Aliran-aliran psikologi | belajar psikologi

FeedBurner

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Aliran-aliran psikologi

 ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI
   1. STRUKTURALISME
 *  Strukturalisme adalah pemikiran yang mencari struktur terdalam dari realitas yang tampak kacau dan beragam di permukaan (Gui do Carmo da Silva)
   *  Strukturalisme adalah pemikiran yang menekankan pentingnya struktur yang tersembunyi di dasar kesadaran manusia tetapi menentukan (Octavio Paz)
   *  Strukturalisme adalah pendekatan yang melihat berbagai gejala budaya dan alamiah sebagai sebuah struktur yang terdiri atas unsur-unsur yang saling berkaitan dalam satu kesatuan (Piaget)
•Wundt mendirikan aliran Strukturalisme ini didasarkan pada pendapat bahwa Psikologi sudah seharusnya mempelajari jiwa dari segi unsur-unsurnya dimana jiwa tersebut tersusun. Pendapat dan pandangan Wundt yang strukturalis dan eksperimentalis tersebut akibat aliran Asosiasi dari Inggris disatu pihak dan di lain pihak terpengaruh aliran materialisme dari tokoh-tokoh fisika dan biologi yaitu Helmhots yang telah melatih kemampuan Wundt dalam penelitian Psikologi secara eksperimen.
    2. FUNGSIONALISME
   Fungsionalisme adalah aliran Psikologi yang memandang bahwa manusia harus dipandang secara menyeluruh. Apa yang dilakukan manusia sebagai aksi adalah hal yang kompleks yang merupakan manifestasi dari jiwa dan mempunyai maksud tertentu bukan hanya disebabkan oleh sesuatu hal. Fungsionalisme memandang bahwa pikiran, proses mental, persepsi indrawi, dan emosi adalah adaptasi organisme biologis.
   Beberapa ciri fungsionalisme diantaranya adalah menekankan fungsi dibanding elemen mental, memandang penting kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan lingkungannya, serta menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia.
Tokoh Fungsionalisme : William James
•Menurut James, penelitian Psikologi yang benar, seharusnya tidak mencari struktur kejiwaan, akan tetapi yang lebih penting dicari adalah fungsinya daripada pengalaman kesadaran itu bagi kita, guna penyesuaian diri kita dengan tuntutan perubahan yang kita hadapi
•James dalam hal ini lebih mengutamakan fungsi kesadaran (jiwa) itu, karena menurut pendapatnya kesadaran inilah yang merupakan alat bagi manusia yang akan memungkinkan dirinya dapat memilih cara bertindak atau memilih arah sasaran dalam menentukan sikap atau keinginan-keinginan dan sebagainya. Oleh karena itu dalam prakteknya para fungsionalis mencoba mempelajari, bagaimana berfikir, pengamatan, perasaan dan sebagainya sebagai gejala kesadaran dapat berfungsi menjadi alat yang berguna untuk menyesuaikan diri bagi manusia.
        3. GESTALT
    Psikologi Gestalt merupakan salah satu aliran Psikologi yang mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas, data-data dalam psikologi Gestalt disebut sebagai phenomena (gejala). Phenomena adalah data yang paling dasar dalam Psikologi Gestalt. Dalam hal ini Psikologi Gestalt sependapat dengan filsafat phenomonologi yang mengatakan bahwa suatu pengalaman harus dilihat secara netral. Dalam suatu phenomena terdapat dua unsur yaitu obyek dan arti. Obyek merupakan sesuatu yang dapat dideskripsikan, setelah tertangkap oleh indera, obyek tersebut menjadi suatu informasi dan sekaligus kita telah memberikan arti pada obyek itu.
     Seperti halnya behaviorisme, aliran psikologi Getalt juga timbul sebagai protes terutama terhadap pandangan strukturalisme.
Tokoh-tokoh Psikologi Gestalt seperti MX. Wertheimer. Kohler, Koffka, menentang pendapat Strukturalis yang menyatakan bahwa gejala jiwa dapat dianalisa ke dalam unsur-unsurnya. Jadi jiwa dianggap sebagai benda materi yang dapat dipecah-pecah menjadi komponen-kompenen kecil. Analisa semacam itu tidak benar, karena pada hakekatnya keseluruhan itu lebih daripada jumlah bagian-bagiannya, lagi pula gejala kejiwaan itu sebenarnya merupakan suatu bentuk keseluruhan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
     Pemikiran tentang “Gestalt” ini ditemukan oleh MX. Wertheimer seorang Psikolog Jerman. Menurut rumusan pemikir dan penemu Gestalt ini, bahwa “Gestalt berarti bentuk, pola keseluruhan ; itu dasarnya adalah unit (kesatuan) ; sedangkan alatnya yang dijadikan dasar ialah persepsi (pengamatan/pengamalan). Karena itu para Psikolog Gestalt kebanyakan perhatian/studinya ditujukan kepada prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan proses pengamatan. Psikolog-psikolog Gestalt, selain mengembangkan teori-teori mengenai permasalahan pengamatan, juga kemudian mengembangkan teori mengenai problem solving dan kepribadian.  
HUKUM-HUKUM GESTALT







