Apa itu Filsafat?

Pengertian Filsafat
➜ Etimologis, istilah “filsafat” (falsafah – Arab; Philosophy- Inggris) berasal dari bahasa Yunani
philosophia; terdiri dari kata philo yang berarti cinta, kekasih, sahabat, dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan. Filsafat berarti cinta kebijaksanaan.
➜ Menurut para filsuf pra-Socrates (Thales, Anaximandres, Anaximenes, Herakleitos, Pythagoras, Parmenides): filsafat adalah ilmu yang berupaya memahami hakikat alam dan realitas ada dengan mengandalkan akal budi.
➜ Menurut Plato (427-347 SM)—murid Socrates: filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha meraih kebenaran yang asli dan murni.
➜ Menurut Aristoteles (384-322 SM)—murid Plato: filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berupaya mencari prinsip-prinsip dan penyebab-penyebab realitas yang ada serta yang mempelajari “ada sebagai ada” (being as being) dan “ada sebagaimana adanya” (being as such).

Asal Mula Filsafat
➧Apa saja yang menyebabkan manusia berfilsafat?
 1. Ketakjuban.
     Thaumasia (kekaguman, keheranan, ketakjuban) menjadi awal kelahiran filsafat.
Dalam ketakjuban, ada subyek yang takjub dan sesuatu yang menakjubkan.
Hanya manusia yang bisa takjub termasuk takjub pada dirinya.
 2. Ketidakpuasan.
     Sebelum filsafat, mitos yang menjelaskan fenomena kehidupan.
Tetapi, penjelasan itu tidak memuaskan karena manusia tidak pernah puas untuk terus menerus mencari penjelasan. Ketika manusia berusaha menjelaskan dengan rasio, lahirlah filsafat!
 3. Hasrat Bertanya.
     Ketakjuban dan ketidakpuasan melahirkan pertanyaan yang tak kunjung habis.
Selama manusia ada, pertanyaan selalu ada. Maka selama manusia ada, filsafat tetap ada!
 4. Keraguan.
     Manusia bertanya karena sesuatu tidak jelas atau belum terang!
Belum jelas berarti sudah tahu tetapi baru sedikit.
Inilah yang disebut keraguan yang membuat manusia perlu dan harus bertanya alias berfilsafat! (Spinoza:...sipakah yang dapat mengetahui bahwa sesuatu adalah pasti baginya, kalau dari mula-mula hal itu sudah tidak pasti baginya?)

Sifat Dasar Filsafat
➧Apa saja sifat dasar atau ciri-ciri berfilsafat?
1. Berpikir Radikal.
    Berfilsafat berarti berpikir radikal (radix: akar).
Berpikir radikal berarti berupaya menemukan akar terdalam seluruh realitas dan persoalan tanpa berhenti dan terpaku pada fenomena suatu entitas tertentu.
2. Mencari asas.
    Filsafat tidak mengacu pada bagian tertentu dari realitas melainkan keseluruhannya.
Yang dicari filsafat adalah asas paling hakiki dari keseluruhan realitas.
3. Memburu Kebenaran.
    Filsuf adalah pemburu kebenaran.
Kebenaran yang diburu adalah kebenaran hakiki tentang seluruh realitas dan setiap hal yang dipersoalkan. Sekalipun demikian, kebenaran filsafati tidak pernah bersifat mutlak dan final melainkan yang terus bergerak menuju kebenaran yg lebih pasti!
4. Mencari Kejelasan.
    Filsafat lahir karena ada keraguan.
Karena itu, berfilsafat berarti berupaya mendapatkan kejelasan dan penjelasan mengenai keseluruhan realitas. Mengejar kejelasan berarti mengeliminir segala sesuatu yang tidak jelas, yang kabur, gelap bahkan yang serba rahasia dan berupa teka-teki. Filsuf mengejar kejelasan ,pengertian (clarity of understanding).
5. Berpikir rasional.
    Berpikir rasional berarti berpikir logis, sistematis dan kritis.
Berpikir logis berarti menggapai pengertian sesuai akal sehat dan sanggup menarik kesimpulan dan keputusan yang tepat dari premis- premis yang digunakan.

