OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia | belajar psikologi

FeedBurner

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia

Apa itu Otak?
 Otak Merupakan dasar dari kesadaran, persepsi, ingatan, dan emosi.
Sistem Syaraf
 Sistem saraf merupakan salah satu sistem koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi dan direspon oleh tubuh.
 Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam, disebut Iritabilitas.
 Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya.
 Ilmu yg mempelajari sistem syaraf disebut Neurosains (Neuroscience) dan org yg mempelajarinya disebut ilmuwan neurosains (Neurosaintst).
 Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf, yaitu:
 • Reseptor, adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera.
 • Penghantar impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas.
Sel saraf disebut neuron.
 • Efektor, adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.

Karakteristik Sistem Syaraf

 Beberapa karakteristik yg luar biasa memungkinkan sistem syaraf mengarahkan perilaku kita, yaitu:
1. Kompleksitas, koordinasi dari seluruh sel memungkinkan manusia bernyanyi, berdansa, menulis, berbicara dan berfikir.
Misal: saat membaca, otak manusia melakukan sejumlah besar tugas (bernafas, melihat, berfikir dan bergerak),
2. Integrasi, otak dapat menarik informasi secara bersamaan dalam satu waktu, seperti suara, penglihatan, sentuhan, merasa, meraba, membaui, mendengar dan lingkungan ➛ disatukan sebagai fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
3. Adaptabilitas, otak dan sistem syaraf bersama-sama berfungsi sebagai agen dlm beradaptasi thdp lingkungan.
Istilah plastisitas melambangkan kemampuan khusus otak utk memodifikasi dan melakukan perubahan.
4. Transmisi Elektrokimia, berfungsi sebagai sistem pengolahan informasi, diperkuat oleh berbagai impuls listrik dan perantara kimia.
Manusia berkomunikasi dg kata-kata, maka neuron berkomunikasi dengan menggunakan berbagai kimia.
 Berbagai Jalur dlm Sistem Syaraf
 Sebagaimana manusia berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan, otak & sistem syaraf menerima dan memancarkan masukan sensoris, mengintegrasikan informasi dr lingkungan dan mengarahkan aktivitas motorik tubuh.
 Informasi masuk ke otak melalui sensoris, terintegrasi dlm otak, dan kemudian keluar dr otak utk dihubungkan dg keluaran motorik.
 Sistem syaraf memiliki dua jalur khusus utk beradaptasi dg lingkungan, yaitu:
1. Saraf Aferen (saraf sensoris), membawa informasi dr lingkungan (didapat dr indra) menuju otak.
2. Saraf Eferen (saraf motorik), membawa informasi hasil olahan otak ke seluruh bagian tubuh, utk melakukan respon.
                                                               Pembagian Sistem Saraf 
 Sistem saraf pusat: berfungsi menerima, memproses, menginterpretasikan, menyimpan informasi, & dikirimkannya ke berbagai otot, kelenjar, & organ tubuh;
Mengantarkan informasi dari & ke sistem saraf perifer melalui saraf sensorik & saraf motorik.
Sistem saraf perifer terdiri dari:
1. Sistem saraf somatis: berperan dalam sensasi & gerakan.
2. Sistem saraf otonom: berperan dalam mengatur berbagai pembuluh darah, kelenjar, & organ-organ internal.
 Neuron
 Terdapat dua jenis sel dlm sistem saraf yaitu sel saraf dan sel glial.
 Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah sel saraf atauneuron.
 Neuron-neuron terletak di sel-sel glial, berfungsi memberi makanan, menyelubungi, melindungi, & memungkinkan neuron-neuron berfungsi secara tepat.
 Sel saraf adalah sebuah sel yang berfungsi untuk menghantarkan impuls (rangsangan).
 Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas tiga bagian utama yang berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson.
     Bagan Neuron
Keterangan:
1. Dendrit adalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang.
Dendrit merupakan perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan ke badan sel.
2. Badan Sel adalah bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma.
3. Nukleus adalah inti sel saraf yang berfungsi sebagai pengatur kegiatan sel saraf (neuron).
4. Neurit (Akson) adalah tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada dendrit), berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya.
Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron.
 5. Selubung Mielin adalah sebuah selaput yang banyak mengandung lemak yang berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen disebut nodus ranvier.
6. Sel Schwann adalah jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk neurit (akson) dan membantu regenerasi neurit (akson).
7. Sinapsisadalah pertemuan antara ujung neurit (akson) di sel saraf satu dan ujung dendrit di sel saraf lainnya.
Pada setiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Pada bagian ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang disebut neurotransmiter.
Neurotransmiter dapat berupa asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf pada sinapsis.
Berbagai Jenis Neuron 
Neuron memiliki ukuran & bentuk bervariasi, tergantung lokasi & fungsinya. 
Lebih dari 200 jenis neuron telah diidentifikasi pada mamalia.

News!!!
Penelitian akhir-akhir ini meruntuhkan 2asumsi lama:

1. Bahwa neuron-neuron di sistem saraf pusat manusia tidak dapat dipengaruhi untuk melakukan regenerasi.
2. Bahwa tidak ada neuron-neuron baru yang terbentuk setelah masa kanak-kanak awal.
Di laboratorium ternyata neuron-neuron dapat dipengaruhi untuk melakukan regenerasi.
Dalam area belajar & mengingat, sel induk dapat lahirkan neuron-neuron baru; rangsangan fisik & mental dapat tingkatkan produksi & kelangsungan hidup neuron-neuron ini. Tikus-tikus kecil
-yang memiliki berbagai mainan untuk dimainkan, terowongan untuk dijelajahi, roda untuk dibuat berputar, & tikus lain yang dapat dijadikan kawan dalam kandang- mengembangkan lebih banyak sel dibandingkan tikus kecil yang hidup sendiri dalam kandang standar.

Ilmuwan telah mempelajari bahwa sel induk di otak & yang berhubungan dengan kegiatan belajar & ingatan terus membelah & jadi matang pada usia dewasa.

Lingkungan yang mendukung dapat tingkatkan proses neurogenesis. Komunikasi antara 2 neuron berlangsung di sinapsis.
Terdapat banyak sinapsis yang belum terbentuk ketika lahir.
Terjalinnya Hubungan
Pada otak bayi yang baru lahir terdapat banyak ruang kosong di antara neuron-neuron, namun neuron-neuron ini segera membentuk koneksi. 
Gambar memperlihatkan peningkatan jumlah koneksi yang jelas sejak bayi lahir hingga usia 15 bulan.
 ➢Selama berkembang, kematangan fisik & pengalaman lingkungan dapat berperan dalam pertumbuhan akson-akson & dendrit-dendrit.
 ➢Pengetahuan-pengetahuan baru akan membentuk koneksi-koneksi sinapsis baru di otak.
 ➢Jadi, jaringan otak tidak bersifat tetap, melainkan selalu berubah sebagai respons terhadap berbagai informasi, tantangan, & perubahan lingkungan; (fenomena plastisitas otak).

 ➢Dalam penelitian, beberapa orang buta sejak lahir atau di usia muda, bagian otak yang biasanya berfungsi olah informasi visual berganti peran, olah informasi suara & sentuhan—contoh dramatis dari plastisitas otak.
 ➢Orang-orang buta tunjukkan performa yang baik dalam tugas visual menggunakan indera pendengaran & sentuhan.

 ➢Jika sebuah gelombang tegangan listrik (potensi aksi) mencapai ujung akson penghantar, molekul-molekul neurotransmiter akan dilepaskan ke celah sinapsis.
 ➢Jika molekul berikatan dg tempat-tempat reseptor di neuron penerima, neuron mungkin akan aktif/mungkin juga tidak.
 ➢Pesan ke tujuan akhir tergantung seberapa sering neuron-neuron tertentu aktif, berapa banyak yang aktif, tipe apa yang aktif, taraf keaktifannya, & letak lokasinya. 

Impuls Saraf
 -Impuls dapat dikatakan sebagai “aliran listrik” yang merambat pada serabut saraf.
 -Jika sebuah serabut saraf tidak menghantarkan impuls, dikatakan bahwa serabut saraf tersebut dalam keadaan istirahat.
 -Pada saat sel saraf istirahat, bagian dalam serabut saraf bermuatan negatif, kira-kira -60 mV, sedangkan bagian luarnya bermuatan positif.
 -Keadaan muatan listrik tersebut diberi nama potensial istirahat, sedangkan membran serabut saraf dalam keadaan polarisasi.
 -Serabut saraf menghantarkan impuls, serabut saraf bermuatan positif, kira-kira +60 mV, dan muatan luarnya akan menjadi negatif.
 -Perubahan tiba-tiba pada potensial istirahat bersamaan dengan impuls disebut potensial kerja. 

      Bagan Impuls Saraf 

Sinaps & Neurotransmiter

➧Sinapsis adalah titik temu antara ujung neurit (akson) dari satu neuron dengan ujung dendrit dari neuron lainnya.
 ➧Setiap ujung neurit membengkak membentuk bonggol yang disebut bonggol sinapsis (synaptic knob).
 ➧Sebelum sebuah impuls dpt menyeberangi celah sinaptik, hrs diubah menjadi sinyal kimia.
 ➧Neurotransmiter adalah zat kimia yang membawa informasi menyeberangi celah sinaptik dari satu neuron menuju neuron lainnya.
 ➧Saat mencapai tombol terminal, memicu pelepasan molekul-molekul neurotransmitter dari vesikel sinaptik.
 ➧Molekul-molekul neurotransmitter membanjiri celah sinaptik.
 ➧Pergerakan molekul acak, di antaranya bertemu di tempat reseptor di dalam neuron berikutnya.
 ➧Jika bentuknya sesuai dengan bentuk molekul neurotransmitter maka neurotransmitter akan bertindak sebagai kunci, shg neuron dpt menerima sinyal dr neuron sebelumnya.
 ➧Beberapa neurotransmitter adalah asetilkolin, norepinefrin, epinefrin, serotonin, enkefalin, endorphin, gamma aminobutyric acid (GABA) dsb.
 ➧Efek-efeknya terhadap jaringan-jaringan saraf, membuat neurotransmitter memainkan peran kritis terhadap suasana hati, ingatan, dan kesejahteraan psikologis.
 ➧Tingkat abnormalitas neurotransmitter berdampak pada berbagai gangguan: Depresi, Alzheimer, Parkinson.
Endorfin
Endorfin berkaitan dengan kenikmatan ketika menjalin kontak sosial.
Endorfin: memodifikasi aksi neurotransmitter, mengurangi rasa sakit, meningkatkan kenikmatan. Dapat meningkat dengan cepat ketika hewan/manusia berada dalam kondisi takut/stres.
 ➧Hormon-hormon(dihasilkan kelenjar endokrin), mempengaruhi & dipengaruhi sistem saraf.
 ➧Psikolog tertarik pada:
• Melatonin, berfungsi meningkatkan kualitas tidur & membantu mengatur ritme tubuh.
• Hormon adrenal: epinefrin & norepinefrin, berhubungan dg emosi & stres.
• Hormon seks, berperan dalam perubahan-perubahan tubuh remaja, siklus menstruasi (estrogen & progesteron), rangsang seksual (testosteron), & beberapa fungsi nonreproduktif-termasuk fungsi-fungsi mental.

0 Response to "OTAK dan Pengaruhnya terhadap perilaku manusia"

Post a Comment