       4. PSIKOANALISA
   Ketika aliiran-aliran penting dalam Psikologi sedang berkembang dengan pesatnya mengadakan penelitian-penelitian Psikologi secara eksperimental (Strukturalisme & Fungsionalisme), di saat itu pula muncul pandangan Psikologi yang dikembangkan melalui dasar-dasar tinjauan klinis-psikiatris
oleh aliran Psikoanalisa yang dipelopori oleh Sigmund Freud, seorang psikiater Austria.
   Menurut Freud, adapun bagian terbesar dari pikiran adalah alam bawah sadar (unsconscious mind). Bagian ini mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa ke alam sadar, termasuk segala sesuatu yang memang asalnya dari alam bawah sadar seperti nafsu dan insting. Freud berpendapat bahwa alam bawah sadar adalah sumber dari motivasi dan dorongan yang ada dalam diri kita, apakah itu hasrat yang sederhana seperti makanan atau seks, atau motif-motif yang mendorong seniman atau ilmuwan berkarya.


   Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia baik yangnampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental  sebelumnya.
Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious)  dan ada yang sulit kita bawa ke alam tidak sadar (unconscious).
Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita, yaitu:
a. Id, adalah berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata.
b.  Ego, adalah pengawas realitas.
c. Superego, adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial
     5. BEHAVIORISME 
   Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam Psikologi yang didirikan oleh John B. Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subyek tunggal Psikologi. Behaviorisme merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah).
   Menurut Watson, mempelajari gejala/pengalaman, kesadaran dengan tehnik observasi introspeksi meskipun dengan cara eksperimental sekalipun adalah kurang tepat, karena dengan introspeksi yang subyektif itu, tidak mungkin dapat menjamin yang obyektif. Tidak mungkin 2 orang observer introspeksionis yang terlatih sekalipun dapat menghasilkan hasil observasi yang sama, meskipun obyeknya sama. 
Oleh karena itu Watson menghimbau agar Psikologi tidak lagi memusatkan perhatiannya untuk mempelajari gejala-gejala kesadaran atau bawah sadar, tetapi sesuai dengan tugasnya Psikologi harus berupaya untuk meramalkan apa yang sebenarnya yang menjadi sasaran/tujuan tingkah laku tersebut.
Atas dasar pendapat itulah maka Watson mengusulkan agar psikologi itu didefinisikan sebagai “The sciense of behavior”. S - R
CLASSICAL CONDITIONING 
(IVAN PAVLOV)

OPERANT CONDITIONING 
(BF SKINNER)
 
        6. HUMANISTIK
   Dalam mengembangkan teorinya, Psikologi Humanistik sangat memperhatikan tentang dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan.
Aliran yang dapat dikatakan baru berkembang dalam Psikologi ialah aliran yang dikenal dengan sebutan “Humanisme” dan dalam Psikologi sering dikenal sebagai “the third force” aliran terkuat yang ketiga, setelah Psikioanalisa dan Behaviorisme. Tokoh-tokoh aliran ini antara lain adalah : Carl Rogers, Abraham Maslow; dan aliran ini dikembangkan sebagai bantahan atas kekurangan yang mereka lihat pada pendapat aliran Behaviorisme dan Psikoanalisa.
   Humanisme menolak pendapat Freud yang menyatakan bahwa kepribadian itu diatur oleh kekuatan dari bawah sadar manusia, dan tidak setuju ide pendapat behavioris bahwa kita dikuasai oleh lingkungan. Pada dasarnya Humanisme juga mengakui bahwa pengalaman masa lalu itu mempengaruhui kepribadian, tetapi juga harus diakui pentingnya kedudukan “free will” yaitu dasar kemauan bebas manusia untuk membuat keputusan bagi dirinya untuk menentukan dirinya sendiri.
Selain itu aliran humanisme juga menggugah para psikolog untuk menyadari arti pentingnya dasar-dasar kebutuhan psikologis manusia yang sangat mendasar, seperti kebutuhan-kebutuhan kasih sayang, cinta, harga diri, pengakuan dari orang lain, rasa memiliki, menyatakan diri (self actualizing) dan butuh kreatifitas. Menurut Humanisme, semua kebutuhan sama pentingnya bagi manusia seperti halnya kebutuhan biologis, makan dan minum dan sebagainya. Contoh : seorang bayi yang baru lahir yang kehilangan kasih sayang dan kehangatan dari orang lain
HIERARKI KEBUTUHAN MASLOW 
(TEORI MOTIVASI DARI ABRAHAM MASLOW) 




0 Response to "Aliran-aliran psikologi"

Post a Comment