Cabang-Cabang Filsafat
➧Ada beberapa  versi pembagian cabang filsafat, namun secara umum, terdapat sepuluh cabang filsafat yang tergabung dalam 4 cabang induk (Hamersma, 1981).
I. Filsafat tentang Pengetahuan                                               ➽ Wilayah Epistemologi
🔼 Epistemologi (Filsafat Pengetahuan)
🔼 Logika
🔼 Kritik Ilmu-ilmu (Filsafat Ilmu)
II. Filsafat Tentang Keseluruhan Kenyataan                             ➽ Wilayah Ontologi
 ◦ Metafisika Umum (Ontologi)
 ◦ Metafisika Khusus
 ◦ Teologi Metafisik (Teodise/ Filsafat Ketuhanan)
 ◦ Antropologi (Filsafat Manusia)
 ◦ Kosmologi (Filsafat Alam)
III. Filsafat Tentang Tindakan                                                     ➽ Wilayah Aksiologi
 🔼 Etika (Filsafat Moral)
 🔼 Estetika (Filsafat Seni)
IV. Sejarah Filsafat

Penjelasan Singkat Setiap Cabang Filsafat
1) Epistemologi.
    Disebut juga “pengetahuan tentang pengetahuan” atau teori-teori pengetahuan (theories of knowledge). Pertanyaan pokok: “bagaimana saya tahu bahwa saya tahu?” Suatu studi tentang asal usul, hakikat dan jangkauan pengetahuan.
2) Logika; studi tentang asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat dan sehat.
3) Kritik ilmu-ilmu atau filsafat ilmu.
    Studi tentang titik pangkal, metode, obyek, asumsi dan batas- batas ilmu pengetahuan.
4) Ontologi: pengetahuan tentang “semua pengada sejauh ada.” atau teori tentang “ada”
5) Teologi metafisika; studi tentang hakikat, ragam dan obyek kepercayaan agama.
6) Antropologi atau filsafat manusia; studi tentang manusia seutuhnya dari segala sudut secara rasional.
7) Kosmologi; studi tentang hakikat alam atau kosmos; asal-usul, kemajuan dan tujuan alam semesta.
8) Etika; studi tentang prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang mendasari penilaian terhadap tindakan manusia.
9) Estetika; studi tentang prinsip-prinsip yang mendasari penilaian kita atas berbagai bentuk seni; mengapa sesuatu dialami sebagai indah?
10) Sejarah filsafat; mengejar apa jawaban pemikir-pemikir zaman atas pertanyaan-pertanyaan dasariah manusia.
➭Pohom Filsafat


➭Aspek Geo-Kultur Filsafat


➭Periodisasi dan tokoh filsafat
Cara belajar Filsafat...
Sangat MUDAH mempelajari filsafat! Caranya?
1. Berfilsafat! Mempelajari filsafat bukan pertama-tama proses akumulasi pengetahuan melainkan latihan berpikir dan berpengetahuan mendalam, logis, sistematis, kritis.
Daripada mempelajari Socrates, berfilsafatlah bersama Socrates; ajukan pertanyaan lalu lalu jawab, tanya lagi, jawab lagi, tanya lagi...sampai tersisa pertanyaan!
2. Pelajari pokok pikiran dan ide para filsuf TETAPI dalam dialog dengan konteks sejarah pemikiran tersebut; alias dialog dg pemikiran sebelum dan setelahnya.
Filsafat adalah rangkaian pertanyaan dan jawaban maka berfilsafat berarti “masuk”, berada dan “tinggal” dalam “rangkaian pemikiran” tersebut!
3. Sebagaimana psikologi pembelajaran umumnya; belajarlah dari hal yang mudah ke hal yang lebih rumit. Dalam filsafat, kajian yang paling mudah adalah kajian historis perkembangan filsafat.
Kajian historis tersebut dapat dilakukan per tokoh atau per. tema

KESIMPULAN!
Belajar filsafat ilmu bukan pertama-tama belajar “tentang ilmu pengetahuan”
Melainkan belajar “tentang belajar ilmu pengetahuan!”

Comments

Popular posts from this blog

OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia