritik Anda; jangan sok yakin.


Mari Berfilsafat!
#1 The Tram Dilemma
An out of control tram will soon kill 5 people who are stuck on the track.
You can flick a switch to divert the tram to another track where only one person is stuck.
Should you flip the switch?
Should you kill one person to save five?
#2 Aborsi ...........Setuju?
#3 Euthanasia...........Setuju?

“Filsafat “tidak membuat roti”, namun filsafat dapat menyiapkan tungkunya, menyisihkan noda-noda dari tepungnya, menambah jumlah bumbu yang layak, dan mengangkat roti itu dari tungku pada saat yang tepat.
Jadi, tujuan filsafat ialah mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin, dan menerbitkan serta mengatur itu semua dalam bentuk yang sistematis.
Filsafat membawa kita pada pemahaman, dan pemahaman membawa kita kepada tindakan yang lebih baik.”
(Louis Kattsoff)

No comments:
Write komentar

ads

Translate

FeedBurner

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Author

Author
myself