Lintas sejarah psikologi

SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI


History:
1.PSIKOLOGI MENJADI BAGIAN DARI FILSAFAT (Fenomena kejiwaan ditelaah secara filosofis) 
• Filsafat sudah mempelajari gejala-gejala kejiwaan sejak 500-600 SM, yaitu melalui filsuf filsuf
     kuno
  • THALES (624-548 SM) → Bapak Filsafat.
   - Jiwa diartikan sebagai sesuatu yang supernatural (jiwa itu tidak ada).
   - Yang ada di alam ini hanyalah gejala alam (natural phenomena) dan semua gejala alam berasal
     dari air. 
  • ANAXIMANDER (611-546 SM)
   - Segala sesuatu berasal dari apeiron (tak terbatas, tak berbentuk, tak bisa mati), yaitu
     seperti konsep tentang Tuhan di zaman kita sekarang ini.
   - Jiwa itu ada
  • ANAXIMENES (490-430 SM)
   - Jiwa itu ada karena segala sesuatu berasal dari udara.
  • EMPEDOKLES (490-430 SM)
   - Ada empat elemen dasar alam, yaitu bumi/tamah, udara, api, dan air.
   - Sedangkan manusia bisa dianalogikan sama, yakni: tulang/otot/usus (dari bumi/tanah),
     fungsi hidup (dari udara), dan cairan tubuh (dari air).
  • HIPOKRATES (460-375 SM) → Bapak Ilmu Kedokteran
    - Jiwa manusia dapat digolongkan ke dalam empat tipe kepribadian:
    (1) tipe sanguine (riang) yang didominasi oleh darah,
    (2) tipe melankolis (murung) oleh sumsum hitam,
    (3) kolerik(cepat bereaksi) oleh sumsum kuning, dan
    (4) plegmatis (lamban) oleh lendir
⇉ TIGA SERANGKAI FILSUF (SOCRATES, PLATO, DAN ARISTOTELES)
→ TRIO SPA
   • SOCRATES (469-399 SM)
    - memperkenalkan teknik Maeutics, yaitu wawancara untuk memancing keluar pikiran
      pikiran dari seseorang.
    - Ia meyakini bahwa pikiran menceriminkan keberadaan jiwa di balik tubuh manusia.
   • PLATO (427 – 347 SM)
    -Psyche atau jiwa manusia terdiri dari : LOGISTICON (pikiran), berpusat di otak;
    THUMETICON (kemauan), berpusat di dada; dan ABDOMEN (nafsu), berpusat di perut.
    -Bahwa jiwa manusia telah ada, yaitu di alam ide, sebelum manusia dilahirkan.
   • ARISTOTELES (384 – 322 SM)
    -Bahwa sesuatu yang berbentuk kejiwaan (FORM) harus menempati wujud tertentu (MATTER).
    -Wujud merupakan ekspresi dari jiwa
    -Tulisannya berjudul “The Anima, yang menyatakan bahwa taraf hidup terdiri  dari tiga tingkatan,
      yaitu :
  ➻ANIMA VEGETATIVA, taraf hidup yang ada pd. tumbuh-tumbuhan
  ➻ANIMA SENSITIVA, taraf hidup yang terdapat pada hewan.
  ➻ANIMA INTELEKTIVA, taraf hidup yang terdapat pada manusia.
  •  St. THOMAS AQUINAS (1224 – 1274)
    -Jiwa adalah bentuk yang meliputi materi, yaitu badan.
    -Jiwa menjalankan aktivitas melebihi raga, yaitu aktivitas aktivitas rohani, karena jiwa    
      bersifat rohani maka setelah manusia mati jiwanya tetap hidup.
  • RENE DESCARTES (1596-1650)
    -Ilmu jiwa adalah ilmu tentang kesadaran.
    -“Corgito Ergo Sum” → Saya berpikir maka saya ada.
  • JOHN LOCKE (1623 – 1704)
    -Pada saat baru dilahirkan, jiwa manusia dalam keadaan kosong dan pengalamanlah yang akan
      mengisi kekosongan tersebut.
    -Jiwa manusia dihubungkan dengan dunia luar oleh panca indera.
    -Setiap tingkah laku pada dasarnya merupakan hasil belajar sehingga dapat diubah melalui
      pengalaman yang baru.
   • GEORGE BERKELEY (1685-1753)   
    - Segala sesuatu berawal dari penginderaan, bukan kesadaran atau rasio.-
    - Rasio hanya  mengikuti apa yang diserap oleh penginderaan.
    - Psikologi adalah ilmu tentang penginderaan (persepsi)

 2. PSIKOLOGI MENJADI BAGIAN FISIOLOGI
    Terjadi pada abad XVIII
    Gejala-gejala jiwa dipelajari & dijelaskan dari sudut pandang fisiologi.

   • Sir CHARLES BELL (1774-1842)
    -Tahun 1811 dia menemukan bahwa dalam tubuh manusia  terdapat 2 macam saraf : saraf sensoris 
     dan motoris.
    -Saraf sensoris berfungsi sbagai pembawa rangsang dari reseptor ke susunan saraf pusat.
    -Saraf motoris berfungsi membawa perintah dari otak ke efektor
   • FRANCOIS MAGENDIE (1783 – 1855)
    -Tahun 1812 dia juga menemukan dua macam saraf sebagai-mana ditemukan Bell
    -Ia menemukan saraf majemuk, saraf yang berisi saraf sensoris  dan motoris.
   • JOHANNES PETER MULLER (1801-1858)
    -Dalampenelitiannya, diamenemukan  fenomena yang disebut HUKUM ENERGI SPESIFIK.
    -Menurut hukum energi spesifik pada setiap  alat indera hanya terjadi satu jenis penginderaan dan
      tidak tergantung dari jenis  rangsangnya, apakah rangsang yang tepat atau  tidaktepat.

3. PSIKOLOGI MENJADI ILMU YANG BERDIRI SENDIRI (Sejak tahun 1879)
  •Pada tahun 1879, WILHELM WUNDT   (filsuf, dokter,  sosiolog, dan ahli hukum dari Jerman),
    mendirikan laboratorium Psikologi di Leipzig, Jerman. Lab ini   merupakan lab  Psikologi pertama
    didunia.
  •Wundt menyatakan bahwa objek telaah Psikologi bukan  lagi berupa hakikat jiwa, yang tidak bisa
    diobservasi, tetapi fenomena-fenomena kejiwaan berupa tingkah  laku.
  •Wundt juga menyatakan bahwa gejala-gejala jiwa tidak dapat diterangkan semata-mata
    berdasarkan proses alam sebagaimana  dijelaskan melalui fisiologi. 
Fisiologi hanya berfungsi sebagai ilmu bantu Psikologi.
 ⇏Gejala-gejala jiwa diteliti oleh Wundt di laborartorium dengan menggunakan metoda eksperimen.
 ⇏Eksperimen dilakukan dengan teknik tertentu dan faktor subjek tidak dapat diabaikan.
   Untuk itu Wundt menggunakan teknik introspeksi.
 ⇏Hasil-hasil penelitian Wundt dipublikasi-kan  dalam bentuk  buku. Dan sejak itu Psikologi diakui
    sebagai suatu disiplin ilmu dan kemudian mengalami perkembangan yang pesat yang ditandai
    dengan munculnya berbagai aliran dan cabang Psikologi.
      LINTAS SEJARAH PSIKOLOGI

Comments

Popular posts from this blog

OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia

Struktur Otak & Fungsinya